Banner Header Tanya Ahli SOP

Sleep Training untuk Balita: Do’s & Don’ts

Browse By

Dalam masa transisi bayi menuju balita, jam tidur mereka juga mengalami perubahan. Meskipun bayi Anda dulunya mudah untuk tidur, namun mungkin saja Anda perlu melakukan beberapa “latihan” tidur agar semua orang di rumah juga memiliki waktu tidur malam yang berkualitas. Sleep training memang terdengar aneh dan tidak biasa, tetapi dengan beberapa do’s dan don’ts ini Anda dapat mengetahui betapa perlunya pelatihan ini dilakukan.

Berapa jam waktu yang dibutuhkan balita untuk tidur ?

Sebelum mulai melakukan sleep training, Anda perlu mengetahui berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk tidur. Kebanyakan balita membutuhkan waktu 12 sampai 14 jam per hari, termasuk waktu untuk tidur siang. Ketika bayi mulai bertumbuh menuju usia balita, mereka akan cenderung memiliki waktu tidur siang yang lebih pendek. Hal ini menyebabkan waktu tidur menjadi berubah, sebab mereka akan mengalami kesusahan tidur di malam hari.

Meskipun balita yang berusia lebih muda mungkin masih tidur siang dua kali per hari, sebagian lainnya akan tidur siang atau bahkan sama sekali. 

Saat mereka beralih ke tidur siang yang lebih sedikit atau lebih pendek, hal ini tidak jarang membuat waktu tidur menjadi lebih rumit karena anak-anak yang kelelahan dapat lebih sulit untuk tidur. Di sinilah sleep training diperlukan

Apa itu Sleep Training ?

Merupakan istilah umum untuk membantu anak Anda belajar tidur atas kemauan mereka dan mereka bisa kembali tidur dengan mudah jika terbangun tengah malam. Ada banyak metode untuk melakukan sleep training, jadi Anda tidak perlu khawatir atau takut jika anak Anda menangis selama proses training ini. Salah satunya adalah metode pop out.

Apa Sih Metode Pop Out  ? 

Bagi balita yang saat bayi terbiasa digendong atau diayun ketika akan tidur, metode pop out dapat dicoba untuk melakukan sleep training. Anda bisa meletakkan balita di atas kasur sambil menghabiskan beberapa saat membacakan cerita atau bernyanyi. Biarkan mereka mengantuk dan “pop out “  alias menghilanglah dari kamar selama beberapa menit. 

Biarkan juga mereka tahu bahwa Anda akan kembali ke kamar (pergi ke kamar mandi bisa menjadi salah satu alasan), namun benar-benar kembalilah ke kamar. 

Ketika Anda sudah kembali ke kamar, tunggu beberapa menit kemudian keluarlah lagi. Lakukan hal ini berulang sampai mereka benar-benar tertidur ketika Anda pergi. Ini bisa membantu mereka membangun kebiasaan tidur tanpa sentuhan fisik, sensasi gendongan atau ayunan.

Apa yang Perlu Jadi Perhatian Selama Melakukan Sleep Training ? 

  • Hilangkan perasaan bersalah ketika melakukan sleep training

Tidur adalah satu hal yang penting bagi orang tua dan balita, jadi niat untuk membiasakan anak tidur dengan jadwal yang rutin adalah ide yang bagus!
Tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa sleep training membahayakan anak dalam jangka waktu yang panjang maupun pendek. Justru sleep training memberikan kebaikan bagi anak dan sekaligus orang tuanya. Maka, Anda tak perlu merasa bersalah karenanya.

  • Bantu mereka melakukan transisi ranjang

Apakah Anda mengganti ranjang bayi yang sempit menjadi ranjang anak-anak yang lebih besar?

Transisi ini dapat mengganggu tidur, jelas Lynelle Schneeberg, seorang psikolog dan penulis buku Being Your Child’s Sleep Coach.
Schneeberg berkata, “Anak-anak sedang melakukan transisi dari tempat tidur bayi ke tempat tidur yang lebih besar. Mereka akan merasakan kebebasan, namun hal ini membuat mereka tidak bisa tidur secepat biasanya.”

Bagaimana cara mengatasinya? Buat kamar mereka seperti tempat tidur bayi yang lebar dan aman.  Anda juga bisa menyesuaikan lampu kamar anak dengan cahaya sedikit redup saat mereka tidur

Sleep training apa itu?

  • Jangan terlalu fleksibel dengan kegiatan rutin Anak

Sebaiknya, batasi permainan energik menjelang waktu tidur. Pun dengan waktu di depan layar, karena menonton TV atau video mendekati waktu tidur dapat membuat banyak anak terlalu terstimulasi. Coba matikan TV atau gadget setidaknya 30 menit sebelum waktu tidur.

  • Singkirkan botol minum

Botol susu sebagai “pengantar tidur” tidak hanya buruk untuk gigi mereka, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan yang mengganggu kemampuan mereka untuk tertidur sendiri. Usahakan untuk menghilangkan botol sama sekali dan hanya menawarkan susu dalam cangkir sebelum menyikat gigi.

  • Jangan mengharapkan hasil yang sempurna

Bahkan balita dengan kebiasaan tidur yang baik mungkin mengalami kesulitan tidur yang membuat waktu tidur menjadi berubah. Hal lain yang dapat mengganggu tidur termasuk penyakit dan perubahan lingkungan tidur. 

Anda mungkin perlu memulai proses sleep training  dari awal lagi untuk mengatur ulang kebiasaan tidur anak. Untungnya, seringkali lebih mudah untuk mengembalikan rutinitas yang baik kepada balita daripada melakukannya untuk pertama kali, jadi Anda harus segera menerapkan sleep training.

Sleep training memang diperlukan terutama jika anak-anak balita mengalami kesulitan tidur dan mengganggu rutinitas anak dan orang tua. 

Segera cobalah cara ini untuk membuat waktu tidur anak dan orang tua lebih berkualitas.

Baca Juga:

  1. Trik Jitu AjarkananakTidurSendiri

2. Bayi Tidur Nyaman dimalam Hari Bukan Lagi Impian 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *