“Aku Ingin Kau Mengingat Hal ini, Nak!”

Browse By

Dear anakku tersayang,

Kelak saat dewasa, banyak hal yang akan membuatmu mengenang masa lalu. Masa di mana segalanya nampak sedikit lebih indah daripada sekarang ini. Masa di mana kau bisa berlari, bermain, menangis, menjerit, hingga bermanja-manja denganku. Masa-masa saat aku memarahimu karena terus bermain tanpa mengenal waktu. Saat aku mulai berteriak padamu karena kau bahkan tidak menggubris semua panggilanku, dan saat kau mungkin marah padaku, karena aku tidak mengizinkanmu keluar dengan teman-temanmu itu.

Aku yakin, semua kenangan itu akan kau ingat saat dewasa nanti. Namun, tahukah kau Nak, aku ingin kau mengingat beberapa hal. Ya, aku ingin kau mengingat bahwa,

“ Aku Mencintaimu”

Ingatlah Nak, bahwa aku sangat mencintaimu. Cintaku padamu bukan karena apa yang sudah kau raih, bukan karena apa yang sudah kau hasilkan untukku atau untukmu, tapi hanya karena dirimu.”

“Aku Bahagia Menjadi Orangtuamu.”

Meskipun kadang kau pernah melihatku bersedih atau menangis, mungkin karena perbuatanmu atau karena hal lainnya, jangan pernah menganggapku tidak bahagia menjadi orangtuamu.

Nyatanya aku sangat bahagia memilikimu sebagai anakku. Semua kesedihan yang mungkin pernah aku rasakan hanya karena aku belum siap menjadi orangtua. Mungkin juga karena aku belum tahu apa yang harus dilakukan sebagai orangtuamu. Tapi ketahuilah Nak, kau satu-satunya pelipur laraku di saat sedih.

“Aku Selalu Menjadi Fans Terberatmu.”

Ingatlah nak, apapun yang terjadi padamu di kehidupan ini, aku tetap mengidolakanmu. Aku akan selalu ada untuk membuatmu tertawa dan tersenyum. Dan, aku akan selalu ada untukmu, sekalipun seluruh dunia meninggalkanmu.

“Uang Bukan Segalanya.”

Ingatlah selalu nak, bahwa uang bukanlah segalanya. Uang memang bisa mencukupi semua kebutuhan hidupmu, namun banyak hal lain yang lebih penting daripada uang. Hal tersebut adalah keluarga dan orang-orang yang mencintaimu.

“Rindukan Aku.”

Mungkin hal terindah saat aku tua kelak adalah mengetahui bahwa kau merindukanku. Ya, rindukan aku dan ingatlah aku sebagai orangtuamu yang dulu pernah merawat dan membesarkanmu penuh dengan cinta. Rindukan aku yang walaupun dulu seringkali memarahimu, namun semua hanya karena aku menyayangimu, nak.

“Kita Banyak Menghabiskan Waktu Menyenangkan Bersama”

Meskipun banyak hal yang membuatmu kecewa atau marah padaku hanya karena aku bersikap terlalu keras. Tapi ingatlah nak, bahwa kita pernah menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama. Ingatlah, kau sering terpingkal-pingkal mendengar lelucon dariku, ingatlah juga bahwa kau sangat senang saat tahu bahwa di weekend nanti kita pergi bersama.

Ingatlah semua kenangan menyenangkan itu nak. Dengan semua kenangan menyenangkan ini, mungkin segalah hal menyakitkan yang kau alami saat dewasa nanti bisa sedikit terobati.

“Jangan Terlalu Menyalahkan Dirimu Atas Sesuatu.”

Ingatlah nak, bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan, termasuk dirimu. Jangan pernah terlalu menyalahkan diri sendiri atas segala sesuatu yang telah terjadi. Kadangkala semua ini memang sudah diatur, dan bahkan tidak bisa diubah olehmu atau olehku.

“Aku Bangga Padamu, Nak.”

Atas semua hal yang pernah kau lakukan, aku tetap bangga padamu nak. Meskipun kau belum berhasil meraih impian-impianmu, aku tetap bangga padamu. Maka jangan pernah berpikir bahwa kau telah gagal, berpikirlah bahwa semua usaha kerasmu itu sudah memberikan pelajaran baik untuk dirimu sendiri dan telah membuatku bangga padamu.

Catatan Untuk Anakku:

  • Ingatlah nak, bahwa aku mencintaimu.
  • Ingatlah bahwa uang bukanlah segalanya dalam hidup ini.
  • Jangan pernah melupakanku dan tetap rindukan aku.
  • Kenanglah semua momen kebersamaan kita.
  • Aku akan terus disampingmu, meskipun seluruh dunia meninggalkanmu.

Meskipun banyak hal yang mungkin sudah kau lupakan saat dewasa nanti, tapi setidaknya ingatlah beberapa hal di atas. Beberapa hal yang mungkin sangat sederhana, namun bisa membawa kebahagiaan pada dirimu yang sudah dewasa kelak. Beberapa hal yang sedikit mampu mengurangi kesedihan yang kau alami saat dewasa nanti.

Dari kami yang mencintaimu, Nak!

Ibu dan Ayah

Baca juga:

  1. Mari Kita Bertanya, “Sudahkah Anak Bahagia?”
  2. Menjadi Ibu Berarti Menjadi Berani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *