Banner Header Komunitas SOP

Menghadapi Ibu-Ibu Kompetitif Tak Perlu Ikut Terpancing, Cobalah Cara Ini!

Browse By

Rasanya sangat menjengkelkan dan tidak nyaman jika waktu yang seharusnya kita gunakan untuk mengobrol dan bercanda dengan sesama teman harus dirusak dengan perbincangan yang kompetitif.

Bayangkan situasi ini, teman yang sudah lama tidak kita jumpai dan sekarang ini sudah sama-sama menyandang status sebagai seorang Ibu nyatanya bukan lagi teman yang menyenangkan seperti dulu saat sama-sama masih single.

Entah karena lingkungan atau situasi yang sudah berubah, ia terkesan sedikit pamer dan ingin menunjukkan kehebatan dirinya. Belum lagi sikapnya yang cenderung ingin selalu menang dari orang lain, bisa saja membuat kita geram.

Hampir semua hal yang diceritakan menunjukkan betapa hebat dirinya sekarang. Misal, anak semata wayangnya yang berhasil masuk ke SMP favorit, atau suaminya yang sudah dipromosikan menjadi pimpinan tertinggi di kantor cabang, hingga dirinya yang menjadi pengusaha sukses. Namun, apakah kehebatan seperti ini perlu diceritakan secara berlebihan?

“Kehebatan” seperti ini hanya diceritakan secara berlebihan oleh Ibu kompetitif. Tujuannya sederhana, karena Ibu kompetitif memiliki “dorongan yang kuat untuk menang” dari Ibu-Ibu lainnya.

Meskipun tidak ada yang bisa memastikan mengapa seorang Ibu bisa berubah menjadi kompetitif, namun pengaruh lingkungan pergaulan atau tekanan sosial di sekitar tempat tinggal bisa menjadi salah satu penyebab seorang Ibu menjadi kompetitif.

Pada akhirnya, sikap kompetitif yang dimiliki Ibu ini bisa mempengaruhi pola asuhnya pada anak-anak. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kemungkinan sikap kompetitf seorang Ibu juga bisa menurun pada anak-anak kelak.

Mari kita bayangkan, jika dalam satu wilayah terdapat 5 Ibu yang kompetitif, dan masing-masing Ibu memiliki 1-2 anak, maka ada berapa anak yang kiranya akan mengikuti role model Ibu-Ibu kompetitif tersebut kelak. Mungkin tidak semua anak terpengaruh menjadi kompetitif, namun kemungkinan tetap ada satu atau dua anak yang memiliki sikap kompetitif yang sama seperti Ibunya.

Meskipun tidak semua sikap kompetitif itu negatif, tapi ada beberapa ciri sikap Ibu kompetitif yang mengarah pada hal negatif. Sayangnya tidak semua Ibu kompetitif menyadari bahwa dirinya memiliki sikap tersebut.

Nah, terlepas dari mengapa seseorang menjadi Ibu kompetitif, pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara kita menghadapi Ibu kompetitif yang juga teman dekat kita?

Cara Hadapi Ibu Kompetitif:

  • Pahami Mengapa Teman Anda Menjadi Ibu Kompetitif

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi Ibu kompetitif yang merupakan teman Anda adalah dengan memahami mengapa ia berubah menjadi sosok kompetitif. Mungkin teman Anda sedang khawatir dan merasa tidak aman dengan kehidupannya, atau teman Anda sedang berusaha meningkatkan harga dirinya sendiri.

Sebaiknya pahami juga apakah teman Anda juga bersikap kompetitif dengan teman-teman lainnya atau justru hanya bersikap demikian saat bersama dengan Anda? Semua hal ini perlu dipahami dan dipertimangkan, agar kita tidak terpengaruh pada sikap kompetitifnya dan tidak melakukan perilaku yang negatif.

  • Jangan Biarkan Ibu Kompetitif Mendikte Bagaimana Seharusnya Anda Sukses

Standar kesuksesan seseorang tentunya berbeda satu sama lain. Oleh karena itu jangan biarkan Ibu kompetitif mendikte dan mempengaruhi kebahagiaan Anda dengan mengatakan bagaimana seharusnya Anda sukses. Sebaiknya, buatlah standar kesuksesan Anda sendiri. Cara ini bisa digunakan untuk menghadapi Ibu kompetitif.

Cara hadapi Ibu yang kompetitif

  • Tanggapi dengan Sikap Tidak Kompetitif

Untuk menghadapi Ibu kompetitif memang tidak perlu cara yang kompetitif pula. Sebaliknya, alih-alih menanggapi semua ceritanya dengan cerita Anda lainnya, tanggapi dengan sikap tidak kompetitif. Coba saja katakan bahwa “Wah, anakmu hebat banget bisa masuk SMP favorit.”, atau “Wow, kamu memang pandai mendukung suami, buktinya sekarang suamimu sukses.”

  • Biarkan Ibu Kompetitif Menang, Tidak Perlu Dipikirkan

Salah satu sifat Ibu kompetitif adalah selalu berusaha mendominasi perbincangan. Nah, untuk menghadapi situasi ini, maka biarkan saja ia mendominasi perbincangan.

Anda tidak perlu terlalu memikirkan sikapnya yang memang sudah sulit diubah. Sebaliknya, pikirkan saja bagaimana cara Anda mengendalikan diri agar tidak jengkel dibuatnya.

  • Sampaikan Perasaan Anda Sebenarnya Pada Ibu Kompetitif

Namanya saja sifat seseorang, maka akan sangat sulit menghentikan atau merubahnya. Oleh karena itu Anda bisa mengatakan tentang perasaan Anda padanya selama ini. Cara ini bisa dilakukan jika Anda sudah tidak tahan dengan sikap Ibu kompetitif tersebut. Siapa tahu, Ibu kompetitif tersebut tidak menyadari sikapnya pada Anda selama ini, sehingga penting bagi Anda untuk membuatnya sadar.

Penting untuk Diingat!

Penting untuk Anda ingat bahwa tak selamanya sikap kompetitif yang ada di sekitar Anda memberikan dampak buruk. Ada kalanya sikap kompetitif tersebut justru memberikan dampak positif pada kehidupan Anda kedepannya. Misalnya, dengan melihat bahwa seorang Ibu kompetitif berusaha sebaik mungkin merawat buah hati, maka Anda jadi termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Tentunya, jika perubahan tersebut mengarah kepada hal positif mengapa harus dirisaukan?

Perlu diingat bahwa hidup kita bukan masalah menang atau kalah, melainkan masalah bagaimana berhubungan dan saling memberi dukungan positif dengan orang lain. Kebahagiaan yang sebenarnya terletak pada bagaimana kita menghargai diri sendiri dan kehidupan kita.

Jadi, tetaplah fokus pada kesuksesan diri sendiri, anak-anak dan keluarga tanpa perlu bersikap pamer pada orang lain hingga menjadi Ibu kompetitif.

Baca juga:

  1. Apakah Anda Ibu yang Kompetitif? Cek Di Sini
  2. Apakah Tugas Anak Membahagiakan Orangtua?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *