Banner Header Komunitas SOP

Pindah Sekolah Saat Anak Tidak Naik Kelas, Perlu Nggak Sih?

Browse By

Penerimaan rapor sekolah sering membuat anak dan orangtua merasa deg-deg an. Banyak orangtua dan siswa yang bertanya-tanya, kira-kira nilai rapornya berapa? Dapat ranking atau tidak? Naik kelas atau tinggal kelas ya?

Semua kekhawatiran ini wajar kok dialami, mengingat nilai rapor adalah cerminan prestasi anak di sekolah. Nilai rapor juga sebagai media yang digunakan orangtua untuk mengetahui perkembangan anak selama di sekolah. Jadi, rasanya wajar ya jika orangtua merasa khawatir dan sedikit sedih saat nilai anak menurun drastis hingga dinyatakan tidak naik kelas.

Bukan hanya orangtua yang merasa khawatir, anak pun merasa sangat malu menghadapi kenyataan bahwa ia tidak naik kelas seperti teman-teman yang lainnya. Belum lagi jika teman-teman lain cenderung mencibir dan mengejek anak yang tidak naik kelas. Sudah bisa dipastikan, si anak akan merasa tertekan saat masuk sekolah nantinya.

Lalu, apa sih yang harus dilakukan orangtua untuk menghadapi situasi ini? Apakah orangtua perlu protes pada pihak sekolah karena anak tidak naik kelas?

Menghadapi Anak yang Tidak Naik Kelas

  • Harus Berpikir Positif

Cara pertama yang perlu Anda lakukan untuk menghadapi anak tidak naik kelas adalah dengan selalu berpikir positif, baik pada pihak sekolah maupun pada anak. Sebagai orangtua tidak perlu gusar pada pihak sekolah, apalagi sampai menyalahkan guru kelas anak.

Pastikan bahwa Anda tidak membuat anak semakin stres dan terpojok karena dirinya tidak naik kelas.  

Sebaiknya segera tenangkan anak dan berdiskusi dengannya. Katakan pada anak bahwa tidak naik kelas bukanlah akhir dari segalanya. Ingatkan juga bahwa setiap orang pasti pernah gagal, tapi yang terpenting adalah berusaha untuk bangkit dari kegagalan tersebut.

  • Lakukan Dialog dengan Guru

Setelah Anda mengetahui bahwa anak tidak naik kelas, maka segera lakukan diskusi dengan guru kelas anak. Tanyakan secara jelas hal apa saja yang membuat anak sampai tidak naik kelas. Jangan lupa mintalah saran pada guru apa yang seharusnya Anda lakukan agar prestasi anak semakin meningkat dan tidak mengulang tinggal kelas di tahun ajaran mendatang.

Beberapa guru mungkin menyarankan pada Anda untuk memasukkan anak pada kursus mata pelajaran tertentu yang kurang dikuasai oleh anak. Dalam beberapa kasus, guru juga akan bertanya pada Anda bagaimana cara belajar anak saat di rumah untuk memastikan langkah selanjutnya bagi anak agar prestasi belajarnya semakin membaik.

Misalnya, bagi anak yang belajar tapi sambil main gadget, biasanya guru akan meminta Anda untuk membatasi penggunaan gadget pada anak.

  • Beri Anak Semangat Baru

Setelah Anda berpikir positif dan terus berdiskusi intens dengan guru, kini saatnya memberi anak semangat baru.

Pasalnya, anak pasti merasa malu, sedih dan kecewa pada diri sendiri. Nah, tugas Anda sebagai orangtua untuk memberinya semangat dan motivasi belajar baru.

Katakan pada anak bahwa tinggal kelas bukanlah akhir dari pendidikannya. Justru dengan tinggal kelas anak bisa belajar menjadi lebih baik kedepannya. Ingatkan kembali pada anak untuk memperbaiki pola belajarnya.

Bersama anak, susun kembali jadwal belajarnya saat di rumah. Misalnya, apa yang perlu dilakukan anak setelah pulang sekolah, kapan anak harus mengerjakan PR, kapan anak harus belajar untuk menghadapi sekolah keesokan harinya, kapan anak bisa bermain dan kapan anak harus istirahat.

Yang terpenting adalah keterlibatan anak saat menyusun jadwal kegiatan belajarnya di rumah. Tujuannya agar anak ikut bertanggung jawab pada jadwal kegiatannya tersebut dan tidak merasa terpaksa melakukan rangkaian kegiatan yang telah disusun sendiri.

  • Perbaiki Cara Belajar Anak

Setelah Anda menyusun ulang jadwal kegiatan belajar anak setiap harinya, cara selanjutnya untuk menghadapi anak yang tidak naik kelas adalah dengan memperbaiki cara belajar anak. Misalnya bagi anak yang kurang bisa memahami mata pelajaran tertentu, maka Anda bisa memasukkannya pada les tambahan di luar sekolah.

Jangan lupa untuk meminta anak mengulang pelajaran di rumah. Dorong juga anak untuk membuat catatan kecil tentang mata pelajaran tertentu yang bisa dibawa kemana saja dan tentunya bisa dibaca kapan saja.

  • Beri Anak Perhatian Lebih Banyak

Anak yang tidak naik kelas biasanya sudah terlihat pertandanya jauh sebelum penerimaan rapor. Biasanya dipicu karena anak kurang belajar dan lebih banyak bermain atau pada beberapa kasus dipicu karena adanya permasalahan keluarga.

Untuk menghadapi hal ini, Anda perlu memberi perhatian lebih pada anak. Jangan sampai hanya karena permasalahan keluarga anak menjadi korban. Pastikan juga bahwa anak tidak terlalu banyak bermain setelah jam sekolah berakhir. Pada kasus ini, perhatian dari orangtua sangat dibutuhkan bagi anak.

menghadapi anak tidak naik kelas

Perlukah Pindah Sekolah Saat Anak Tidak Naik Kelas?

Banyak orangtua yang kemudian berpikir untuk memindahkan anak ke sekolah lain setelah anak dipastikan tidak naik kelas. Harapannya, di sekolah yang baru anak tidak malu karena ia dianggap “murid baru”. Apakah keputusan ini tepat dilakukan?

Sebenarnya keputusan untuk memindahkan anak ke sekolah lain karena tidak naik kelas adalah keputusan Anda sebagai orangtua. Namun, perlu diingat bahwa memindahkan anak ke sekolah lain bukan masalah yang mudah.

Bukannya ingin menakut-nakuti, tapi tidak semua sekolah mau menerima murid yang tinggal kelas atau memiliki catatan negatif di sekolah asal.

Untuk itu, diskusikan hal ini dengan pihak sekolah secara mendalam. Apabila pihak sekolah mendukung keputusan Anda untuk memindahkan anak ke sekolah lain, mungkin saja ada rekomendasi dari pihak sekolah yang bisa Anda gunakan mendaftar di sekolah lainnya yang ditunjuk. Khususnya apabila pihak sekolah mendukung keputusan Anda memindahkan anak ke sekolah lain karena lingkungan sekolah asal justru membuat anak terjerumus perilaku negatif.

Namun, jangan berharap berlebihan pada sekolah baru yang ditunjuk. Terlebih jika berharap bahwa sekolah baru akan membuat anak naik kelas. Misalnya, di sekolah lama anak harus tinggal di kelas 8, maka jangan berharap jika di sekolah baru anak bisa naik ke kelas 9. Bisa jadi karena berbagai macam pertimbangan, sekolah baru akan tetap memasukkan anak ke kelas 8.

Semua keputusan terkait anak yang tidak naik kelas ada pada orangtua. Apakah akan memindahkan anak ke sekolah lain atau bersama-sama pihak sekolah memperbaiki prestasi anak di sekolah yang sama. Hal yang paling penting untuk dilakukan sebagai orangtua adalah tidak perlu gusar saat anak tidak naik kelas. Sebaliknya, lakukan berbagai macam cara untuk membangkitkan semangat anak agar kegagalan tersebut tidak terulang di tahun ajaran berikutnya.

Baca juga:

  1. Apa yang Salah: Kenapa Anak Menolak Sekolah?
  2. Back To School Blues: Cara Menghadapi “Drama”Masuk Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *