Banner Header Komunitas SOP

Jadi “Ibu Peri” untuk para Ibu Baru, Para Ayah Juga Bisa,Loh!

Browse By

✓ Memiliki seorang anak adalah anugerah terindah,

✓ Menjadi seorang Ibu adalah impian setiap wanita, tapi..

✓ Mengasuh anak itu berbeda.

Seorang Ibu kadang terlalu malu untuk meminta bantuan. Ibu sering berpikir harus menjadi seorang super woman bagi anak, bagi suami dan bagi keluarga. Mungkin Ibu juga sering berpikir harus bisa menangani semua hal sendiri setiap hari.

Bangun pagi pukul 4, membuat sarapan, memandikan anak, mengantar anak sekolah. Semua hal dilakukan sendiri dengan penuh tanggung jawab. Pernahkah terpikir untuk memiliki Ibu peri, Bu? Seorang ibu peri yang bisa menyulap segalanya menjadi beres dan sempurna?

Sebagai New mom atau Ibu baru,kita sering merasa  membutuhkan bantuan seorang ibu peri. Mungkin untuk beberapa saat. Tapi apa yang diperoleh? Justru Mom-Shaming, bahkan dari keluarga terdekat atau bisa juga dari suami.

Yuk, kita stop mom-shaming, dan mulai melakukan beberapa hal untuk membantu para ibu baru. Para ayah juga bisa melakukan langkah-langkah ini, ya!

Apa Saja Bentuk Support Untuk Ibu Baru?

  • Beri New Mom Kebebasan

Ya, semua Ibu butuh kebebasan. Tak terkecuali Ibu baru. Berilah para new mom sedikit ruang untuk menjalani dan memahami peran barunya sebagai seorang Ibu. Biarkan dia mencoba berbagai macam cara menangani si kecil dan mengkoreksi sendiri kelalaian yang dibuatnya.

Sebaiknya tahan keinginan bertanya pada new mom apakah bayinya tadi malam tidur nyenyak? Pertanyaan seperti ini memang terkesan sangat sederhana. Namun beberapa Ibu mungkin cukup tertekan, karena kenyataan bahwa bayinya tidak tidur dengan nyenyak semalam. Hal seperti ini bisa membuat new mom merasa gagal.

Jangan memaksakan pola asuh yang dulu sempat Anda terapkan. Ingat zaman sudah berubah. Beberapa hal yang dulu terkesan kaku sekarang sudah tidak lagi. Selalu ingat bahwa sekarang giliran orang lain yang menjadi seorang Ibu, bukan Anda.

  • Bantu Pekerjaan Ibu Tanpa Banyak Mengeluh

Seorang new mom memang butuh banyak bantuan. Membantu mengerjakan beberapa pekerjaan rumah rasanya bukan hal yang berlebihan. Apalagi jika sang new mom adalah saudara dekat atau istri kita. Alih-alih hanya duduk berdiam diri, anda bisa menawarkan diri untuk membantu mengepel, menyapu, mencuci piring dan hal lainnya yang bisa meringankan pekerjaan Ibu baru. Namun, tetap ingat jangan mengeluh saat mengerjakannya.

  • Hargai Waktu New Mom Bersama dengan Bayinya

Hal yang sangat wajar apabila new mom menikmati perannya. Hal ini berarti akan lebih banyak waktu bersama si kecil. Misalnya, terlalu lama saat mengganti popok. Alih-alih membandingkannya dengan Anda, biarkan new mom menikmati perannya. Hal ini akan membantunya untuk menemukan jati diri sebagai seorang Ibu.

  • Kembalikan Kenangannya

Menjadi new mom, sama seperti menjelajahi ruang baru dalam kehidupan nya. Ini berarti beberapa hal yang dulu sering Ibu lakukan sebelum memiliki bayi sudah tidak bisa dilakukan lagi. Alasannya sederhana, karena new mom terlalu sibuk merawat bayinya.

Nah, para suami bisa lho mengembalikan kenangannya lagi. Misalnya, jika dulu sebelum memiliki anak new mom selalu minum teh hangat di pagi hari. Anda juga bisa membuatkan untuknya sekarang. Hal sederhana ini pasti membuat nya merasa sangat bahagia karena diperhatikan orang sekitar terlebih oleh suami sendiri.

  • Ingatkan Padanya Bahwa dia Sudah Menjadi Ibu yang Baik

New mom terkadang merasa gugup dan tidak percaya diri mengasuh bayi nya. Hal ini tentu sangat wajar. Tugas Anda adalah membuatnya percaya diri bahwa dia bisa melakukan hal terbaik untuk bayi nya. Nah, para suami, ingatkan selalu bahwa dia sudah menjadi Ibu yang baik.

Menjadi new mom, bukan pekerjaan yang ringan. Banyak sekali hal yang perlu dipelajari. Banyak juga waktu yang diperlukan untuk beradaptasi. Oleh karena itu, berilah dukungan terbaik untuk ibu baru dengan melakukan hal-hal sederhana seperti langkah di atas.

Hindari hal-hal yang membuatnya sedih dan tak percaya diri menjadi seorang Ibu yang baik. Hindari juga perilaku Mom-shaming. Ingat bahwa ini adalah kesempatan dia menjadi Ibu bukan Anda.

Baca Juga :

  1. Mom-Shaming: Sekedar Nyinyir atau Bermaksud Baik?
  2. Peer Presure Para Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *