Banner Header Komunitas SOP

Biarkan Anak Bermain dengan Makanan! Fakta Mengejutkan Dibaliknya

Browse By

Asyik, waktunya  si kecil makan, nih!

Tapi apa yang terjadi? Si kecil malah asik bermain dengan makanannya sendiri. Ketika orangtua memilih menerapkan program BLW (Baby Led Weaning), si kecil memang sangat antusias terhadap makanan tetapi bukannya masuk ke mulut, ia hanya senang bermain dengan makanannya. Bagaimana ini?

Jangan panik dulu,Parents. Ternyata bermain dengan makanan baik lho untuk si kecil. Loh kok bisa? Bukanya malah nanti kotor semua ya?

Ada ungkapan, “Kalau tidak kotor, tidak belajar”. Sepertinya ungkapan ini adalah ungkapan yang tepat digunakan untuk situasi ini.

FAKTANYA?

  • Menghindarkan Anak Dari Phobia Makanan

Prof. Charles Spence, psikolog dari Oxford University mengatakan bahwa bermain-main dengan makanan bisa menghindarkan anak dari phobia makanan (ketakutan pada makanan tertentu).

Menurut penelitian yang dilakukan, saat anak bermain dengan makanannya, anak mulai melihat, menyentuh dan mencium apa yang ia makan. Hal ini dapat meningkatkan kesempatan anak untuk menyukai makanan tertentu, walaupun anak belum langsung memakannya. Dengan begini anak bisa terhindar dari phobia makanan tertentu.

Dilansir dari dailymail.co.uk, sebuah penelitian mengenai phobia menemukan fakta bahwa dua pertiga orang yang telah disurvei memiliki phobia buah dan sayuran saat masa kanak-kanak. Phobia ini bukan karena rasa dari buah atau sayur tersebut melainkan dari tekstur, bau, dan penampilannya.

  • Membantu Anak Merasa Nyaman Mencoba Makanan Baru

Parents tentunya ingin melihat anak menikmati makananya termasuk saat mencoba makanan baru, sehingga tidak perlu memaksa anak setiap kali waktu makan datang. Nah, dengan memperbolehkan anak bermain dengan makanannya sendiri Parents justru membantu anak merasa nyaman mencoba makanan baru.

Melanie Potock, penulis buku Adventures in Veggie Land mengungkapkan bahwa, cara terbaik untuk membantu anak mencoba makanan baru adalah melalui bermain dengan makanan.

Menurutnya, saat bermain dengan makanan, anak merasakan tekstur tiap makanan. Dengan begitu anak mulai mengenal tiap tekstur makanan dan tidak merasa takut saat mencoba mengunyahnya.

  • Tingkatkan Kemampuan Bahasa dan Berhitung Anak

Banyak manfaat yang bisa diambil saat anak mulai bermain dengan makanannya. Parents bisa mengajarkan bahasa dan berhitung kepada si kecil. Misalnya, dengan memperkenalkan beberapa nama bahan makanan yang ada di piring si kecil. Atau menghitung berapa banyak jumlah wortel yang ada di piringnya.

  • Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak

Saat anak bermain dengan makanan, anak mulai menggenggam makanan dengan jari-jari kecilnya. Dengan begitu kemampuan motorik anak bisa meningkat. Parents cukup menyiapkan makanan yang mudah digenggam. Seperti potongan kecil wortel, kentang, pisang, mangga, keju bahkan pasta atau mie.

Kenalkan anak dengan makanan melalui bermain dengan makanan

Yang Perlu Parents Ingat

  • Waktu makan bukan selalu diartikan waktu bermain. Biarkan anak bermain dengan makananya hanya saat dia antusias bermain dan belajar hal baru.
  • Jika anak mulai rewel, lelah atau terlalu lapar. Atur ulang jadwal bermain makanannya
  • Waktu makan haruslah menjadi waktu yang menyenangkan bukan waktu yang menjengkelkan bagi anak.

Memperbolehkan anak bermain dengan makanannya bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Salah satu manfaatnya adalah menghindarkan anak dari phobia makanan. Jadi jangan takut kotor dan berantakan waktu makan anak tiba, ya Parents.

Baca Juga :

  1. Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Anak di Bawah 1 Tahun
  2. Strategi Memberikan Makanan Sehat Untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *