Our Class

Berpikir Kritis: Pertanyaan adalah Kunci

Mengapa orangtua perlu mengajari anak-anaknya untuk berpikir kritis? Seperti yang kita ketahui bersama, di era digital ini, informasi menyebar dengan begitu cepatnya. Parahnya, tidak semua informasi itu benar adanya. Banyak juga informasi hoaks yang dipercaya sebagai informasi akurat. Untuk itu, perlu sekali mengajari anak berpikir kritis supaya anak lebih bisa membedakan informasi yang benar dan salah.

Tak hanya itu, mengajari anak berpikir kritis juga bisa mengembangkan sisi kognitifnya. Mengapa harus diajarkan sejak dini? Karena anak-anak punya rasa ingin tahu yang jauh lebih besar dari orang dewasa. Membiasakan mereka berpikir kritis sejak dini akan membantu mereka untuk memahami sesuatu dengan lebih baik.

Menurut Richard W. Paul, berpikir kritis adalah sebuah proses intelektual yang secara aktif dan terampil memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, dan komunikasi yang dilakukan. Dalam hal ini, kita harus paham bahwa sains ada di mana-mana. Sains tidak hanya sebatas pelajaran IPA.

Agen pendidikan pertama kali bagi anak-anak adalah orangtua mereka. Anak-anak usia 3 – 5 tahun menghabiskan 70% waktu mereka di rumah. Untuk itu, orangtualah yang bertanggung jawab untuk memberikan pondasi pendidikan di waktu emas perkembangan mereka.

School of Parenting telah melaksanakan kelas “Melatih Anak Berpikir Kritis dan Logis Sejak Dini” pada 10 Agustus 2018 lalu di Surabaya. Kelas ini mengajak para orangtua untuk lebih memahami konsep berpikir kritis dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam pola didik anak.

berpikir kritis

Pada usia antara 3 – 5 tahun, rasa keingintahuan anak berkembang dengan pesat. Mereka sering bertanya tentang apa saja. Mereka ingin tahu banyak hal baru di sekitarnya. Lalu, bagaimana tanggapan orang tua? Karena “gemas” dengan pertanyaan-pertanyaan si kecil, orangtua sering kali mengabaikannya atau menyuruh anak berhenti banyak tanya.

Padahal, salah satu prinsip utama dalam membentuk anak untuk berpikir kritis adalah dengan pertanyaan. Beruntunglah orangtua yang memiliki anak-anak yang rajin bertanya. Itu berarti keinginan belajar mereka sangat kuat. Jangan mematahkan semangat mereka dengan menghentikan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pertanyaan Adalah Kunci Berpikir Kritis

Belajar, bagi anak-anak, tidak hanya tentang buku pelajaran dan buku-buku. Belajar dan berpikir kritis bisa dilakukan di mana pun dan kapanpun. Dalam hal ini, pertanyaan menjadi kunci utama untuk mengajak anak berpikir kritis. Inilah salah satu poin penting yang dibahas dalam kelas parenting kami.

berpikir kritis

Melita Rahardjo, M.Teach (EC), teacher School of Parenting untuk kelas ini, juga mengungkapkan hal yang sama. Mengajarkan anak berpikir kritis bermula dari pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang sesuatu di sekitar mereka. Saat sedang berada di restoran, misalnya, kita bisa mengajak anak untuk berpikir kritis.

Dimulai dengan pertanyaan sederhana tentang makan menggunakan sumpit dengan sendok. Mengapa menggunakan sumpit? Apa bedanya menggunakan sumpit dengan sendok? Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut mendorong anak untuk melakukan observasi. Setelah itu, bimbing anak untuk memperoleh kesimpulan dari apa yang baru saja mereka pelajari.

Belajar berpikir kritis dimulai dari pertanyaan-pertanyaan sederhana, observasi, kemudian membuat kesimpulan. Dalam hal ini, kembali ditekankan bahwa berpikir kritis tidak selalu tentang analisis yang rumit tentang sains. Bagi anak-anak, proses berpikir kritis bisa dimulai dengan melakukan observasi dan membuat simpulan.

Itulah salah satu poin penting yang dipelajari dalam kelas parentig “Melatih Anak Berpikir Kritis dan Logis sejak Dini” di Surabaya. Kelas dengan tema yang sama akan dibuka juga di Yogyakarta pada Sabtu, 15 September 2018 nanti. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dengan ahlinya!

Baca Juga:
  1. Tahapan Mengenal Angka dan Berhitung pada Anak Usia Dini
  2. Kelas Kesiapan Anak Memasuki Dunia Sekolah: Seberapa Penting?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *