Banner Header Komunitas SOP

Main Gadget VS Main Bersama Ibu

Browse By

Kemajuan teknologi mengubah banyak hal dalam kehidupan, bahkan tentang bagaimana cara kita mendidik anak. Ada dampak positif yang bisa diambil, ada pula dampak buruk yang mestinya harus kita minimalisir. Karena susah mendiamkan anak-anak yang rewel, tak sedikit ibu yang menyuguhkan video-video lucu dari gadget mereka. Satu atau dua kali mungkin tidak akan berpengaruh.

Akan tetapi, jika Anda keseringan memberikan gadget pada anak, kelak anak-anak akan lebih senang main bersama gadget daripada bersama Anda,orang tuanya Lalu, jika anak sudah kecanduan gadget, akan susah untuk menyuruhnya berhenti main.

Sebelum anak berusia 2 tahun, sebaiknya jangan biarkan anak banyak terpapar gadget. Biarkan dua tahun pertama kehidupannya diisi dengan bermain bersama orangtuanya.

Hal ini penting untuk meningkatkan perkembangan bahasanya. Semakin banyak si kecil berinteraksi dengan Anda dan keluarga, maka semakin baik pula perkembangan bahasanya.

Kemampuan anak dalam berbahasa sebenarnya sudah dimulai sejak anak itu lahir. Anak-anak berbahasa melalui tangisan, senyuman, dan gerakan. Semakin tumbuh si kecil, akan semakin bertumbuh pula kemahiran berbahasanya. Anak-anak akan belajar memahami kata-kata dan mengucapkannya.

Dalam perkembangannya, kemampuan berbahasa anak diawali dengan pemahaman, perbendaharaan kata, pengucapan, dan penyusunan kata menjadi kalimat.

Anak-anak biasanya mulai berbicara pada usia 2 tahun. Setelah menginjak usia 4 – 6 tahun, mereka biasanya sudah bisa menyusun kalimat yang lebih luas.

Anak-anak juga sudah bisa menjawab pertanyaan, mengikuti berbagai instruktur yang lebih kompleks, dan dapat berpartisipasi dalam percakapan.

Akan tetapi, tidak semua anak memiliki tahap perkembangan yang sama. Beberapa anak ada yang memiliki keterlambatan dalam berbahasa. Penyebabnya tentu bermacam-macam, salah satunya adalah karena anak lebih sering bermain gadget daripada berkomunikasi dengan keluarga. Ketika bermain gadget, anak akan lebih fokus menonton daripada memproses informasi. Inilah yang menyebabkan mereka terlambat untuk berbicara.

Untuk mendukung perkembangan si kecil, orangtua sebaiknya lebih sering mengajak anak bermain daripada meninggalkan mereka dengan gadget. Ketika bermain bersama Ibu, anak-anak akan belajar berkomunikasi. Anak-anak pun lebih termotivasi untuk terus membangun interaksi bersama Ibu. Hal ini bisa mencegah masalah keterlambatan dalam berbicara.

Beberapa permainan seru yang bisa dimainkan bersama anak adalah sebagai berikut.

  • Mengajak anak membaca buku

Ada banyak sekali manfaat dari aktivitas yang satu ini. Membaca buku akan memicu anak untuk mengimajinasikan sesuatu, mengenal berbagai macam benda dan makhluk hidup, juga melatih kemampuan mereka dalam berbahasa. Setelah membacakan cerita, ibu bisa mendeskripsikan arti dari berbagai kosa-kata baru. Untuk jenis kata yang abstrak, ibu bisa menyederhanakan kosakata tersebut agar mudah dipahami anak.

Manfaat main bersama Ibu daripada main dengan gadget

  • Menyanyi

Anak balita sangat suka sekali menyanyi. Ketika menyanyi, anak-anak bisa berlatih bahasa sekaligus berekspresi. Melalui kegiatan menyenangkan ini, orangtua bisa mengenalkan berbagai kosakata baru kepada anak.

  • Arisan Kata

Saat anak sudah menguasai berbagai kata, Anda bisa mengajak mereka bermain permainan baru, yaitu arisan kata. Buatlah beberapa gulungan kertas bertuliskan kata-kata tertentu. Awali dengan kata-kata sederhana saja. Lalu, ketika mendapat satu gulungan. Ajak anak untuk menyusun kalimat sederhana. Jika anak kesulitan, Anda bisa membuatkan contoh. Permainan ini sangat mendukung kemampuan berbahasa si kecil.

  • Bercerita

Ketika kemampuan berbahasa si kecil sudah mulai meningkat, mulailah meminta anak untuk bercerita. Misalnya, ketika anak baru pulang dari rumah nenek, mintalah ia untuk menceritakan aktivitas apa saja yang telah dilakukan.

Nah, bermain bersama Ibu nyatanya lebih menyenangkan daripada bermain bersama gadget. Hal ini karena, saat anak-anak bermain bersama Ibu, secara tidak langsung tercipta ikatan kuat antara anak dan Ibu. Ikatan yang kuat ini akan membentuk kedekatan antara anak dan Ibu hingga dewasa nanti. Sebagai Ibu pun Anda tak perlu repot mencari tahu apa saja bakat dan minat anak karena Anda bisa mengetahuinya saat sedang dekat dengan anak-anak, melalui aktivitas bermain setiap harinya.

Jadi bagaimana? Sudahkah Anda bermain dengan anak hari ini?

Baca juga:

  1. Jangan Lengah Parents, Ini Bahayanya Anak Sering Bermain Gadget
  2. Sindrom “Text Neck” : penyakit Leher Abad 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *