Banner Header Komunitas SOP

Main di Luar Ruangan itu Asyik!

Browse By

Pernah merasa kesusahan saat mengajak anak main di luar ruangan dan mereka memilih main ponsel?

Ya, sekarang ini anak-anak lebih suka main di dalam rumah daripada di luar ruangan, terutama anak-anak yang sedari kecil tidak pernah diajak bermain di luar, atau malah ditakut-takuti kalau main di luar rumah bisa ada yang menculik, kotor, bahaya, dll.

Jika awalnya seperti itu, mereka pasti lebih memilih bermain dengan gadget mereka daripada bermain di alam. Padahal bermain dengan gadget tidak sama dengan bermain di luar ruangan yang banyak gerakan fisik. Lalu, Apa dampak buruknya? Anak-anak yang tidak banyak bergerak sangat rentan terkena obesitas.

Padahal untuk anak-anak usia dini, main di alam terbuka sangat bagus untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar mereka. Tak hanya itu, mereka juga bisa mengenal alam secara dekat. Sudahkah Anda membawa anak-anak bermain di luar ruangan? Jika belum, pertimbangkan lagi beberapa hal berikut ini.

Manfaat Main di Luar bagi Anak-Anak

Ada sederet manfaat penting mengajak anak-anak bermain di luar ruangan. Barkan mereka menikmati hujan selama beberapa saat. Biarkan mereka berlarian di rumput, atau tangan kotor kena pasir dan debu.Biarkan mereka bertemu anak-anak lain dan bermain bersama. Jangan terlalu membatasi.

Dengan cara inilah mereka belajar mengenal alam dan mengembangkan diri. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan pengawasan dan bantuan yang sewajarnya.

Nah, apa manfaat bermain di luar ruangan?

1.  Melatih Ketrampilan Bersosialisasi

Saat anak-anak main di luar rumah, mereka mungkin akan menemui banyak orang, entah itu anak-anak yang sebayanya, lebih kecil atau lebih tua. Manfaatkan hal ini untuk melatih kemampuan sosialisasinya. Jangan ragu untuk mengenalkan anak kepada anak-anak lain.. Awalnya mungkin anak akan malu-malu atau sedikit ragu, lama kelamaan mereka pasti akan terbiasa.

Anak-anak yang mampu bersosialisasi dengan baik akan tumbuh dengan rasa percaya diri, dan tentu ini hal positif perkembangan mental anak.

2.  Mengembangkan Kemampuan Fisik

Saat bermain di luar, ada banyak aktivitas fisik yang bisa anak-anak lakukan. Mereka tidak hanya sekedar bergerak. Anak-anak akan belajar koordinasi kemampuan motorik kasar seperti berlari, naik tangga, melompat, dsb. Anak-anak juga cenderung lebih lincah saat bermain di luar yang nantinya dapat mempengaruhi kelincahan dalam berpikir. Banyak bergerak juga bisa membuat anak lebih sehat dan terhindar dari obesitas. Kesehatan jelas menjadi modal utama untuk semua pertumbuhan dan perkembangan anak.

3.  Mengembangkan Kemampuan Bereksplorasi

Saat bermain di luar, terutama di alam, wawasan anak akan lebih berkembang. Mereka bisa mengenal alam secara lebih dekat. Di sisi lain, anak-anak juga bisa mendapat pandangan lain dari lingkungan tempat mereka bermain. Luasnya wawasan anak sangat mungkin meningkatkan keluasan minatnya. Hal ini akan mendorong anak untuk bereksplorasi dan meningkatkan rasa ingin tahunya.

Manfaat Main di luar rumah

4.  Mengenal Berbagai Macam Emosi

Saat anak-anak bermain di luar bersama teman-temannya, mereka akan belajar menghadapi berbagai emosi (senang, sedih, malu, marah, haru, bersalah, dan lain sebagainya). Saat anak-anak mengalami masalah saat bermain, mereka pun akan belajar mengatasinya sendiri. Bermain di luar rumah pun bisa melepaskan tekanan emosi anak sehingga bisa mengusir emosi negatif , termasuk stress yang ia punya.

5.  Mengembangkan Kemampuan Bahasa    

Anak-anak akan mendapatkan banyak kosakata baru saat bermain di luar ruangan bersama teman-temannya. Mereka juga akan belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan teman-temannya. Pada poin ini, pastikan anak-anak berada di lingkungan yang baik ya, Parents. Jangan sampai anak-anak terbawa pengaruh buruk (misal, kata-kata kasar) dari lingkungannya.

Bagaimana jika Anak Menolak Berhenti Bermain?

Bermain di luar memang sangat mengasyikkan. Banyak sekali anak-anak yang tidak ingin berhenti bermain karena saking asyiknya. Kebanyakan orangtua pun merasa bingung bagaimana cara mengajak mereka berhenti bermain.

Pada dasarnya, instruksi untuk mengajak anak berhenti bermain harus diberikan dengan jelas. Katakan kapan mereka harus menyudahi bermain. Misalnya dengan kalimat, “Tiga kali lagi ya main ayunannya. Habis itu kita pulang, ya.” Jangan mengucapkan kalimat tidak jelas seperti “Sebentar lagi kita udahan mainannya ya, nak.” Anak-anak akan bingung maksud kata “sebentar lagi”.

Sebisa mungkin selalu dampingi anak-anak ketika main di luar. Anak balita tidak tahu mainan apa yang cocok untuknya. Pastikan mainan yang dimainkan aman untuk anak.

Yuk, Parents, ajak anak main di luar. Mari kita buat anak kita merasakan manfaat main di luar!

Baca Juga:

  1. Main Gadget VS Main Bersama Ibu
  2. 10 Aturan yang Perlu Dipatuhi Para Ibu Saat Playdate

Rekomendasi Kelas Online Bersama Ahli : Sonia Utari Alatan., M.Psi, Psikolog

  1. Bermain Untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *