Banner Header Komunitas SOP

Ajarkan Anak Minta Maaf dengan Benar

Browse By

“Ayo, dek minta maaf kan adek yang salah.”

“Sana minta maaf dulu, nanti Nayla tidak mau jadi temanmu lagi loh.”

“Minta maaf dulu, gih.”

——————————————————————————————————–

Nampak tidak asing dengan beberapa perintah di atas? Ya, banyak dari orangtua yang seringkali meminta anak-anak untuk minta maaf pada orang lain. Alasan sederhananya ya karena anak salah. Tujuan utamanya agar anak memahami bahwa tindakannya kurang tepat.

Tapi, tepatkah cara yang selama ini Anda ajarkan pada anak? Dan, apakah anak sudah mengerti tentang kekeliruannya? Lalu, bagaimana dengan sikapnya keesokan hari, masihkah anak-anak melakukan kesalahan yang sama?

Kondisi inilah yang selalu menjadi issue bagi Parents. Kondisi dimana orang tua ingin melatih kedisiplinan anak-anak dengan cara mengajarkan anak meminta maaf jika melakukan perbuatan yang kurang tepat.

Memang tidak ada yang salah dengan semua ini. Sayangnya, masih banyak orang tua yang mengeluh, bahwa permintaan maaf anak-anak nyatanya tidak diikuti dengan perilakunya yang berubah. Artinya, anak-anak masih mengulangi perbuatan kurang tepat tersebut. Lalu bagaimana mengajarkan anak minta maaf dengan baik dan tepat?

Nah, sebelum kita mempelajari lebih lanjut bagaimana mengajarkan anak meminta maaf dengan benar, sebaiknya pahami dulu apa saja yang ingin Anda sampaikan dari meminta anak untuk minta maaf? Apa saja yang ingin Anda ajarkan pada anak saat memintanya minta maaf?

Apa Saja yang Ingin Diajarkan Pada Anak Saat Anak Minta Maaf?

Setiap orangtua memiliki tujuan tertentu saat mengajarkan anak memahami suatu hal. Tak terkecuali dengan meminta maaf. Apa saja yang ingin orangtua ajarkan pada anak saat meminta anak untuk minta maaf?

  • Orangtua ingin mengajarkan bahwa “meminta maaf” adalah salah satu cara menyelesaikan masalah dengan bijak.
  • Orangtua ingin mengajarkan anak cara mengontrol atau mengendalikan diri.
  • Orangtua ingin mengajarkan pada anak bahwa tindakannya kurang tepat dan merugikan orang lain.

Bagaimana Mengajarkan Anak Minta Maaf dengan Benar?

  • Gunakan Role Model dengan Benar

Sebaiknya gunakan role model atau contoh perilaku untuk mengajarkan anak meminta maaf. Perilaku meminta maaf yang Anda ajarkan pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan sederhana sehari-hari.

Misalnya, saat Anda tidak sengaja mengikat rambut anak terlalu kencang sehingga ia merasa kesakitan, maka katakan minta maaf padanya dengan tulus. Sebagai contoh, “Maaf ya dek, mama ngikat terlalu kencang, mama tidak sengaja”.

Jika perilaku ini terus saja Anda latih pada berbagai situasi dengan anak, maka tanpa disuruhpun, saat anak melakukan perilaku yang kurang tepat, ia dengan senang hati akan minta maaf.

  • Kenalkan Anak pada Berbagai Macam Perasaan

Penting bagi Anda untuk mengenalkan pada anak tentang berbagai perasaan. Misalnya, saat anak sedang marah-marah, dan mulai melontarkan kalimat negatif pada Anda. segera dekati anak Anda, peluk dia dan katakan “Mama tahu adek sedang marah dan jengkel, sini Mamah peluk dulu supaya lebih tenang.”

Segera, setelah anak tenang, segera jelaskan pada anak tentang perasaan marahnya tersebut. Tambahkan bahwa setiap orang pasti pernah marah dan jengkel terhadap sesuatu sehingga melakukan perbuatan kurang tepat. Namun banyak orang yang berhasil mengatasi kemarahannya tersebut dengan menenangkan diri dan meminta maaf pada orang lain yang ia sakiti.

  • Berikan Pilihan dan Ide Pada Anak

Cara lainnya untuk mengajarkan anak meminta maaf dengan benar adalah memberinya pilihan dan ide. Pilihan dan ide tersebut bisa dimulai dengan berbagai pertanyaan. Misalnya, saat anak merobek buku cerita temannya, mungkin karena pertengkaran kecil diantara keduanya. Maka tanyakan pada anak beberapa hal berikut:

  • “Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat Nayla tidak sedih lagi?”
  • “Maukah kamu minta maaf karena sudah menyobek buku ceritanya?”

Anda juga bisa memberinya ide untuk minta maaf dengan cara mengatakan bahwa “Saat kamu siap minta maaf padanya, pasti dia akan sangat senang dan tidak sedih lagi.”

  • Kenalkan Anak Pada Perasaan Bersalah Lewat Buku

Meminta maaf akan dilakukan dengan sendirinya jika seseorang merasa bersalah. Hal inilah yang perlu Anda tekankan pada anak. Untuk itu, mulai kenalkan anak pada perasaan bersalah melalui buku cerita. Pilihkan buku cerita dengan tema minta maaf, dan ajak anak membacanya bersama-sama. Melalui buku cerita tersebut, Anda bisa mengajarkan anak meminta maaf dengan lebih mudah.

  • Ajarkan Secara Konsisten dan Terus Menerus

Mengajarkan anak sesuatu seharusnya dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak melupakan bagaimana ia minta maaf. Agar minta maaf ini bisa Anda ajarkan pada anak secara konsisten, maka libatkan aktivitas minta maaf dalam kehidupan sehari-hari.

Anda bisa mencontohkan meminta maaf pada anak di mana saja. Misalnya di rumah, di sekolah, saat mengunjungi saudara dan lain sebagainya.

Mengajarkan anak untuk minta maaf dengan benar memang masih menjadi tantangan bagi sebagian besar orangtua. Nah, beberapa langkah di atas patut dicoba agar anak mampu meminta maaf, bahkan tanpa diminta oleh Anda. Jangan lupa lakukan secara konsisten agar anak lebih mudah memahami bagaimana meminta maaf dengan benar pada orang lain.

Baca juga:

  1. Langkah Berbaikan Setelah Marah Pada Anak
  2. Kenapa Anakku Tidak Punya Teman? Cara Atasi Anak yang Dijauhi Teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *