Banner Header Komunitas SOP

Skenario Sekolah setelah Pandemi!

Browse By

Belakangan ini kita mendengar bahwa semua aktivitas akan kembali normal. Masa karantina wilayah pun sudah mulai dilonggarkan di beberapa wilayah. Beberapa orang tua bahkan sudah kembali bekerja di kantor, dan anak-anak akan kembali belajar di sekolah. 

Pertanyaannya kemudian, apa yang akan terjadi pada anak-anak saat masuk sekolah nanti? Cukup amankah belajar di sekolah di tengah wabah yang belum berakhir sepenuhnya? Apa saja langkah yang perlu diambil sekolah untuk menjaga kesehatan murid dan staf sekolah?

Berikut ini beberapa skenario yang mungkin akan ditempuh sekolah saat anak-anak masuk sekolah nanti!

  1. Jaga Jarak & Kebersihan

Skenario pertama yang akan diterapkan oleh sekolah setelah masa pandemi adalah tetap menerapkan “jaga jarak” dan kebersihan tangan. Pihak sekolah tentu akan memberikan aturan jelas pada siswa untuk menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh saat masuk area sekolah. 

Aturan ini tentunya juga berlaku bagi guru dan semua staf sekolah tanpa terkecuali. Tujuannya, apalagi kalau bukan tetap menekan covid-19 terus menyebar luas.  

2. Membatasi Jumlah Siswa 1 Kelas

Jika sebelum pandemi jumlah siswa dalam 1 kelas mencapai 30 ke atas, maka hal ini tak akan bisa dijumpai lagi setelah pandemi nanti. Kemungkinan besar pihak sekolah akan membatasi jumlah siswa dalam 1 kelas tidak lebih dari 12 siswa. 

Skenario dari sekolah ini dilakukan demi menekan covid-19 terus menyebar. Meskipun, anak-anak sangat jarang terinfeksi covid-19, namun di area sekolah ada guru dan staf sekolah yang perlu kita jaga kesehatannya bersama. 

3. Jalankan Sekolah Sistem Shift

Skenario selanjutnya yang akan ditempuh sekolah adalah menerapkan sistem shift bagi para siswa. Kondisi ini berkaitan erat dengan pembatasan jumlah siswa dalam 1 kelas. Bisa jadi, siswa A hanya akan masuk di hari Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan siswa B akan masuk di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Selebihnya, proses belajar bisa dilanjutkan secara virtual di rumah.

skenario keamanan sekolah setelah pandemi

4. Kemungkinan Mulai dari Level Pendidikan Terendah 

Jika Anda menganggap semua siswa dari TK sampai Perguruan tinggi akan masuk serentak, maka mungkin saja Anda salah. Bisa jadi, pemerintah akan memulainya dari level pendidikan paling rendah, yaitu dari PAUD dan SD terlebih dahulu. Kenapa?

Alasannya karena pelajaran di PAUD dan SD, biasanya  hanya diampu 1 guru dalam 1 hari sekolah. Kondisi ini berbeda dengan tingkat SMP, SMA dan Perguruan tinggi yang memungkinkan banyaknya pergerakan dan interaksi dengan banyak orang yang berbeda dalam 1 hari belajar di sekolah.

Meskipun keputusan ini pasti menimbulkan pro dan kontra karena orang tua khawatir bahwa semakin kecil usia anak, semakin sulit anak bisa menjaga kebersihan dan tentu saja sangat sulit bagi mereka untuk terus menggunakan masker selama berada di sekolah. Namun, kita semua masih belum tahu mana yang akan ditempuh oleh pemerintah terkait pilihan ini. 

5. Persiapan Jadwal SFH ke 2

Kita semua tahu bahwa pandemi memang belum berakhir sepenuhnya, namun apa boleh buat kehidupan memang harus terus berjalan. Jika di tengah masa sekolah nanti COVID-19 terus menyebar, maka skenario terbaik yang akan ditempuh sekolah adalah meminta anak-anak untuk belajar kembali di rumah atau SFH ke 2.

6. Perbedaan Pendapat dan Aturan di Masing-Masing Sekolah

Bisa dipastikan bahwa saat aturan untuk belajar di sekolah kembali diterapkan akan ada perbedaan pendapat antara orang tua dan pihak sekolah. Ada yang setuju untuk kembali belajar di sekolah dan ada juga pihak yang kurang setuju. Kondisi ini membuat ada beberapa sekolah yang sudah masuk dan ada beberapa sekolah yang masih mengizinkan siswanya untuk belajar di rumah.

7. Tidak ada Pelajaran Olahraga & Pertemuan Ortu

Skenario selanjutnya yang mungkin akan ditempuh sekolah adalah meniadakan pelajaran olahraga dan pertemuan orang tua murid sampai batas waktu yang belum ditentukan. Beberapa sekolah mungkin saja mengizinkan pelajaran olahraga namun dengan jumlah murid yang dibatasi, misalnya 5 murid dalam 1 tempat yang sama. 

8. SFH Tetap Berjalan

Meskipun sekolah sudah berjalan, SFH mungkin saja masih diterapkan oleh beberapa sekolah. Inilah skenario yang mungkin ditempuh sekolah demi mengurangi interaksi para siswa sampai vaksin COVID-19 ditemukan.

9. Adanya Treatment Kesehatan Mental Bagi Anak-Anak

Trauma pada anak-anak selama masa pandemi sangat mungkin terjadi. Maka penting bagi sekolah memberikan treatment kesehatan mental bagi anak-anak saat masuk sekolah nanti. Inilah skenario terbaik yang bisa sekolah tempuh saat anak-anak mulai diizinkan belajar di sekolah kembali. 

Baca Juga:

  1. 5 “Drama Parenting”, Saat Masuk Sekolah Setelah Pandemi
  2. Wajib Tahu: ini Ramalan Gaya Hidup setelah COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *