Banner Header Tanya Ahli SOP

Respon Terbaik Orang Tua saat Anak Banyak Bertanya

Browse By

Pernahkah Anda menghitung berapa kali anak bertanya dalam sehari? 5 kali, 6 kali, 10 kali atau tak terhitung?

Menurut penelitian di Inggris, rata-rata anak usia dini akan menanyakan sekitar 300 pertanyaan per hari! Dimana mayoritas ditanyakan oleh anak perempuan berusia 4 tahun. Menurut ahli perilaku anak, saat anak berusia antara 2-4 tahun, mereka mengalami perkembangan kognitif yang cukup pesat. Pada usia tersebut, anak mulai memahami hal-hal yang terjadi serta mulai membuat hubungan logis untuk memahami suatu hal.

Tak jarang, anak mulai bertanya, kenapa langit itu biru? Kenapa semut itu kecil? Kenapa ini kenapa itu. Semakin banyak pertanyaan yang diajukan, artinya semakin banyak anak mengeksplor hal-hal yang ada di sekitarnya. 

Sayangnya, banyak orang tua yang merasa bingung menjawab pertanyaan kritis anak. Tak sedikit pula yang lelah menjawab pertanyaan anak dan memilih untuk diam tidak menjawab. Beberapa bahkan terkesan jengkel karena anak sering bertanya.  

Alih-alih merasa jengkel dan bingung bagaimana harus merespon setiap pertanyaan anak, beberapa hal berikut ini bisa Anda coba terapkan saat anak mulai banyak bertanya. 

1. Sabar

Orang tua seringkali merasa lelah ketika mendengar anak banyak bertanya. untuk mengatasi hal tersebut, cobalah menjawab setiap pertanyaannya dengan baik sesuai dengan kemampuan Anda. Dengan demikian rasa keingintahuannya akan terjawab dan memacunya untuk semangat dalam belajar.

2. Berikan Jawaban yang Nyata

“Ibu, kenapa langit berwarna biru?” Tanyanya

“Karena ayah mewarnainya dengan cat berwarna biru.”

Cobalah untuk tidak memberikan jawaban seperti kalimat di atas. Usahakan untuk memberikan jawaban yang benar jika memang Anda mengetahuinya. Jangan katakan padanya untuk berhenti bertanya banyak hal, karena sebagai orang tua kita perlu mendorongnya untuk memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, bukan justru menekannya.

3. Jawab Pertanyaan dengan Pertanyaan

Coba jawablah beberapa pertanyaan “Mengapa” dengan pertanyaan baru “Bagaimana pendapatmu tentang hal itu?”. Pertanyaan balik ini bisa mendorong cara berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan berbahasa anak. 

Ini juga memberikan kesan kepada anak bahwa pendapat dan cara berpikirnya dihargai. Tidak perlu menyalahkan atau mentertawakan jika anak memberikan jawaban yang salah atau tidak masuk akal, dari jawaban yang diberikan anak, kita bisa memahami pola pikir dan cara pandangnya. 

menghadapi anak sering bertanya

 

4. Lakukan Riset Bersama Anak

Jika anak terus bertanya, dan Anda tidak mengetahui jawabannya maka Anda perlu memiliki back up plan. Anda bisa melimpahkan pertanyaan tersebut pada pasangan, guru di sekolah atau kakek neneknya.

Ide baik yang lain, mungkin Anda bisa mengajak anak Anda ke perpustakaan. Lakukan kunjungan rutin bersama ke perpustakaan. Dengan demikian, anak Anda akan terbiasa melakukan riset dengan membaca buku.

5. Tidak Apa-Apa Jika Anda Menjawab “Tidak tahu”

Jika Anda tidak tahu jawabannya, tidak masalah jika Anda mengatakan “tidak tahu”. Ini akan lebih baik daripada membuat jawaban sendiri, yang kebenarannya tidak pasti. 

Ketika orangtua “mengarang” sebuah jawaban yang kelak akan anak temukan keliru, ia akan menganggap orang tuanya berbohong. 

Yang terbaik adalah Parents bisa mencari jawabannya di buku-buku atau di internet. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk membangun ikatan antara orang tua dan anak.  Melalui  kegiatan ini Anda bisa mempelajari hal-hal baru (di samping Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan anak Anda)

Anda pasti merasa letih dengan berbagai macam  pertanyaan yang dilontarkan oleh anak Anda non-stop. Tapi ingatlah, bahwa ini hanyalah sebuah fase yang berharga. Anak belajar untuk berpikir kritis, belajar untuk mempercayai orang tuanya, dan juga mempercayai dirinya sendiri, semuanya tergantung bagaimana kita meresponnya. 

Baca Juga:

  1. HOTS: Cara Berpikir Tingkat Tinggi
  2. Mengenal “Executive Function” & Peran Pentingnya dalam Perkembangan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *