Banner Header Komunitas SOP

Melindungi Anak dari Bullying di Kelas

Browse By

Maraknya kasus bullying di sekolah membuat orang tua harus memberikan perhatian ekstra kepada buah hatinya. Meskipun terkadang terlihat sepele, bullying bisa menjadi sesuatu yang berbahaya karena bisa merenggut rasa kepercayaan diri si anak. Anak-anak korban bullying biasanya akan menutup diri bahkan kepada orang tuanya. Bagaimana kita tahu bahwa anak kita telah menjadi korban bullying?

 

Apa itu Bullying?

Bullying di sekolah secara sederhana bisa diartikan sebagai aksi penindasan kepada teman sekolah  yang dianggap lebih lemah. Bentuk penindasan ini bisa bermacam-macam, mulai dari pelecehan verbal berupa mengejek atau meledek hingga kekerasan fisik. Anak-anak yang terbiasa mengejek temannya akan meningkat menjadi teror secara fisik apabila tidak langsung diingatkan.

 

Mengapa Anak-Anak Bisa Melakukan Bullying?

Bullying secara tidak sadar sudah menjadi tradisi yang mengakar di sekolah. Awalnya, anak-anak hanya mengejek anak lain. Namun, belakangan ini, kasus bullying sudah semakin parah hingga ke bentuk kekerasan fisik. Mengapa anak-anak bisa melakukan bullying? Anak mengganggu anak-anak lain karena berbagai alasan. Di usia mereka yang masih duduk di sekolah dasar, alasan utama mereka adalah mencari perhatian dari teman dan orang tua mereka. Alasan lainnya adalah karena merasa punya kuasa untuk memegang kendali anak lain. Lalu, banyak juga anak-anak yang meniru adegan bullying dari orang dewasa atau program televisi.

 

Efek Bullying di Sekolah

Bullying di sekolah mempunyai efek jangka panjang baik pada si korban maupun si penindas. Untuk korban, bullying yang mereka alami bisa merampas kepercayaan diri mereka. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang tertutup dan tidak percaya diri. Sementara untuk si penindas, perilaku tersebut bisa menjadi kebiasaan sehingga meningkatkan ego mereka untuk menikmati perbuatan menindas orang lain.

 

Efek bullying yang nyata adalah si korban akan merasa trauma dan takut pada dunia sekolah. Hal ini akan meningkatkan kecenderungan untuk putus sekolah. Lalu, beberapa anak yang terbiasa melakukan penindasan di sekolah nantinya bisa menjadi orang dewasa yang kejam, bahkan menjadi penjahat.

 

Sebagai orang tua, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kita. Menjadi korban atau pelaku bullying sama buruknya untuk perkembangan mereka. Untuk itu, kunci utama untuk melindungi anak dari kasus bullying adalah mendidik mereka dengan cara yang benar dan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *