melatih anak berpikir kritis mengajarkan anak terhindar dari hoax
Parenting Remaja Uncategorized Usia Sekolah

Latih Anak Berpikir Kritis: Ciptakan Generasi Milenial Bebas Hoax

Apa sih pentingnya mengajarkan anak berpikir kritis? Hal ini yang mungkin sedang Anda pertanyakan saat ini. Ya, sebagai orang tua, tugas yang diemban memang sungguh berat. Apalagi jika berkaitan dengan mendidik anak, khususnya di era milenial ini. Di era dimana semua hal nampak samar dan lebih rumit. Informasi kecil diperbesar dan informasi besar semakin diperkeruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hoax, kata inilah yang sering kita dengar hampir setiap saat. Lalu apa itu hoax? Menurut KBBI, ‘hoaks’ adalah berita bohong, atau kebohongan yang diciptakan dengan tujuan jahat.

Nah, di era milenial dan serba digital ini, mudah sekali orang-orang membuat berita atau informasi hoax. Hampir semua berita bisa dibubuhi informasi hoax. Mulai dari politik hingga kesehatan. Akibatnya banyak pihak, tua, muda, remaja bahkan anak-anak termakan berbagai informasi palsu atau bohong tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Anti Fitnah, Septiaji Nugroho. Menurutnya, generasi milenial adalah generasi yang paling rentan terkena paparan berita palsu atau hoax.

Tentunya, sebagai orang tua tidak ingin melihat anak-anak kita tumbuh menjadi generasi milenial yang mudah termakan hoax. Terlebih menjadi generasi milenial yang kurang cerdas, tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta cenderung menanggapi segala hal dengan sikap-sikap radikal.

Untuk itu, perlu kesadaran bagi orang tua untuk “melatih anak berpikir kritis” sejak dini. Latihan berpikir kritis ini bukan hanya sekedar pendidikan iseng yang dilakukan oleh orang tua pada anak. Melainkan pendidikan jangka panjang, sebagai bekal kehidupan saat anak beranjak dewasa kelak.

Melatih anak berpikir kritis bukan dipahami sebagai mengajarkan anak untuk “mengkritik”. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengevaluasi sesuatu secara sistematis atau kemampuan untuk menganalisa fakta yang ada dan membuat perbandingan. Dengan membuat perbandingan anak bisa menarik kesimpulan dan membuat solusi dari suatu masalah yang muncul.

Jika saja setiap orang tua memiliki kesadaran untuk melatih anak berpikir kritis, maka bukan bukan impian lagi menjadikan Indonesia terbebas dari hoax lebih cepat. Negara kita ini membutuhkan generasi-generasi hebat, generasi cerdas, generasi yang tidak mudah termakan berita hoax, serta generasi yang mampu menciptakan sesuatu. Generasi ini tercipta dari anak-anak usia dini yang dilatih untuk berpikir kritis.

Bagaimana Melatih Anak Berpikir Kritis?

Segala sesuatu di dunia ini tercipta atas dasar pertanyaan. Sebut saja Thomas Alfa Edison. Pada masa hidupnya banyak sekali hal yang ditemukan, mulai dari fonograf, lampu listrik hingga bohlam lampu yang sekarang ini kita nikmati bersama. Dalam setiap penemuannya tersebut, pastilah banyak hal yang selalu dipertanyakan olehnya.

Bisa jadi, Edison dulu bertanya mengapa tidak bisa menggunakan material A, B, C, D untuk bohlam lampunya? Mengapa material ini sangat mudah pecah jika menerima daya tertentu. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membawa Edison sebagai penemu.

Hal inilah yang seharusnya ditiru, yaitu melatih anak berpikir kritis dengan mendorong anak untuk bertanya. Jadikan pertanyaan sebagai kunci. Dorong anak untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu tentang apa saja yang ada di sekelilingnya. Dengan begitu langkah untuk memiliki anak berpikir kritis bukan lagi impian.

Tak hanya itu, melalui langkah ini, Anda telah mengajarkan anak untuk menyaring setiap informasi dengan baik. Pada akhirnya anak pun mampu membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Sehingga Anda sudah turut serta menciptakan generasi milenial bebas hoax.

Hal inilah yang sedang dikembangkan oleh School Of Parenting. Melalui kelas parenting yang diadakan di berbagai kota di Indonesia, School of Parenting mengajak semua orang tua untuk ikut serta membangun generasi milenial bebas hoax dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

School of Parenting mengajak semua orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut serta melatih anak berpikir kritis sejak dini melalui berbagai macam kegiatan sehari-hari. Melalui kelas parenting yang diadakan di kota Surabaya, Jakarta, Semarang dan Solo, school of parenting mengajarkan orang tua untuk menciptakan kegiatan yang mendorong anak berpikir dengan kritis.

Untuk itu jangan pernah lewatkan kesempatan belajar menjadi orang tua yang lebih baik melalui kelas-kelas parenting yang akan segera hadir di kota Anda. Pastikan Anda mendapatkan info dan pendaftaran lebih lanjut melalui (0859-5025-6739) Ranti.

Artikel Lainnya:

  1. Melatih Anak Berpikir Kritis: Apa Kesalahan yang Mungkin Dilakukan
  2. Anak Indonesia dan Berpikir Kritis
  3. Berpikir Kritis: Pertanyaan adalah Kunci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *