Banner Header Komunitas SOP

Jangan Remehkan Demam Anak! Pahami Bahayanya

Browse By

Melihat anak sakit memang sangat meresahkan ya Parents. Apalagi jika anak masih berusia dini, dan belum bisa menjelaskan apa saja yang dirasakan.

Sebagai orang tua kita harus peka dan teliti saat menghadapi anak yang sakit. Jangan sampai Anda meremehkan penyakit anak. Hal ini karena beberapa kasus penyakit pada anak justru diawali dengan gejala yang dianggap “biasa”, seperti demam pada anak.

Hal yang sama juga dikatakan oleh dokter Dita Elvina, koordinator IGD Brawijaya Children and Women, yang dilansir dari CNN Indonesia. Menurutnya, peningkatan suhu tubuh anak memang harus ditindaklanjuti dengan cepat. Hal ini karena seringkali demam bukanlah penyakit satu-satunya, melainkan gejala awal dari penyakit lain. Demam pada anak sebenarnya juga bisa tanda penyakit berbahaya loh.

Dita juga menyarankan untuk segera membawa anak ke rumah sakit, apabila demam anak tidak turun setelah satu hari. Walaupun untuk mengetahui demam tersebut mengarah ke penyakit serius atau tidak dibutuhkan waktu 3 hari. Orang tua harus bertindak sigap menghadapi demam pada anak. Lalu, apa sih tanda demam anak yang berbahaya?

Tanda Demam Anak Berbahaya:

Tidak semua demam pada anak adalah tanda penyakit serius, tapi beberapa tanda demam pada anak merupakan awal dari penyakit yang cukup serius, misalnya demam anak yang terlalu tinggi. Tidak hanya itu, beberapa tanda demam anak yang berbahaya adalah sebagai berikut:

  • Demam Berlangsung Lama

Tanda demam anak yang berbahaya yang pertama adalah jika demam anak berlangsung cukup lama, sekitar 3 hari berturut-turut. Kondisi ini juga disertai berkurangnya nafsu makan pada anak, anak jadi lesu, tidak mau bermain, dan anak terlihat lemas. Apalagi jika dalam 3 hari anak sudah diberi obat dan beberapa treatment, namun demamnya tidak kunjung turun, maka segeralah bawa anak ke rumah sakit terdekat.

  • Demam Disertai Gejala Lain

Tanda demam anak yang berbahaya selanjutnya adalah demam yang disertai dengan gejala lain seperti kejang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya infeksi virus, bakteri, infeksi telinga, radang amandel, bahkan penyakit serius seperti meningitis.  

  • Demam Akibat dari Trauma Kepala

Jika anak Anda pernah mengalami jatuh sehingga terjadi benturan di kepala yang menyebabkan demam, maka Anda perlu waspada. Trauma pada kepala seperti trauma yang disebabkan oleh benturan memang bisa mengakibatkan suhu tubuh menjadi naik. Hal ini bisa menjadi tanda demam anak yang berbahaya.

  • Demam Terlalu Tinggi

Beberapa anak yang mengalami demam tinggi, hingga mencapai diatas 40 derajat memang perlu perawatan yang intensif. Suhu tubuh yang terlalu tinggi ini termasuk tanda demam anak yang berbahaya, sehingga Anda perlu segera membawanya ke pusat kesehatan terdekat.

Meskipun tanda demam anak yang berbahaya cukup membuat resah, sebaiknya Parents tetap tenang. Khususnya jika anak yang sedang demam masih  aktif bermain, makan dan minum dengan baik, masih bisa bercanda atau terlihat ceria, memiliki warna kulit yang normal (tidak pucat atau muncul bintik-bintik merah seperti ruam, dll), serta memiliki urin yang terlihat normal saat buang air kecil.

Tapi, bagaimana mengatasi anak yang mengalami demam? Benarkah hanya dengan kompres saja sudah cukup? Ya, mengompres anak memang bisa menjadi pertolongan pertama yang biasa dilakukan saat anak demam. Tapi, supaya demam anak segera turun, perhatikan cara mengompres yang benar. Kemudian, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter jika demam pada anak memang sulit turun.

Atau demam pada anak mungkin turun, tapi tak berapa lama meningkat kembali. Ingat, bahwa demam memang bisa menjadi awal dari penyakit tertentu. Untuk itu, kunjungi dokter jika Anda menemukan gejala tertentu pada anak.

Hubungi Dokter Jika…

  1. Anak Anda yang berusia di bawah 3 bulan mencapai suhu tubuh 38 derajat atau lebih tinggi.
  2. Anak menolak untuk minum dan mengalami diare dan muntah berulang kali.
  3. Memiliki keluhan lain seperti sakit pada telinga
  4. Memiliki masalah medis kronis seperti jantung, kanker, atau lupus
  5. Kulit anak berubah warna, dan terjadi ruam, atau bintik-bintik merah.
  6. Sakit saat buang air kecil
  7. Menangis tidak berhenti, rewel, lekas marah, lesu, dan sulit untuk bangun
  8. Adanya tanda fisik seperti bibir, lidah, dan kuku yang berwarna cenderung biru
  9. Anak sakit kepala parah, hingga menolak untuk bergerak
  10. Sulit untuk bernapas walaupun hidung sudah dibersihkan.

Demam pada anak memang tidak bisa diremehkan atau dianggap enteng. Pasalnya demam bisa menjadi gejala awal penyakit tertentu, sehingga perlu adanya perawatan medis jika demam sulit turun. Beberapa demam bahkan bisa menjadi tanda demam anak yang berbahaya jika diikuti gejala lain seperti diare atau muntah terus menerus.

Baca Juga:

  1. Supaya Demam Anak Segera Turun, Ini Cara Mengompres Yang Benar
  2. Musim Hujan Tiba, Penyakit Merajalela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *