Otak Kanan atau Otak Kiri Lebih Kuat: Ternyata Hanya Mitos!

Selama ini mungkin banyak yang percaya tentang kekuatan salah satu otak manusia akan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam salah satu bidang pendidikan atau pekerjaan. Misalnya seorang anak yang lebih banyak menggunakan kekuatan otak kanan akan sukses dalam bidang kesenian atau musik, dan dianggap lebih kreatif. Sedangkan seorang anak yang lebih banyak menggunakan otak kirinya akan sukses dalam bidang matematika atau bahasa, dan dianggap berpikiran lebih logis. Namun, tahukah Anda tentang mitos otak kanan dan otak kiri “lebih kuat” yang selama ini masih banyak diyakini orang?

Ya, mitos bahwa jika salah satu bagian otak, entah itu otak kanan atau otak kiri lebih banyak digunakan, maka seseorang akan unggul dalam bidang tertentu. Loh ternyata hanya mitos? Lalu dari mana asal mitos ini menyebar?

Dari Mana Asal Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri “Lebih Kuat”?

Awalnya, teori tentang otak kanan dan otak kiri berasal dari penelitian Roger W. Sperry yang pernah dianugerahi Nobel pada tahun 1981. Sperry yang saat itu mempelajari tentang epilepsi menemukan fakta bahwa, dengan memotong struktur yang menghubungkan otak kanan dan kiri (corpus callosum) pada pasien epilepsi, ternyata dapat mengurangi atau menghilangkan kejang.

Namun, pasien epilepsi Sperry ternyata mengalami hal lain berupa jalur komunikasi antara kedua sisi otak terputus. Pasien epilepsi tersebut tidak dapat menyebutkan nama objek yang diproses menggunakan otak kanan. Tapi, mampu menyebutkan objek yang diproses oleh otak kiri. Nah, berdasarkan fakta inilah Sperry mengatakan bahwa bahasa dan logika cenderung dikendalikan oleh otak kiri. Sedangkan informasi spasial dan pemahaman visual cenderung ditangani oleh otak kanan. Jadi, apakah salah satu sisi otak lebih kuat dari sisi otak lainnya?

Apakah Salah Satu Sisi Otak “Lebih Kuat” dari Sisi Otak Lain?

Penelitian selanjutnya, menyebutkan bahwa kerja otak sebenarnya tidak seperti yang diperkirakan. Ternyata, kemampuan dalam mata pelajaran seperti matematika justru paling kuat  ketika kedua sisi otak bekerja bersama. Artinya, seseorang akan menggunakan kemampuan otak kanan dan otak kiri untuk melakukan berbagai tugas secara bersamaan.

Tidak peduli seberapa cerdasnya Anda dalam hal bahasa atau matematika, kedua otak kanan dan otak kiri tetap bekerja secara bersama-sama. Otak kiri memang cenderung menangani hal yang berhubungan dengan bahasa, matematika, dan logika, namun tidak memonopoli dalam hal memproses bahasa. Kedua sisi otak kiri dan otak kanan tetap menjalin kerjasama dalam memproses bahasa.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Utah pada lebih dari 1000 peserta, menemukan fakta bahwa, aktivitas salah satu sisi otak seseorang kadang-kadang tinggi pada saat orang tersebut melakukan hal tertentu. Namun, aktivitas rata-rata yang dilakukan oleh otak kanan dan otak kiri pada dasarnya sama.

Kenapa Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri “Lebih Kuat” Terus Berkembang?

Walaupun peneliti dan para ahli sudah mempublikasikan fakta baru bahwa kemampuan salah satu sisi otak yang tinggi sebenarnya adalah mitos, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya, sehingga mitos tersebut terus berkembang.

Tak hanya itu, mitos otak kanan dan otak kiri ini terus berkembang karena banyaknya informasi pada buku, majalah hingga kuis online yang masih saja membahas perbedaan kemampuan otak kanan dan otak kiri.

Apa Yang Harus Dipahami Parents Tentang Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri “Lebih Kuat”?

Nah, setelah mengetahui fakta dari penelitian terbaru mengenai mitos otak kanan dan otak kiri “lebih kuat”, seharusnya Parents tidak mudah melabeli anak terkait mitos tersebut.

Sebagai orang tua seharusnya lebih bijak dalam menanggapi berbagai macam informasi yang berkembang di dalam masyarakat. Jika anak memang senang dengan aktivitas kesenian, boleh saja Parents menyalurkan bakatnya dalam hal berkesenian. Namun, sebaiknya jangan hanya membatasi anak untuk melakukan hal tersebut. Sebaliknya, tetap dorong anak untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti memasukkan anak pada kursus-kursus bahasa atau matematika agar kemampuan bahasa dan logika anak juga ikut terasah dengan baik.

Baca Juga:

  1. Otak Kanan VS Otak Kiri: Peran Mana Yang Lebih Penting untuk Anak
  2. Stop Berpikir Anak Kidal Memalukan
Bagaimana Menurut Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket