Banner Header Tanya Ahli SOP

Ajari Anak Menghargai Makanan

Browse By

Menurut data yang diperoleh dari The Economist Intelligence Unit  dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN)*, pada tahun 2016 Indonesia menghasilkan sekitar 13 juta ton makanan sisa  setiap tahunnya! Dan Indonesia berada di urutan ke 2 dunia untuk urusan makanan yang terbuang sia-sia.  Jumlah yang benar-benar fantastis. Padahal, jika mau melihat lebih jauh, ada beberapa daerah di Indonesia yang masih mengalami krisis pangan.

Melihat banyaknya makanan yang sisa, orang Indonesia memang terkesan kurang menghargai makanan. Seseorang bisa dengan mudahnya membuang makanan dengan berbagai macam alasan.

Perilaku kurang menghargai makanan ini bukan tidak mungkin tumbuh sejak dini. Karenanya, penting sekali mengajari anak untuk bisa menghargai makanan. Membuang-buang makanan tentu bukanlah hal yang baik. Bagaimanapun, makanan adalah berkah yang wajib kita syukuri.

Dalam masyarakat kita, orangtua lebih fokus untuk membuat anak supaya mau makan banyak, daripada fokus ke apa yang dimakan. Seolah-olah seperti sebuah kebiasaan yang dibentuk sejak kecil, anak-anak terbiasa diberikan makanan dalam porsi besar karena orangtua khawatir mereka terus lapar atau kurang gizi. 

Padahal, seringkali anak-anak tidak mampu makan dalam porsi besar sekaligus. Makanan yang tersisa pun akhirnya dibuang. Supaya kebiasaan buruk ini tidak terus berlanjut, orangtua wajib mengajari anak untuk menghargai makanan mereka.

Tips Mengajari Anak Menghargai Makanan

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak menghargai makanan. Cara ini bisa Anda lakukan saat sedang makan bersama keluarga.

1. Menjalankan Ritual Sebelum Makan

Ritual makanan ternyata bisa meningkatkan penghargaan anak terhadap makanan, lho, Parents. Ritual sederhana, seperti berdoa sebelum makan, merapikan meja, atau menyusun piring bisa meningkatkan nilai dan rasa suatu makanan.

Supaya anak belajar bagaimana menghargai makanan, sebaiknya selalu jalankan ritual tersebut ya, Parents. Kebiasaan baik ini harus ditanamkan sedini mungkin.

2. Ambil Makanan Sesuai Porsi

Kesalahan sebagian besar orangtua adalah salah mengambilkan porsi makanan pada anak. Pada masa-masa MPASI, misalnya, orangtua sering kali memaksakan bayi untuk selalu menghabiskan makanannya. Padahal, bayi sudah merasa kenyang.

Saat memasuki usia balita, kebiasaan tersebut tidak juga berkurang. Orangtua masih juga memaksa anak makan di luar batas kemampuannya. Hasilnya, makanan pun tersisa. Karena selalu dipaksa menghabiskan makanannya, anak jadi tidak menghargai makanan mereka.

Untuk itu, biasakan anak untuk mengambil makanan sesuai dengan porsinya. Ingat, lebih baik nambah daripada harus menyisakan makanan.

3. Makan Bersama Keluarga

Momen makan bersama keluarga mempunyai manfaat yang sangat banyak. Selain bisa membangun kedekatan antar keluarga, makan bersama juga bisa membuat si kecil untuk lebih menghargai makanan.

Orangtua wajib memberikan contoh yang baik saat sedang makan bersama, misalnya dengan tidak memilih-milih makanan dan selalu menghabiskan makanan.

4. Hindari Mengeluh, Ganti dengan Bersyukur

Saat masih anak-anak, si kecil mungkin akan sering mengeluh soal makanan yang tersaji meja. Misalnya, rasanya yang tidak enak, makanannya kurang banyak, atau semacamnya. Saat anak melakukan hal tersebut, berilah teguran yang sopan.

Katakan kepadanya bahwa meskipun makanan tersebut menurut si kecil tidak enak, selama makanan tersebut dalam kondisi bisa dimakan, anak tidak boleh menjelek-jelekkan makanan. Ajarkan ia untuk bersyukur atas makanan yang ia terima.

5. Ajak Anak Terlibat

Supaya anak bisa lebih menghargai makanan mereka, ada baiknya Anda melibatkan mereka dalam proses menyajikan makanan. Anda bisa mengajak si kecil berbelanja bahan makanan, memasak, atau menyiapkan meja.

Saat menjalani proses tersebut, ceritakan pada anak tentang bagaimana jerih payah petani dalam menanam padi, sayuran, dan buah-buahan. Dengan begitu, diharapkan anak lebih bisa meghargai makanan.

Itu dia cara mudah mengajari anak menghargai makanan. Ingat, pelajaran ini juga penting diajarkan kepada si kecil, ya, Parents. Jangan sampai anak tumbuh menjadi sosok yang suka membuang-buang makanan.

referensi :

*http://foodsustainability.eiu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *