Bagaimana Cara Meningkatkan Fokus Anak?

Baru duduk sebentar,belum 10 menit, kok anakku sudah lari-lari,ya ?

Gimana nanti kalau masuk TK dan harus belajar ?“

Memang sudah jadi masalah umum bagi anak di semua tingkatan usia mengalami kesulitan untuk tetap fokus, di sekolah maupun di rumah saat mengerjakan PR atau belajar, atau mungkin aktivitas lainnya yang membutuhkan rentang perhatian yang cukup lama.

Masalah rentang perhatian (attention span) ini menjadi satu masalah dalam perkembangan anak yang dapat berdampak besar dan dikhawatirkan oleh banyak orang tua. Sebagian besar orang tua harus berjuang agar anak-anak mereka memperhatikan atau fokus sedikit lebih lama sehingga mereka bisa menyelesaikan tugas. 

Karena ini kerap membuat frustasi dan jadi tantangan bagi orang tua, memahami rentang perhatian anak Anda akan lebih membantu Anda memahami apa yang dialami anak dan bagaimana mereka sebenarnya juga berjuang. 

Sebenarnya berapa lama seorang anak bisa fokus kepada satu hal ?

Berikut adalah panduan rentang perhatian yang kerap menjadi rujukan pada ahli perkembangan anak:
  • 2-4 tahun: empat hingga enam menit; 
  • 4-6 tahun: delapan sampai 12 menit; 
  • 6-8 tahun: 12 hingga 18 menit; 
  • 8-10 tahun: 16 hingga 24 menit; 
  • 10 tahun: 20 hingga 30 menit;
  • 12 tahun: 24 hingga 36 menit; 
  • 14 tahun: 28 hingga 42 menit; 
  • 16 tahun: 32 hingga 48 menit.

Tetapi panduan ini, sama seperti pedoman untuk perkembangan anak lainnya, tergantung pada situasi dan kondisi. “Rentang perhatian (attention span) harus dikontekstualisasikan,” kata Neal Rojas, M.D., seorang dokter anak spesialis perkembangan perilaku di University of California, San Francisco. 

Ada banyak alasan mengapa anak-anak berjuang untuk fokus —bisa karena kurangnya pemahaman hingga masalah kebiasaan. Kabar baiknya: Rentang perhatian itu elastis. Dengan tujuan dan cara yang tepat, orang tua bisa membantu anak untuk meningkatkan tingkat rentang perhatian atau fokus anak. 

  • Berikan Perhatian untuk Mendapatkan Perhatian

Untuk mendapatkan perhatian anak, orang tua juga harus memberikan perhatian. 

“Sangat mudah bagi orang tua untuk terjebak dalam kebiasaan. Perhatian kita sering terbagi-bagi” kata Dr. Neal Rojas, M.D., seorang dokter anak perkembangan perilaku di University of California, San Francisco”. Tetapi jika perhatian kita terbagi-bagi, dan kita tidak dapat membawa diri kita fokus ke saat ini, kita tidak dapat mengharapkan seorang anak untuk dapat melakukannya.”

Cara terbaik untuk membuat anak Anda memperhatikan adalah dengan berada di dekat mereka secara fisik saat Anda memberikan arahan. Jangan meneriakkan permintaan dari dapur ke ruang tamu, kata Margret Nickels, Ph.D., psikolog klinis dan direktur Center for Children & Families di Erikson Institute,Chicago.

Memberi anak Anda instruksi yang jelas dan ringkas juga membantu. Berdiri di depan mereka, lakukan kontak mata, sejajarkan mata atau sentuh bahu mereka, dan katakan, “Mama ingin kamu melakukan hal ini sekarang.” Jika permintaan itu diabaikan, Anda dapat bertanya kepada anak Anda, “Apa yang perlu Anda lakukan sekarang?” Ketika anak Anda merespons dengan benar, katakan, “Nah, yuk coba tunjukkan ke Ibu bagaimana melakukannya dengan benar.”

  • Memecah-mecah Tugas

Jika anak Anda menganggap satu tugas atau pekerjaan terlalu sulit, mereka mungkin akan menyerah dan berhenti memperhatikan. Untuk membantu mereka, berikan instruksi dalam langkah-langkah kecil. Misalnya, daripada menyuruh anak Anda untuk membersihkan kamarnya, mungkin lebih baik untuk mengatakan,

 “Pertama, ambil semua mainannya, kalau sudah, nanti bilang ke Ibu ya. Nanti Ibu beri tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.” 

  • Tambahkan Sesuatu yang Menarik 

Karena banyak anak  terutama di usia pra-sekolah yang berjuang untuk fokus pada tugas yang tidak ingin mereka lakukan—menulis misalnya—orang tua dapat membantu membuat aktivitas yang membosankan menjadi lebih menyenangkan dengan menggunakan sedikit kreativitas. Misalnya, coba minta anak Anda membentuk huruf S menggunakan manik-manik, mobil mainan, atau balok kayu daripada terus-terusan memintanya menulis dengan pensil di atas kertas. Anak-anak juga dapat berlatih menggambar huruf dengan kapur, membentuk huruf dari Play-Doh, atau bahkan menjiplak bentuk huruf dengan cat di kain bekas, apapun yang membuat tugas ini menjadi lebih menarik baginya. 

  • Bergerak

Olahraga dapat membantu anak-anak memperhatikan, dan anak-anak sekolah dasar yang mengambil istirahat dari pekerjaan kelas untuk aktif di siang hari dapat berkonsentrasi lebih baik pada tugas-tugas mereka. Dorong anak Anda untuk menggunakan mainan di luar ruangan seperti bola dan lompat tali. Mainkan olahraga luar ruangan yang mereka sukai, dan sisihkan waktu setiap hari untuk kegiatan keluarga, seperti berjalan-jalan, bermain di taman, atau bersepeda.

Baca Juga:

  1.  Anak Tidak Bisa Fokus = ADHD
  2.  Tak Semua Buah Jatuh Dekat dengan Pohonnya : Memahami Children Need
  • Meningkatkan kekuatan otak

Rentang perhatian anak Anda dapat dilatih untuk menjadi lebih kuat. Sarankan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, seperti menyelesaikan teka-teki atau bahkan membantu menyiapkan makan malam. Anda juga dapat membantu dengan meluangkan waktu untuk menunjukkan beberapa detail kecil dan menarik di sekitar Anda, yang menjadi model kesadaran untuk anak Anda. Misalnya, saat berjalan-jalan, Anda dapat berhenti untuk melihat sarang burung yang tersembunyi di pohon atau jejak hewan di tanah, atau berbicara tentang bentuk dan nuansa bebatuan yang Anda lihat di taman bermain. Saat konsentrasi anak Anda meningkat dengan latihan, kemampuan mereka untuk fokus juga akan meningkat.

cara meningkatkan fokus anak

  • Menghilangkan Kelaparan dan Kelelahan

Orang tua juga harus waspada jika ada sesuatu yang menghalangi perhatian anak. Apakah mereka lapar atau lelah? Untuk mengatasi rasa lapar atau lelah, beri mereka camilan sebelum mereka memulai pekerjaan rumah atau tugas terstruktur lainnya. Pastikan camilannya sehat, bukan yang sarat gula dan lemak. Pilihan cerdas termasuk pretzel gandum utuh, sayuran mentah yang dicelupkan ke dalam saus bebas lemak atau hummus, yogurt, dan selai kacang yang diolesi pisang atau apel. Tidur malam yang baik juga penting, jadi pastikan anak Anda cukup istirahat. Dan banyak anak membutuhkan sedikit istirahat ketika mereka pulang dari sekolah. “Setiap orang membutuhkan waktu istirahat. Ini membantu kita untuk kembali dan fokus. Jika anak-anak tidak memiliki waktu istirahat dan jadwal mereka terlalu padat, mereka mungkin memohon waktu istirahat melalui perilaku mereka,” kata Dr. Rojas.

  • Puji Usaha Anak Anda

“Sering kali dalam budaya kami, kami memuji hasilnya. Kami mengatakan ‘Kerja bagus, lihat apa yang bisa Anda lakukan.’ Kami tidak fokus pada betapa indahnya anak itu melakukan sesuatu,” kata Dr. Nickels. Alih-alih mengatakan, “Kamu tidak menulis namamu dengan benar”, kamu harus mengatakan sesuatu seperti, ‘Kamu berusaha keras untuk memegang penamu dan tetap berada dalam garis. Indah sekali.”

Kapan anak perlu mendapat bantuan profesional ?

Anak mungkin memiliki masalah perhatian yang sulit dipecahkan dengan strategi sederhana, di sini orang tua perlu mendapatkan  bantuan dari seorang guru, dokter anak, atau bahkan psikolog melalui Learning Difficulties Assessment. Beberapa tanda bahaya termasuk anak berusia 4 atau 5 tahun yang mengalami kesulitan :

– Konsisten melakukan apa pun selama lebih dari 2 atau 3 menit,

– Membutuhkan bimbingan terus-menerus untuk melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dikelola,

– Melompat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, dan tidak mampu melakukannya. mengontrol impuls.

Bagaimana Menurut Anda?
+1
21
+1
6
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket