Banner Header Komunitas SOP

Mendengkur, Bisa Sebabkan Henti Napas Saat Tidur?

Browse By

Ngorok atau mendengkur seringkali jadi masalah yang biasa tapi sangat mengganggu. Bukan hanya bagi Anda yang berada di samping anak atau pasangan yang mendengkur, tapi mereka yang memiliki kebiasaan ini ternyata juga tidak memiliki kualitas tidur yang baik. 

Apa yang Menyebabkan Anak / Pasangan Mendengkur?

Kebiasaan mendengkur anak atau pasangan biasanya dipengaruhi beberapa hal, yaitu:

  1. Otot Pernapasan dan saraf pengontrolnya tidak bekerja dengan sempurna
  2. Amandel (tonsil dan adenoid) yang membesar
  3. Kelainan bentuk anatomis, misalnya bentuk rahang bawah atau saluran napas yang kecil

Meskipun mendengkur dianggap sebagai hal yang wajar, namun kebiasaan ini sebenarnya cukup berbahaya loh. Menurut medis, kebiasaan mendengkur merupakan gejala dari penyakit serius yaitu Sleep Apnea atau kondisi henti napas yang dialami seseorang saat tidur. Sleep apnea ini cukup sering ditemukan pada anak-anak usia 1-9 tahun.

Bukan hanya itu, kebiasaan mendengkur anakl juga sangat mempengaruhi konsentrasi belajarnya. Saat anak mendengkur, kadar oksigen dalam darah akan menurun drastis. Penurunan kadar oksigen inilah yang membuat si kecil mudah letih dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Akibatnya, saat di sekolah ia mengantuk dan tidak dapat menerima pelajaran dengan baik. 

Apa yang Terjadi Saat Anak / Pasangan Menderita Sleep Apnea (Henti Napas saat Tidur)? 

Apabila anak atau pasangan menderita sleep apnea maka nafas bisa berhenti beberapa detik sampai satu menit. 

Berhentinya napas ini mendorong otak untuk membangunkan badan agar berusaha untuk bernapas kembali. Kondisi ini membuat pasangan atau anak tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus menerus terbangun sepanjang malam karena kesulitan bernapas. 

Apa Saja yang Menyebabkan Tingginya Risiko Sleep Apnea?

  1. Obesitas
  2. Adanya faktor keturunan
  3. Anak-anak dengan down sindrom atau gangguan Neuro-Muskuler
  4. Alergi
  5. Orangtua perokok
  6. Seseorang yang menderita asma

Apa Saja Gejala Sleep Apnea pada Anak?

😴 Pada Malam Hari

  • Mendengkur dengan keras
  • Henti napas atau menarik napas dalam. Kondisi ini biasanya membuat anak terbangun 
  • Gelisah saat tidur
  • Mengeluarkan keringat berlebihan
  • Mengompol

mendengkur sebabkan henti napas saat tidur

😴 Pada Siang Hari

  • Sulit dibangunkan (karena tidak nyenyak tidur di malam hari)
  • Mudah tersinggung, gelisah dan agresif
  • Sering mengantuk
  • Bernapas melalui mulut dan bersuara bindeng
  • Mengalami masalah perilaku sosial dan masalah prestasi sekolah

Apakah Anak / Pasangan Mendengkur Selalu Berarti Menderita Sleep Apnea?

Meskipun mendengkur bisa berbahaya bagi anak atau pasangan dan menyebabkan sleep apnea, akan tetapi tidak semua orang mendengkur berarti menderita sleep apnea atau henti napas saat tidur. Perlu dilakukan pemeriksaan mendalam oleh ahli medis untuk mengetahui apakah anak atau pasangan menderita sleep apnea ini.

Bagaimana Cara Mengatasi Sleep Apnea Pada Anak?

Apabila anak positif menderita sleep apnea atau henti napas saat tidur, maka pengobatan yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Operasi pengangkatan amandel (tonsil dan adenoid) oleh dokter spesialis THT. Sekitar 85-90% kasus sleep apnea dapat disembuhkan dengan cara ini.
  2. Apabila gejala sleep apnea masih nampak, biasanya anak akan dikirim ke dokter gigi TMJ untuk pemakaian oral appliance atau rapid palatal expansion.
  3. Apabila operasi yang dilakukan tidak berhasil, maka dokter akan menggunakan alat CPAP (Continuous Positive Pressure). Namun, meskipun sleep apnea telah berhasil diobati, tak menutup kemungkinan, gejala sleep apnea ini akan muncul kembali saat dewasa nanti. 

Kebiasaan mendengkur yang dialami oleh anak dan pasangan memang terkesan wajar. Akan tetapi, sebaiknya Anda cukup waspada dengan kebiasaan mendengkur ini karena bisa menimbulkan sleep apnea atau kondisi henti napas saat tidur. Apabila muncul beberapa gejala seperti di atas, sebaiknya segeralah kunjungi dokter untuk melakukan observasi secara menyeluruh.

Baca juga:

  1. Bayi Tidur Nyaman di Malam Hari Bukan Lagi Impian
  2. Kebiasaan Pasangan yang Baru Terlihat Setelah Menikah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *