Banner Header Tanya Ahli SOP

Cara Ayah Membangun Ikatan dengan Bayi

Browse By

Apakah Anda seorang ayah baru yang bekerja full time? 

Seberapa sering Anda menyempatkan waktu untuk memandikan atau menidurkan bayi Anda? Atau mungkin berjemur di pagi hari bersamanya?

Jika belum pernah, atau jarang melakukan hal-hal itu, mungkin sekaranglah saatnya Anda membuat jadwal untuk melakukannya. Sebab, itu adalah kegiatan-kegiatan kecil yang dapat membangun bonding atau ikatan yang baik untuk Ayah dan bayinya.

James Di Properzio, seorang ayah dari empat orang anak dan penulis buku The Baby Bonding Book for Dads menyebutkan bahwa zaman sekarang para ayah mempunyai semangat yang tinggi dalam mengasuh anak-anaknya. Bahkan sekitar 25% ayah di Kanada mengambil semacam cuti sebagai orang tua meskipun hanya untuk beberapa minggu, dan angka itu terus meningkat.

Anda bisa meluangkan waktu bersama keluarga, atau mungkin bisa meluangkan waktu di akhir pekan. Namun jika Anda ingin memiliki ikatan yang kuat dengan bayi Anda yang baru lahir, berikut beberapa tips untuk membangun ikatan emosional dengan si kecil:

  • Jangan meremehkan pentingnya pelukan

Setiap kesempatan untuk berpelukan itu sangat berharga, kata Properzio. Bahkan jika itu hanya sebentar setelah berganti pakaian. “Kontak tatap muka itu sangat penting,” katanya. Perasaan aman yang diberikan oleh kedekatan fisik sama pentingnya. Jika Anda dapat melakukan sesi cuddle dari kulit ke kulit (skin to skin) dengan posisi bayi berbaring di dada Anda, itu jauh lebih baik.

  • Jaga bayi Anda pada malam hari

Memberikan pasangan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ia juga memerlukan waktu untuk dirinya sendiri. Dan ketika malam tiba, Anda bisa menghabiskan waktu berdua bersama dengan bayi Anda.

  • Libatkan diri pada saat pemberian susu dan penggantian popok

Jika bayi Anda diberikan susu melalui botol, maka ini bisa jadi kesempatan Anda. Dan ini bisa jadi membantu Istri Anda. Umumnya bayi bangun dari tidurnya karena mencium bau susu dan mereka merasa bahwa dirinya lapar, namun bisa jadi mereka hanya butuh ditepuk-tepuk atau digendong saja.

Cara bangun ikatan bayi dengan Ayah

  • Bangun bersamaan dengan bayi Anda untuk menghabiskan waktu bersama

Bayi biasanya memiliki mood yang baik pada pagi hari dibandingkan waktu sore hari ketika Anda pulang dari kerja. Temani bayi Anda di pagi hari setelah meminum ASI dan biarkan pasangan Anda beristirahat sejenak. Bukan alasan untuk tidak sarapan karena Anda mengasuh bayi Anda. Anda bisa menggendongnya atau meletakkannya di atas kereta bayi lalu makan sarapan pagi seperti biasa. Namun pastikan bahwa bayi Anda masih dalam pengawasan. Di sini adalah waktu Anda untuk membangun ikatan emosional dengan si kecil.

  • Hibur bayi Anda ketika mereka terlihat kesusahan

Ikatan dengan bayi Anda saat mereka sedang gembira atau tenang tenty bagus secara teori, tetapi itu bukan kenyataan.

“Ikatan emosional juga berlaku saat bayi menangis,” kata Hogan Hilling, penulis Rattled: What He’s Thinking When You’re Pregnant. Kemampuan Anda untuk menghadapi saat-saat menantang sangat penting untuk menjadi orang tua yang percaya diri, jadi belajarlah untuk tidak takut dalam menghadapi kerewelan.

Memang menghadapi bayi yang rewel bukanlah hal yang mudah. Tetapi jangan langsung menyerahkan bayi Anda kepada pasangan. Bertekadlah untuk menunjukkan sikap “Jangan khawatir, Ayah paham kok.” dengan tenang. 

Anda mungkin harus menghiburnya dengan wajah atau lagu yang menenangkan. Beberapa bayi merasa tenang dengan suara lembut (seperti pengering rambut atau kipas kompor). 

Dan percayalah: Kesabaran dan selera humor yang Anda manfaatkan selama beberapa bulan pertama ini sebagai seorang ayah juga akan berguna dalam satu atau dua tahun, saat Anda harus menjadi ahli dalam mengatasi dan mencegah tantrum pada balita. Ikatan dengan bayi Anda saat mereka bahagia dan manis itu bagus jika dilihat secara teori, tetapi itu teori tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Baca Juga:

  1. Menenangkan Bayi Menangis, Tips untuk Ayah!
  2. Bayi Bisa Mengenali Ibunya, Bagaimana Caranya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *