Anak Family Health

Waspada Skoliosis Pada Anak dan Remaja!

Skoliosis merupakan kondisi tidak normal pada lekukan tulang belakang. Biasanya, kondisi ini tidak menyebabkan rasa nyeri, tetapi jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa mengganggu rasa percaya diri anak ketika ia beranjak dewasa.  Ada setidaknya 3 juta kasus baru setiap tahunnya berkaitan dengan skoliosis idiopatik (skoliosis yang muncul pada anak-anak) yang ditemukan di Amerika. Fakta ini menjadi bukti bahwa skoliosis, meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, menjadi salah satu penyakit yang mengganggu.  Pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal ini mulai muncul ketika anak-anak berusia 10 sampai dengan 12 tahun.

Penyebab skoliosis pediatrik sampai sekarang masih belum terdeteksi sama sekali. Penyakit ini tidak ada kaitannya dengan diet, olahraga, atau pemakaian tas punggung. Yang pasti, skoliosis bisa terjadi sejak masa kanak-kanak yang biasanya diturunkan oleh faktor genetis.

Skoliosis mulai terlihat mencolok saat masa remaja (masa percepatan pertumbuhan).

Faktor risiko yang bisa memperburuk skoliosis adalah sebagai berikut.

1.      Jenis kelamin

Skoliosis pada anak perempuan terlihat lebih buruk dari anak laki-laki.

2.      Usia

Semakin muda usia seseorang didiagnosis skoliosis, makin besar pula kemungkinannya untuk menjadi makin parah.

3.      Sudut Kurva

Makin besar sudut skoliosis, akan semakin besar pula kemungkinan akan memburuk.

4.      Lokasi

Lokasi skoliosis yang tidak berbahaya adalah yang berada di bagian tengah tulang punggung atau bagian bawah tulang punggung.

 

Skoliosis memang tidak bisa dideteksi apa penyebabnya. Akan tetapi, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah agar tidak semakin buruk. Deteksi dini menjadi faktor paling penting supaya skoliosis tidak semakin parah. Segera bawa anak ke ahli bedah punggung jika keluarga ada riwayat skoliosis.

Penanganan dan Pengobatan Skoliosis

Setelah pemeriksaan intensif dilakukan, penanganan dan pengobatannya bisa disesuaikan dengan lokasi kelengkungan, derajat lengkungan, dan juga stadium pertumbuhan tulang.

Untuk anak-anak yang menderita Skoliosis dengan  kelengkungan tulang di bawah 20 derajat, pengobatan intensif belum begitu diperlukan. Mereka hanya perlu menjalani pemeriksaan berkala selama 6 bulan berturut-turut. Lalu, apabila kelengkungan tulang berada sekitar 25 – 30 derajat, penanganan akan mulai dilakukan. Anak membutuhkan semacam alat penyangga yang disebut dengan brace. Alat ini berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan tulang yang melengkung. Apabila kelengkungan tulang sudah mencapai 40 derajat atau lebih, penanganannya harus dengan pembedahan atau operasi. Pembedahan ini dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang belakang dan peleburan tulang belakang.

 

Sumber:

http://www.parenting.co.id/bayi/skoliosis+pada+anak

http://ibudanmama.com/pola-asuh/6-12-tahun/skoliosis-pada-anak/

https://www.hopkinsmedicine.org/health/articles-and-answers/wellbeing/5-facts-about-scoliosis-every-parent-should-know

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *