Mitos dan fakta demam pada anak
Anak Family Health

Mitos dan Fakta Seputar Demam Anak

Banyak orang tua yang merasa khawatir atau was-was saat anak mengalami demam, apalagi jika demam yang diderita tidak kunjung turun. Hal ini memang wajar, karena demam bisa menjadi tanda awal penyakit tertentu.

Meski demikian, sebagai orang tua yang cerdas seharusnya tidak mudah panik dan percaya tentang berbagai mitos dan fakta seputar demam anak.

Daripada selalu khawatir memikirkan berbagai pendapat di masyarakat yang belum tentu benar, sebaiknya Parents perlu memilah, pendapat mana yang termasuk fakta, dan mana yang termasuk mitos.

Beberapa daftar berikut ini, bisa Parents gunakan sebagai referensi loh!

Mitos dan Fakta Seputar Demam Anak:

“Demam itu bahaya dan bisa menyebabkan kerusakan otak atau kejang pada anak”

Pendapat ini sebenarnya hanyalah Mitos. Faktanya, demam adalah mekanisme perlindungan dan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang dihidupkan. Saat anak demam, sebenarnya anak sedang melawan infeksi tertentu di dalam tubuhnya. Selain itu, demam juga tidak menyebabkan kerusakan otak. Beberapa kasus kejang memang disertai demam, namun menurut penelitian hanya sekitar 4% anak-anak yang mengalaminya. Sedangkan 96% anak lainnya tidak mengalaminya. Kejang yang terjadi saat anak demam, sebenarnya hanya sesaat, dan biasanya akan berhenti dalam waktu sekitar 5 menit. Anak-anak yang mengalami kejang dan demam, sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kemampuan belajar atau perkembangannya.

“Semua demam perlu diobati dengan obat demam, sehingga bisa hilang sepenuhnya.”

Faktanya, demam memang bisa sembuh saat diberi obat tertentu. Namun, bagi beberapa kasus demam bisa kembali lagi. Misalnya anak hanya akan mengalami demam di malam hari, sedangkan di pagi dan siang hari demam cenderung turun. Jika kondisi ini yang Parents alami, maka sebaiknya segera kunjungi pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi awal dari penyakit lainnya.

“Tinggi suhu pada anak yang demam sangat penting, semakin tinggi suhunya, maka semakin serius penyakit yang mungkin dialami.”

Pendapat tersebut hanyalah mitos belaka. Faktanya, saat suhu tubuh anak meningkat, yang terpenting adalah bagaimana kondisi anak. Apakah anak masih aktif bermain, masih makan dan minum dengan baik, bahkan tidak ada tanda ruam atau perubahan warna kulit. Jika kondisi ini yang terjadi, maka demam anak masih dikatakan wajar dan tidak berbahaya. Kecuali jika kondisi ini dialami oleh bayi. Sebaiknya jika bayi Anda mengalami demam, maka segera lakukan penanganan yang tepat. Anda bisa segera membawanya ke dokter, karena daya tahan tubuh bayi masih sangat lemah. Dokter atau ahli medis lainnya bisa segera menangani demam pada bayi dengan tepat.

“Turunkan demam anak dengan daun saga rambat”

Faktanya, menurut, dr. Marlyn Cecilia Malonda SpA dari Rs. Mayapada yang dilansir dari detikHealth, mengatakan bahwa daun saga rambat belum teruji klinis dapat menurunkan demam pada anak. Bahkan buah dari saga rambat ini, justru beracun jika dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Sehingga menyebabkan mual, muntah, kejang dan kegagalan fungsi hati. Dr. Marlyn menyebutkan bahwa, sebaiknya jangan mencoba-coba menggunakan bahan-bahan herbal jika bahan tersebut belum teruji secara klinis, karena bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Pijat bisa menurunkan demam”

Faktanya, pijat, osteopathy atau penyembuhan secara spiritual, sebenarnya belum teruji secara klinis bisa menurunkan demam pada anak. Sebagai orang tua yang cerdas, sebaiknya jangan asal melakukan pijat anak ketika sakit. Beberapa aturan perlu dipahami agar kondisi kesehatan anak tidak semakin memburuk. Anda bisa menyerahkannya pada ahli terapis pijat jika memang ingin memijat anak.

“ Beri saja sup ayam dan madu untuk menurunkan demam pada anak”

Sah-sah saja memberi anak sup ayam saat demam, karena pada prinsipnya makanan yang bergizi dan disertai dengan cairan yang cukup juga bisa menurunkan demam pada anak. Tapi perlu dipahami mengenai pemberian madu pada anak. Madu sebaiknya diberikan saat anak berusia lebih dari 1 tahun.

Saat demam, anak tidak boleh mandi”

Faktanya, anak masih boleh mandi kok Parents, asalkan mandikan anak dengan air hangat. Jangan lupa gunakan pakaian yang tipis dan nyaman agar demam segera turun. Hindari memberi anak pakaian yang tebal, karena justru menyebabkan demam anak tidak kunjung turun.

“Bawang merah yang diparut dan minyak bisa menurunkan panas”

Faktanya, parutan bawang merah bukan menurunkan demam, tapi justru menghangatkan badan. Nah, kebanyakan orang tua mencampur parutan bawang merah dan minyak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Kondisi ini justru bisa membuat kulit bayi atau anak yang sensitif menjadi iritasi atau luka bakar saat pengolesan.

“Saat demam anak boleh minum air dingin untuk menurunkan demam”

Pendapat tersebut hanyalah mitos. Faktanya, air dingin justru bisa melemahkan sistem daya tahan tubuh, terutama bagian tenggorokan. Untuk itu, sebaiknya anak cukup diberi banyak air dengan suhu wajar, yaitu tidak terlalu dingin.

Demam pada anak memang hal yang cukup sering terjadi. Sebagai orang tua perlu sekali perhatian khusus pada anak yang demam. Pastikan terlebih dahulu mitos dan fakta seputar demam pada anak. Jangan sampai Anda termakan mitos yang ada dan justru membuat kondisi anak semakin memburuk. Beberapa daftar mitos dan fakta di atas bisa Anda gunakan sebagai referensi.

Baca juga:

  1. Jangan Asal Pijat Anak Ketika Sakit, Ini Aturannya
  2. Jangan Remehkan Demam Anak, Pahami Bahayanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *