Banner Header Tanya Ahli SOP

Hal Menakjubkan yang Dilakukan Bayi di dalam Rahim

Browse By

Bagi seorang wanita, masa-masa hamil adalah masa-masa yang paling tidak terlupakan. Pada masa ini, tidak semua hal bisa dibilang sebagai pengalaman menyenangkan atau menjengkelkan. Ada saat di mana Anda merasa sakit, mual-mual, atau was-was menjelang persalinan.

Tak hanya itu, Anda juga merasakan hal-hal menyenangkan, seperti ketika semua keinginan dikabulkan hanya karena sedang ngidam atau saat bayi sudah mulai menendang-nendang. Mengingat ada kehidupan yang bertumbuh dalam rahim kita, rasanya ada satu kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Lalu, pernahkah Ibu merasa penasaran tentang apa yang sebenarnya dilakukan bayi di dalam rahim? Mengapa ia seolah-olah menendang-nendang sampai membuat perut kita merasa sakit?

Ternyata, bayi di dalam rahim juga melakukan aktivitas, lo. Mulai dari pipis hingga cegukan. Wah, benarkah demikian?

Menurut riset dari banyak ahli, bayi dalam rahim bisa melakukan 7 aktivitas berikut, lho. Yuk simak selengkapnya.

hal yang dilakukan bayi di dalam rahim

1. Pipis

“Hah, pipis?”

Yup, benar sekali. Anda tidak salah baca, kok, Parents. Bayi dalam rahim memang bisa pipis, lho. Mereka sudah bisa pipis sejak trimester pertama. Pada awalnya, bayi menelan cairan ketuban, mencernanya, kemudian disaring oleh ginjal dan dibuang kembali.

Air seni yang dikeluarkan oleh janin dalam rahim kemudian akan bercampur kembali dengan air ketuban. Kemudian akan dikonsumsi kembali oleh si janin. Begitu seterusnya.

Nah, untuk mendeteksi dini adanya kelainan menelan pada bayi di dalam kandungan, Anda bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan USG.

2. Membuka Mata

Apakah bayi dalam kandungan selalu dalam keadaan tidur atau menutup mata? Tentu saja tidak. Ketika usia sudah menginjak 28 minggu, bayi sesekali akan membuka matanya. Ia memang belum bisa melihat dengan jelas. Barulah pada trimester kedua, bayi sudah bisa bereaksi terhadap cahaya.

Cahaya yang datang dari luar bisa menerobos masuk ke dalam perut ibu hamil. Cahaya tersebut kemudian akan dirasakan oleh si kecil. Menurut para ahli, cahaya dari luar (baik cahaya matahari maupun cahaya lampu yang kuat) tidak berbahaya bagi bayi di dalam kandungan.

3. Tersenyum

Bayi di dalam kandungan juga bisa tersenyum, lho. Hal ini bisa dibuktikan dengan menggunakan USG 4 dimensi. Bayi dalam kandungan sudah bisa tersenyum saat usianya sudah mencapai 48 minggu. Kira-kira, apa yang bisa membuat bayi tersenyum di dalam kandungan?

Hal tersebut tidak banyak dijelaskan oleh para ahli. Meski begitu, orangtua dianjurkan untuk sering-sering mengajak janin dalam kandungan untuk berbicara. Komunikasi tersebut bisa membuat janin lebih nyaman dan bahagia.

4. Bernafas

Saat di dalam kandungan, bayi sudah mulai belajar bernafas. Bagaimanapun, bernafas adalah kemampuan pertama bayi saat ia terlahir ke dunia. Untuk itu, bayi sudah mulai belajar bernafas sejak usia kehamilan 9 minggu. Ia akan terus belajar dan menyempurnakannya.

Bagaimana caranya bayi bernafas? Ketika di dalam kandungan, bayi bernafas melalui tali pusar. Tali pusar akan menghantarkan oksigen pada bayi dalam kandungan. Nanti, ketika bayi terlahir ke dunia, nafas pertama bayi akan dipicu oleh perubahan suhu dan juga lingkungan saat ia terlahir ke dunia.

5. Mencicipi Makanan

Bayi cukup peka untuk mengenali rasa manis dan pahit. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan diserap oleh tubuh dan akan mempengaruhi rasa air ketuban. Menurut periset, rasa bawang, jahe, adas manis, dan makanan manis bisa mengubah rasa air ketuban.

Pada akhir usia 15 minggu, bayi akan menunjukkan ketertarikannya terhadap rasa manis. Jika air ketuban rasanya manis, ia akan menelan banyak cairan. Sebaliknya, ketika rasanya pahit, janin akan lebih sedikit menelan air ketuban.

6. Cegukan

Sejak trimester pertama, bayi dalam kandungan bisa cegukan. Ibu hamil mungkin tidak merasakannya sama sekali. Barulah ketika kehamilan menginjak akhir trimester kedua, ibu hamil bisa merasakan bahwa bayinya mengalami cegukan. Ini wajar dan tidak perlu cemas.

7. Belajar Mengenal Ibu

Sejak Usia Kehamilan menginjak 10 minggu, bayi dalam kandungan dapat mendengar suara ibunya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan ibunya. Namun, ia bisa mendengarkan dengan seksama saat ibunya berbicara. Ia kemudian akan mengingat suara tersebut.

Itulah beberapa hal yang mungkin dilakukan oleh bayi dalam kandungan. Dengan membaca uraian di atas, setidaknya Anda bisa paham bahwa Anda tidak hanya disarankan untuk menjaga kesehatan fisik saja saat hamil, tetapi juga menjaga kesehatan psikis.

Keadaan psikologis ibu hamil akan sangat berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungan. Untuk itu, tetaplah bahagia, ya, Moms?

Baca Juga:

Tiga Hal untuk Dikatakan pada Anak Setiap Hari

Mendidik Anak Berarti Mendidik Diri Sendiri

Kenapa Ibu Hamil Cepat Lelah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *