Banner Header Komunitas SOP

STIMULASI ALA SEKOLAH BAYI DI RUMAH SENDIRI

Browse By

Bayi-bayi sekolah? 15 atau mungkin 10 tahun yang lalu orang akan kaget ketika mendengar cerita tentang “sekolah bayi”. Ya, anak-anak yang berusia di atas 6 bulan sudah “bersekolah”. Ide ini akan dipandang tidak wajar, bahkan dianggap ‘ngaco’.

Namun, trend dunia pendidikan anak 5 tahun belakangan ini sudah semakin pesat. Sekolah Bayi sudah tidak lagi dianggap sebagai ide ngaco nan aneh. Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya dari bayi, ada yang mulai saat usia anak masih 6 bulan. Hal ini dilakukan agar anak mendapatkan stimulasi yang tepat sesuai usianya. Diharapkan, kelak ketika anak beranjak besar, anak-anak bisa tumbuh lebih cerdas karena stimulasinya dimulai sejak dini dan ditangani oleh para profesional.

Akan tetapi, menstimulasi bayi sebenarnya tidak harus di sekolah. Orangtua bisa bisa menciptakan lingkungan rumah yang menunjang perkembangan anak layaknya sekolah bayi. Penasaran bagaimana caranya?

Seperti apa Stimulasi yang Dilakukan di Sekolah Bayi?

Sekolah bayi dibuka untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Pada masa ini, stimulasi yang dilakukan lebih pada pengembangan kemampuan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus. Bayi akan diajari merangkak, berguling, berdiri, berjalan, dan sebagainya. Lalu, untuk merangsang kemampuan berbicara, anak-anak juga sering dibacakan cerita.

Sekolah bayi menekankan pada kegiatan yang ceria dan menyenangkan. Saat menstimulasi anak-anak, iringi dengan musik-musik yang ceria supaya anak lebih bersemangat. Nah, berikut ini adalah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi anak ala sekolah bayi:

1.      Permainan yang Melatih Motorik

Ajak si kecil memainkan permainan yang mengasah kemampuan motoriknya, misalnya menggenggam mainan, merangkak dalam terowongan mainan (atau bisa gunakan kardus bekas besar yang bersih sebagai terowongan), memanjat, dan lain sebagainya. Gunakan alat permainan yang aman untuk bayi dengan warna-warna yang menarik.

2.      Beri Respons Positif dan Semangat pada Kegiatan Eksploratifnya

Respons positif sangat penting untuk membuat bayi lebih percaya diri dan lebih berani dalam mengeksplorasi lingkungannya. Misalnya, ketika anak sudah berhasil merangkak melalui terowongan yang Anda buat, hargai usahanya dengan bertepuk tangan gembira, senyuman atau pelukan.

3.      Bawa si Kecil ke Tempat yang Bisa Bertemu dengan Sesama Bayi

Percayalah, bayi juga mempunyai ketertarikan kepada sesama bayi. Jadi kenalkan ia kepada bayi lain. Hal ini bisa mengembangkan kemampuan sosialnya. Jika ia sering bersosialisasi dengan sesama bayi, nantinya ia bisa terstimulasi untuk bicara. Yang harus diperhatikan, pastikan bayi anda maupun temannya dalam keadaan sehat, karena bayi rentan terkena virus seperti flu dan batuk.

4.      Membacakan Dongeng

Membacakan dongeng atau cerita sangat banyak manfaatnya untuk anak-anak. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan bahasa, melatih imajinasi, dan masih banyak lainnya. Membacakan dongeng sebelum tidur juga menjadi momen bounding terbaik antara orangtua dan anak.

Itulah kegiatan-kegiatan stimulasi pada bayi yang bisa dilakukan di rumah. Jika Parents tidak ingin membawa anak ke sekolah bayi, rajin-rajinlah melakukan stimulasi sendiri di rumah. Semoga makin erat dengan si kecil ya, Parents!

stimulasi bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *