mitos dan fakta para ibu setelah melahirkan
Mom's Corner New Mom Tips

Bikin Was-Was, Benarkah Mitos Pasca Melahirkan Ini?

Setelah mengalami pengalaman yang luar biasa sebagai seorang perempuan, sekaligus Ibu baru, banyak sekali nasehat yang diterima dari orang tua bahkan para tetangga. Kali ini bukan hanya nasehat yang bisa membangun dan memberi semangat menjadi Ibu baru, tapi justru nasehat yang membuat hati was-was atau khawatir.

Setelah 9 bulan mengandung dan menjalani proses persalinan, seorang Ibu seharusnya mulai menikmati masa kebahagiaan bersama buah hati dan suami tercinta. Tapi apa daya, nasehat untuk tidak keluar rumah selama 40 hari justru membuat para Ibu baru merasa tertekan. Ada juga yang melarang Ibu baru makan berbagai jenis makanan agar jahitan pasca persalinan cepat kering. Benarkah demikian?

Nah, supaya Anda para Ibu baru tidak mengalami stres karena terlalu memikirkan nasehat orang lain yang belum tentu benar, yuk kita cek satu persatu manakah mitos yang benar dan mana yang salah.

“Mitos: Tidak boleh makan Ikan, daging ayam, telur agar jahitan cepat kering”

Faktanya, mengkonsumsi ikan, telur bahkan daging pasca persalinan justru baik karena ketiga bahan makanan ini memiliki kadar protein tinggi yang berfungsi untuk proses pembentukan sel baru dan memperbaiki sel yang rusak. Nah, proses pembentukan sel baru inilah yang akan mempercepat proses penyembuhan luka jahitan Ibu pasca persalinan. Jadi, makan ikan, telur dan daging sebenarnya sangat dianjurkan.

“Mitos: Dilarang Makan dan minum yang panas-panas atau terlalu dingin, nanti bayinya sariawan atau terkena flu”.

Faktanya, makanan atau minuman dengan suhu tertentu, misalnya terlalu panas atau terlalu dingin tidak akan mempengaruhi kualitas ASI. Dengan kata lain suhu ASI di payudara Ibu tidak akan berubah dan tetap berada pada suhu 37 derajat celcius. Jadi, makanan terlalu panas seperti soto atau minuman dingin-dingin seperti es buah dan es krim masih boleh dikonsumsi dan tidak akan mempengaruhi kualitas ASI Ibu.

“Mitos: Jangan makan buah salak atau sirsak, nanti perdarahan”.

Faktanya, belum ada penelitian khusus terkait mitos tersebut. Jadi, Ibu boleh sedikit lega dan jangan terlalu dipikirkan jika ada yang menasehati demikian.

“Mitos: Pantang mencuci baju bayi malam hari dan jangan terlalu diperas”.

Faktanya, sama sekali tidak ada hubungan antara mencuci baju dengan kondisi bayi atau Ibu. Jika Ibu memang hanya memiliki waktu longgar di malam hari untuk mencuci baju, karena di pagi dan siang hari terlalu repot mengurus bayi, maka boleh-boleh saja mencuci di malam hari. Asalkan, Ibu juga harus memperhatikan kondisi kesehatan diri sendiri.

Seorang Ibu yang baru saja melahirkan masih sangat lemah, sehingga perlu banyak istirahat dan kurangi aktivitas yang terlalu berat. Anda mungkin perlu menghindari mencuci di malam hari saat kondisi tubuh sedang melemah. Sebaiknya bagilah tugas rumah tangga dengan suami tercinta. Suami juga bisa bertindak sebagai sosok Ibu peri untuk para ibu baru dengan membantu meringankan beban seorang Ibu baru.

“Mitos:  Dilarang mandi malam, nanti bayinya masuk angin”.

Faktanya, tidak ada kaitannya antara waktu mandi seorang Ibu dengan kondisi kesehatan bayi. Beberapa Ibu mungkin memilih waktu mandi di malam hari karena baru memiliki waktu luang di malam hari. Kondisi seperti ini wajar dilakukan, asalkan air yang digunakan tidak terlalu dingin sehingga membuat Ibu masuk angin. Nah, jika kondisi kesehatan Ibu menurun, kemungkinan akan berpengaruh pada kondisi bayi Anda. Jadi, keinginan mandi di malam hari masih boleh dilakukan kok.

“Mitos: Jangan tidur siang, nanti darah putihnya naik ke mata”.

Faktanya, seorang Ibu masih butuh tidur siang untuk mengembalikan kondisi tubuhnya setelah semalaman begadang untuk si kecil. Nah, pendapat melarang tidur siang bagi Ibu baru memang hanya mitos. Anda masih boleh kok tidur siang. Usahakan untuk tidak terlalu memaksa tubuh bekerja keras. Gunakan waktu luang Anda untuk beristirahat, sehingga Anda dan bayi tetap dalam kondisi sehat.

“Mitos: Harus pakai stagen, supaya perut tidak bergelambir pasca melahirkan”.

Faktanya, penggunaan stagen hanya dianggap sebagai budaya atau tradisi secara turun temurun dari nenek moyang. Dinding perut memang akan terasa kendor atau bergelambir pasca melahirkan, namun kondisi ini akan berangsur membaik, bahkan tanpa menggunakan stagen.

Hal yang harus diperhatikan untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti semula adalah menyeimbangkan asupan makanan. Hindari makanan yang terlalu berlemak. Usahakan berolahraga secara rutin demi kurangi lipatan di perut pasca melahirkan.

“Mitos: Dilarang berhubungan intim saat masa nifas”.

Faktanya, berhubungan intim saat masa nifas memang tidak dianjurkan. Hal ini karena, selama masa nifas, rahim Ibu baru masih mengeluarkan darah dan cairan pasca persalinan. Cairan nifas sendiri mengandung sel darah putih, flora, dan beberapa sel mati dari dalam tubuh. Sehingga jika melakukan hubungan intim, dikhawatirkan menimbulkan infeksi bagi kedua pasangan.

Tak hanya itu, seorang Ibu juga memerlukan waktu pemulihan pasca persalinan, khususnya waktu untuk sembuh dari luka jahitan. Sehingga berhubungan intim saat masa nifas tidak memberikan kenyamanan bagi seorang Ibu.

“Mitos: tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari atau selama masa nifas”.

Faktanya, seorang Ibu diharapkan mulai melatih tubuhnya melakukan berbagai macam aktivitas ringan pasca persalinan. Misalnya berjalan di taman atau sekedar pergi ke toko kelontong dekat dengan rumah. Jadi, Anda masih boleh kok pergi keluar rumah selama masa nifas. Tapi usahakan untuk tidak berjalan terlalu jauh karena kondisi tubuh masih cukup lemah.

Banyak pendapat yang berkembang di masyarakat, terkait hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sebaiknya, pastikan terlebih dahulu faktanya. Jangan sampai apa yang dilarang di masyarakat justru sebenarnya baik bagi kondisi kesehatan Ibu pasca melahirkan.

Hindari juga merasa khawatir atau was-was karena pendapat yang belum dipastikan kebenarannya. Jangan sampai Anda merasa stres atau tertekan pasca melahirkan hingga mempengaruhi kondisi kesehatan.

Artikel terkait:

  1. Makanan yang Dilarang Konsumsi Saat Hamil: Mitos Atau Fakta?
  2. Telur Bikin Bisulan dan Mitos MPASI Lainnya.
  3. Hamil Bayi Laki-Laki atau Perempuan? Antara Mitos dan Fakta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *