Bagaimana Cara Menangani Anak Korban Bullying?

Browse By

Sebagai orang tua, kita tentu tidak ingin anak kita menjadi korban ataupun pelaku bullying. Bagaimanapun, tindakan bullying tidak boleh dibenarkan. Baik si pelaku atau korban sama-sama akan menerima dampak buruk dari perbuatan ini. Akan tetapi, dampak psikologis yang dialami korban jauh lebih menghkawatirkan. Korban akan kehilangan rasa percaya diri. Ada juga korban bullying yang memutuskan bunuh diri karena tidak tahan dengan penindasan yang ia alami.

 

Anda tentu tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada anak Anda. Tanpa kita sadari, bullying pada anak-anak ternyata masih sering terjadi hingga sekarang. Bagaimana jika anak Anda menjadi korban bullying? Apa yang harus Anda lakukan? Tak perlu panik, Parents. Saat mengetahui anak Anda menjadi korban Bullying, lakukan beberapa hal ini.

1. Bicara pada Anak dengan Penuh Perhatian

Ketika Anda mengetahui bahwa anak menjadi korban bullying, dekatilah anak Anda. Ajak ia berbicara dari hati ke hati. Sebagian besar anak-anak merasa ragu-ragu saat ingin mengungkapkan kebenaran. Ini adalah tugas orang tua untuk membujuk mereka agar mau berbicara. Ingat, bujuk anak agar mau bicara, jangan memaksa. Karena semakin dipaksa, anak akan semakin bungkam.

2. Tanamkan Keberanian pada Diri Anak

Beberapa anak takut untuk melawan orang-orang yang menindasnya. Ketakutan ini bisa dipicu oleh banyak hal, misalnya takut disalahkan atau takut karena si penindas yang lebih berkuasa daripada dirinya. Nah, teruslah menanamkan keberanian pada diri anak. Katakan kepada anak bahwa ia harus bisa melindungi dirinya sendiri dari teman-teman sebayanya berbuat jahat kepadanya. Melindungi diri sendiri adalah baik. Selain itu, tanamkan juga rasa percaya diri kepada anak dan katakan bahwa melawan bullying adalah tindakan yang benar dan tidak akan membuat si anak terjebak dalam kesulitan.

3. Ajarkan Anak untuk Melaporkan Tindakan Bullying

Jika anak-anak tidak mampu melawan tindakan bullying, ajarkan anak Anda melapor kepada pihak yang lebih berwenang seperti guru, kepala sekolah, atau kepada Anda. Sekolah tentu harus ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan tindakan bullying. Jika tindakan bullying yang dialami anak Anda sudah parah, Anda bisa melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

4. Datangi Orang Tua Pelaku

Ingat, efek dari bullying tidak hanya diterima oleh si korban saja, tetapi juga pada si pelaku bullying. Tidak ada salahnya mendatangi orang tua pelaku jika tindakan bullying sudah di lur batas. Mendatangi di sini bukan untuk melabrak ya, Parents. Anda bisa berbicara dengan kepala dingin. Bicarakan tindakan buruk yang telah dilakukan oleh anak mereka. Orang tua mana pun pasti tidak ingin anaknya berbuat buruk. Nantinya, orang tua si pelaku akan menasihati si pelaku agar tidak lagi melakukan bullying.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *