Banner Header Komunitas SOP

Bayi Tidur Nyaman di Malam Hari Bukan Lagi Impian

Browse By

Terbangun tengah malam karena bayi menangis? Bukan hanya sekali, tapi berulang kali dan tak jarang bayi tetap terjaga hingga pagi? Kebiasaan ini, sekalipun dianggap “biasa” dialami orangtua baru,nyatanya jelas membuat orangtua tidak bisa tidur nyaman di malam hari.

Belum lagi, orangtua harus bekerja di keesokan harinya. Tentu saja membuat konsentrasi di tempat kerja sedikit terganggu karena kurangnya tidur di malam hari. Benarkah ini wajar?

Tenang Parents, hal seperti ini memang wajar terjadi pada bayi. Kebiasaan bayi sulit tidur di malam hari biasanya terjadi di bulan kedua setelah kelahirannya. Bagaimana mengatasinya agar orangtua bisa mendapat cukup tidur ?

Bagaimana Agar Bayi Nyaman Tidur Malam?

Buat Rutinitas Tidur

Agar bayi tidur nyaman di malam hari, buatlah rutinitas sebelum tidur. Misalnya dengan memijat atau mengusap tubuh bayi dengan lembut, menyanyikan lagu pengantar tidur, membacakan cerita, atau membedongnya.

Namun, hindari mengajak bayi melihat video atau Tv sebelum tidur di malam hari. Kebiasaan seperti ini justru membuat bayi terjaga ketika waktunya tidur.

Jodi Mindell, PhD, penasehat orangtua sekaligus penulis buku Sleeping Through the Night, mengatakan bahwa, aktivitas fisik berlebih seperti menonton Tv, video, bahkan bermain dengan Ayah justru akan membuat bayi yang sudah mengantuk menjadi kelelahan. Inilah yang memicu bayi terjaga di malam hari.

Pilih Rutinitas Tidur yang Tepat

Setiap bayi memang berbeda Parents. Tidak semua rutinitas yang disukai bayi lain cocok juga untuk bayi kita. Itulah mengapa pemilihan rutinitas yang tepat sangatlah penting.

Misalnya, saat bayi lain merasa nyaman di bedong, bayi kita justru berkeringat dan banyak bergerak di waktu tidur sambil dibedong. Jika hal ini terjadi, sebaiknya hindari membedong bayi di malam hari.

Usahakan untuk menemukan rutinitas yang tepat untuk bayi kita sendiri. Caranya dengan mencoba beberapa rutinitas dan temukan mana saja yang dianggap paling cocok dengan bayi kita.

Buatlah Lingkungan yang Nyaman

Lingkungan kamar yang nyaman sangat mempengaruhi kualitas tidur seseorang, khususnya bayi. Harvey Karp, MD, penggagas buku dan DVD The Happiest Baby on the Block, mengatakan bahwa seorang bayi mungkin merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dikenakan saat tidur.

Cobalah untuk memeriksa label pakaian yang dikenakan atau bahkan suhu tubuh bayi. Beberapa bayi merasa kepanasan dengan jenis kain pakaiannya. Parents bisa merasakan suhu badan bayi melalui sensasi panas di lehernya. Jika ini terjadi, gantilah baju bayi dengan baju yang lebih tipis.

Bayi lain mungkin sensitif dengan cahaya lampu, suara jam dinding, atau bunyi handphone. Parents bisa mengatasinya dengan meredupkan atau memadamkan lampu kamar saat tidur, dan menjauhkan berbagai sumber suara saat tidur.

Dr Karp menambahkan, ada juga bayi yang tidak bisa tidur nyaman di malam hari karena mereka kehilangan lingkungan yang nyaman seperti saat di rahim ibu. Rahim ibu adalah tempat yang paling nyaman dan hangat bagi bayi. Cobalah untuk membedong atau menyelimuti bayi dan lihat kualitas tidurnya. Jika bayi jarang terbangun di malam hari, mungkin bayi Parents memang memerlukan kehangatan saat tidur.

Pastikan Bayi Kenyang

Bayi mungkin tidak bisa tidur dengan nyaman di malam hari karena terlalu lapar. Kebanyakan orangtua menidurkan bayi dalam pelukan sambil menyusuinya. Sehingga bayi akan tidur sambil minum ASI. Kebiasaan ini ternyata membuat bayi kelaparan di tengah malam. Sehingga ibu harus terjaga di tengah malam bahkan dini hari untuk menyusui bayi.

Dr. Karp memberi solusi atas permasalahan ini. Menurtnya ibu bisa memberi ekstra ASI sebelum bayi tidur malam. Misalnya bayi Parents tidur pukul 7 malam. Parents bisa memberinya ASI dua kali sebelum tidur, yaitu pukul 4 dan 6 sore. Kemudian letakkan bayi di tempat tidur pukul 7 malam. Susui kembali saat ibu hendak tidur.

Bagaimana Jika Bayi Terlalu Lengket dengan Ibu?

Sulitnya bayi tidur nyaman di malam hari, mungkin juga karena bayi terlalu lengket dengan Ibunya. Misalnya, Ibu terlalu sering menggendong bayi setiap hari. Sehingga saat bayi diletakkan di tempat tidur, Ia merasa tidak nyaman.

Sebaiknya mulai kurangi kebiasaan ini. Alih-alih selalu menggendongnya, Ibu bisa meletakkannya di tempat tidur saat ingin menidurkan bayi. Berikan selimut bayi atau kempongan bayi (pacifier) untuk menemani bayi saat tidur.

Pemberian kempongan bayi (pacifier) saat tidur di malam hari boleh-boleh saja ya, Parents. Bahkan Akademi Pediatric Amerika menyarankan penggunaan kempongan bayi untuk bayi usia 6 bulan ke atas.

Membuat bayi nyaman saat tidur malam adalah hal yang penting. Selain agar kualitas tidur bayi terjaga, Parents juga memerlukan waktu tidur berkualitas di malam hari agar lebih maksimal menghadapi rutinitas keesokan harinya.

Langkah di atas bisa menjadi salah satu inspirasi, agar waktu tidur bayi bukan lagi mimpi buruk bagi Parents.

  1. Budaya “Bedong Bayi” , Amankah?
  2. Hal Menakjubkan yang Dilakukan Bayi di dalam Rahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *