Banner Header Tanya Ahli SOP

Indonesia Darurat Perokok Usia Dini

Browse By

Indonesia adalah negara ke 4 dengan penduduk terbesar di dunia. Sebagai negara dengan jumlah populasi yang cukup besar, mata dunia sedang menyoroti kita saat ini. Bukan karena keindahanya tapi karena tingginya jumlah perokok usia dini di Indonesia.

Dilansir dari situs republika.co.id, Indonesia menempati urutan pertama di ASEAN sebagai negara dengan jumlah perokok paling tinggi. Dengan persentase sebesar 46,16 % dari keseluruhan penduduk negara ASEAN.

Bisa dikatakan 2 dari 3 pria di Indonesia adalah perokok yang sudah mulai merokok sebelum usia 10 tahun. Jumlah perokok di Indonesia pun semakin meningkat. Data dari abcnews.go.com bahkan balita usia 2 – 10 tahun di Indonesia pun sudah merokok.

Aldi adalah salah satu dari balita perokok yang pernah viral videonya 7 tahun lalu. Kala itu, Aldi yang berusia 2 tahun mengaku bisa menghabiskan 40 batang rokok dalam sehari. Kisahnya pun diliput beberapa media asing.

Di Indonesia angkak perokok di bawah 18 tahun naik dari 7,2% -8,8% selama 2013-2016.  Sedang data dari Atlas Pengendalian Tembakau di ASEAN mengungkap, lebih dari 30 persen anak Indonesia merokok sebelum usia 10 tahun. Mirisnya, orang tua merasa sulit menghentikan kebiasaan buruk anak mereka.

Apa yang Menyebabkan Anak-anak Merokok?

1. Pengaruh Lingkungan Yang buruk

Penyebab utama bayi dan anak-anak merokok adalah pengaruh lingkungan yang buruk. Ya lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Anak- anak dalam masa meniru. Sehingga banyak hal yang ditiru oleh anak dari hal positif sampai negatif. Tak terkecuali merokok.

Di banyak kasus, terutama di pedesaan, perokok usia dini umumnya karena melihat orang merokok, mereka meniru. Bahkan ada yang diajarkan merokok oleh orang dewasa di lingkungannya.

2. Tingginya Rasa Ingin Tahu

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Hal ini pun sudah sangat wajar. Namun tingginya rasa ingin tahu ini harus diikuti dengan pengawasan ketat dari orangtua. Pengawasan dari orangtua akan sangat membantu anak untuk memilah mana hal baik yang harus diikuti dan mana hal buruk yang harus dihindari.

3. Orangtua sebagai role model

Ya,orangtua adalah role model atau contoh pertama anak – anak kita. Karena rata-rata anak menghabiskan waktu lebih banyak bersama orang tua mereka, bukan? Bagaimana anak bisa terhindari dari kebiasaan merokok jika orangtua sendiri memberi contoh merokok saat di rumah?

4. Merokok Dianggap Wajar dan Biasa

Banyak dari kita yang tidak terganggu melihat orang lain merokok. Merokok memang dianggap sebagai hal yang wajar bagi orang Indonesia. Karena anggapan inilah, saat melihat anak-anak dan remaja yang merokok banyak dari kita yang terkesan tidak peduli.

5. Tingginya Iklan Rokok

Maraknya iklan rokok di Indonesia menjadi penyumbang tingginya jumlah perokok khususnya anak-anak. Parents bisa menjumpai semua jenis iklan rokok di televisi, koran, majalah spanduk-spanduk dan baliho di jalan raya. Bahkan, iklan rokok menjadi sponsor utama konser-konser musik yang banyak ditonton oleh anak-anak muda di Indonesia.

6. Harga Rokok yang Murah

Harga rokok di Indonesia tergolong murah. Semua lapisan masyarakat mampu membelinya. Hal ini juga yang mengakibatkan bahkan anak-anak mampu membeli dengan uang saku yang mereka peroleh.

Kasus yang sama terjadi pada Dihan. Bayi perokok asal Jawa Barat yang membeli rokok hanya dengan harga Rp. 500 per batang.

Dengan banyaknya jumlah perokok di Indonesia, angka kesehatan di Indonesia pun semakin menurun karena rokok. Dilansir dari pri.org, terdapat 240 ribu orang meninggal karena rokok di tahun 2013. Hal ini berarti 27 orang meninggal per jam karena rokok. Jumlah ini diketahui lebih banyak dari jumlah orang meninggal karena narkotika.

Rokok jelas berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Memang tidak secara langsung. Namun bisa membunuh secara perlahan.

Lalu penyakit mematikan apa saja yang timbul akibat rokok?

1. Kanker Paru-Paru

Ya kanker paru adalah penyakit utama yang timbul karena rokok. Penyakit ini menyerang orang-orang yang menghisap asap rokok. Gejala awal yang timbul adalah batuk ringan yang lama kelamaan menjadi berat.

Batuk ini disertai turun nya berat badan dan sesak napas. Menurut studi 1 diantara 5 orang yang berhasil sembuh dari penyakit ini. Sedangkan yang lain meninggal.

2. Jantung Koroner

Penyakit ini biasanya menyerang orang tua. Tapi saat ini banyak anak muda yang meninggal akibat penyakit ini. Penyebab utamanya karena rokok. Penyakit jantung tergolong sulit disembuhkan karena pemicu kematian mendadak (sudden death)

3. Gangguan kesuburan

Rokok penyumbang gangguan kesuburan baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki, rokok menyebabkan kualitas sperma menurun drastis. Sedangkan bagi wanita rokok menyebabkan indung telur tidak bisa mengeluarkan sel telur pada waktunya

4. Bayi Prematur dan Kecerdasan Rendah

Rokok sangat berbahaya bagi ibu hamil. Janin pada ibu perokok tidak bisa tumbuh optimal, perkembangan otaknya pun terganggu. Akibatnya bayi lahir prematur dan kecerdasan nya rendah.

Begitu bahayanya rokok bagi kesehatan kita Parents. Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak bukan? Lalu apakah kebiasaan merokok ini bisa kita minimalisir?

Tentu saja bisa, dengan melakukan langkah kecil dengan dampak yang besar tiap hari nya.

Menyelamatkan anak dari kebiasaan merokok. Apa saja langkah nya?

1. Awasi Anak Parents

Hal utama yang harus dilakukan Parents adalah dengan mengawasi anak. Awasi lingkungan bermainnya. Awasi teman-temanya. Jangan biarkan anak terpengaruh orang lain untuk merokok. Namun Parents juga harus melakukan pengawasan sewajarnya.

2. Ajarkan Anak Tentang Kesehatan Diri

Ajari anak tentang bahaya rokok dan sebab akibatnya. Parents memberikan penjelasan dengan bersama membaca buku anak, atau menonton video tentang bahaya rokok, tentu pilih video yang sesuai dengan usia anak.

3. Pilih Sekolah dengan Disiplin Tinggi

Cegah anak dari pengaruh merokok dengan memasukan ke sekolah yang memiliki disiplin tinggi. Dengan begitu pengawasan pun bukan hanya di lingkungan rumah namun juga di lingkungan sekolah.

4. Mengajarkan Kontrol Diri

Anak-anak yang punya kontrol terhadap dirinya sendiri, akan lebih susah terpengaruh, bahkan ketika ada tekanan dari teman-teman sebayanya. Dengan rasa ingin tahu yang besar, anak-anak yang punya kontrol diri akan menemukan cara yang tepat dan benar untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

5. Tingkatkan Harga Rokok Sebagai Solusi Jangka Panjang

Setidaknya terdapat 3 manfaat yang akan diperoleh dengan naiknya harga rokok.

  • Kesempatan anak membeli rokok semakin kecil
  • Keluarga ekonomi rendah diharap bisa mengalihkan belanja untuk biaya pendidikan dan perbaikan gizi keluarga
  • APBN pemerintah semakin meningkat

Ketua Yayasan Lentera Anak dalam sebuah artikel di beritasatu.com mengimbau pemerintah menaikkan harga rokok menjadi Rp. 50.000 per bungkus dan melarang penjualan secara eceran. Dengan begitu diharapkan anak usia dini tidak mampu membeli rokok.

Merokok memang buruk bagi kesehatan. Parents bisa mengambil langkah di atas untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya rokok. Pengawasan dari orangtualah yang paling penting dalam hal ini.

Baca Juga:
  1. Cara Jitu Bantu Suami Berhenti Merokok
  2. Anak Berbuat Salah? Ini yang Harus Parents Lakukan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *