Banner Header Komunitas SOP

Bagaimana Cara Menstimulasi Anak Speech Delay?

Browse By

Pertanyaan:

Ibu Khalidah:

Putri saya Adeebah, usia 5 tahun, sampai saat ini belum lancar bicara. Terkadang saya sampai bingung, dengan cara apalagi ? Satu tahun terapi wicara alhamdulillah ada perubahan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya break karena saya melahirkan adiknya. Mohon bimbingannya.

Kata-kata yang sering diucapkan putri saya seperti Mama, Abah, Adek, Nenek, Atuk, mimik, maem, jajan, es, teh, bobok, ngaji, upin ipin, renang, bebek, dll.

Banyak sebenarnya, hanya saja dalam bentuk kalimat masih terasa susah. Kemarin baru saja bilang, Mama teh kakak beyum abis. Mama, adek ais intak mimik. Abah, au es.

Jawaban Ahli:

Halo Parents, terima kasih telah sharing dengan kami.

Untuk Adeebah, Ibu Khalidah sebenarnya sudah melakukan langkah awal yang tepat dengan membawanya ke terapis. Ada baiknya dilanjutkan terapi wicaranya sampai anak bisa berkomunikasi dengan baik. Akan tetapi, jika memang tidak memungkinkan untuk membawa anak ke terapis, orangtua dan keluarga di rumah sebenarnya bisa melakukan terapi sendiri.

Apa yang harus dilakukan?

1. Memperbaiki Tata Kalimat

Ibu atau keluarga bisa mulai memperbaiki tata kalimat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak sebenarnya sudah menguasai banyak kosa kata, tetapi belum bisa menyusun kalimat dengan benar. Untuk itu, mulai biasakan anak untuk mengucapkan satu kalimat secara utuh, misalnya “Kakak inum”. Perbaiki kalimat anak sesuai maksudnya. Apakah “Kakak mau minum?” atau “Kakak belum minum?”.

Lalu, apabila anak salah dalam mengucapkan kalimat tertentu, Anda harus segera memperbaikinya saat itu juga. Lalu, minta anak untuk mengucapkan kalimat yang benar.

2. Jangan Menirukan Kata atau Kalimat yang Salah

Anak-anak memang belum bisa berbicara sefasih orang dewasa. Hal ini sangat wajar karena mereka masih dalam tahap belajar berbahasa. Meski begitu jangan menirukan kata-kata yang salah. Misalnya, anak mengucapkan “Kakak inta.” Lalu, orangtua menjawab dengan logat yang sama “Inta apa aa?”.

Anda mungkin berpikir bahwa akan sangat lucu menirukan logat si kecil. Akan tetapi, ini justru akan membingungkannya. Anak kebingungan mana kalimat yang benar dan mana kalimat yang salah.

3. Menguatkan Fonem Billabial

Fonem billabial adalah huruf-huruf yang dibentuk dari bibir bawah dengan bibir atas, yaitu “b”, “p” “m”. Ajarkan anak untuk mengucapkan fonem-fonem tersebut secara benar. Misalnya, “mama”, “minum”, “paku”, “baru”, dan lain sebagainya.

Nah, saat mencontohkan kata-kata tersebut, anak juga harus melihat bahwa ada penekanan antara bibir bawah dengan bibir atas sehingga bisa menghasilkan huruf “b”. “p”, dan “m”.

5. Konsultasi Berkala dengan Terapis

Anak-anak yang mengalami speech delay memang sebaiknya dibawa ke terapis. Jika memang tidak memungkinkan untuk melakukan terapi secara rutin, Anda bisa mengambil program tertentu yang memungkinkan Anda untuk memberikan terapi sendiri di rumah. Dengan begitu, setidaknya ada yang mengontrol perkembangan bicara anak.

Konsultasikan perkembangan tersebut kepada terapis untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus ditempuh untuk meningkatkan kemampuan bicara anak. Konsultasi secara langsung bisa menentukan ketepatan terapi yang diberikan kepada anak.

Demikian sedikit saran yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa membantu ya, Bu.

Tunggul Endro Handojo

Founder Sekolah dan Asrama Yogasmara (Sekolah ABK)

Baca Juga:
  1. Speech Delay atau Autis?
  2. Apa Penyebab Anak Mengalami Speech Delay?
  3. Tanda-Tanda Anak Mengalami Speech Delay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *