Banner Header Promo Oktober

Anggota Keluarga Sebagai Pengasuh Anak? Siap-Siap Ketemu Masalah Ini!

Browse By

Kakek, Nenek, Tante, Om atau saudara yang lain nampak jadi pengasuh yang “sempurna” bagi kita sebagai orang tua yang bekerja. Setidaknya inilah yang dipikirkan sebagian besar dari kita bukan? 

Alasannya bisa beragam, dari masalah keamanan yang lebih terjamin, hingga masalah biaya yang mungkin bisa saja ditekan bahkan “gratis”. Ya, “gratis” dalam artian, banyak dari anggota keluarga yang tak mau dibayar karena mengasuh anak-anak kita. Mereka berpikir bahwa kita masih saudara sehingga tak pantas rasanya jika terlalu “perhitungan”. Meskipun ada juga yang diberikan sejumlah uang sebagai “uang lelah”. 

Nah, meskipun banyak kelebihan yang diperoleh dengan mempercayakan anak kita pada anggota keluarga, tetap saja ada kelemahannya loh. Salah satunya, tidak bisa “mendikte” gaya parenting yang kita yakini sebagai orang tua pada anggota keluarga. Anggota keluarga tentu saja akan “ikut campur” dengan gaya parenting atau berbagai macam aturan yang kita buat selama ini. 

Misalnya saja jika kita selalu meminta anak untuk tidur siang setelah pulang sekolah agar lebih sehat dan saat sore nanti bisa lebih fokus mengerjakan PR. Namun,kakek nenek atau anggota keluarga lain yang menjadi pengasuh anak seringkali membiarkan anak terus saja main dari sepulang sekolah. Akibatnya, saat mengerjakan PR tiba, anak malah mengantuk. 

Duuhh..pusing sih memang memilih pengasuh anggota keluarga atau pengasuh profesional seperti babysitter

Sebelum meminta salah satu anggota keluarga untuk mengasuh anak, sebaiknya kita pahami dulu yuk, kekurangannya, seperti beberapa hal di bawah ini:

Kekurangan Minta Anggota Keluarga Mengurus Anak

  • Dianggap Memanfaatkan Situasi

Wajar rasanya jika anggota keluarga saling tolong menolong, salah satunya menolong menjaga anak. Jika hal ini dilakukan 1 kali, atau 2 kali mungkin sangat wajar, tapi apa jadinya jika kita terus saja meminta bantuan yang sama pada Nenek, Kakek, Om atau Tante? Bukankah kita bisa dianggap memanfaatkan situasi? 

Jika hal ini sedang kita alami, sudah seharusnya kita mulai memikirkan imbalan apa yang pantas bagi anggota keluarga. Tentu, hal ini menjadi sangat sulit karena yang membantu adalah anggota keluarga sendiri dan bukan tenaga profesional. 

Ingin memberi sejumlah uang, tidak tahu harus memberi berapa besar. Pada kasus tertentu bahkan kita takut dianggap menghina karena usaha anggota keluarga untuk mengasuh itu tulus dan bukan semata-mata karena uang. Jika tidak memberi apa-apa, nanti dianggap tidak tahu diri dan memanfaatkan situasi. Serba salah bukan?

Keluarga jadi pengasuh anak tantangan

 

  • Bentrok dengan Gaya Parenting

Kita masih bisa memaksakan gaya parenting terhadap babysitter, tapi tidak pada anggota keluarga. Inilah kekurangan dari meminta anggota keluarga untuk mengasuh anak, yaitu akan terjadi bentrok antara gaya parenting yang mereka anut dan kita pahami. 

Kita mungkin tak mengizinkan anak bermain bersama teman setelah pulang sekolah, dan baru mengizinkan anak bermain di sore hari setelah anak-anak tidur siang. Tapi berbeda dengan Om atau Tante, yang justru memperbolehkan anak bermain dari sepulang sekolah hingga sore hari.

  • Rentan Terjadi Perselisihan Keluarga

Perbedaan pola asuh saja sudah sangat mudah menimbulkan perselisihan di antara keluarga, apalagi jika ada situasi-situasi dadakan dimana kita tak bisa menjemput anak tepat waktu. Misalnya saja kita harus lembur sampai larut malam, sehingga anak masih berada di rumah Nenek dan Kakek, maka mau tidak mau Nenek dan Kakek harus ikut begadang hingga larut malam untuk menunggu kita menjemput anak.

Sekali, dua kali si mungkin tak masalah, tapi bagaimana jika situasi ini seringkali terjadi. Bisa-bisa Kakek dan Nenek akan komplain terus pada kita. 

  • Serba Salah

Kekurangan lain meminta anggota keluarga untuk menjaga anak adalah perasaan serba salah yang sering kita rasakan sebagai orang tua. Seringkali kita merasa tidak berani menegur apabila pola asuh Nenek atau Kakek memberi pengaruh buruk pada anak, pun demikian dengan anggota keluarga lain yang membantu kita menjaga anak. Akibatnya, kita selalu menggerutu sendiri pada pasangan tanpa ada penyelesaian yang pasti. 

Penting untuk mempertimbangkan siapa yang akan membantu kita menjaga anak. Jika pilihan tersebut jatuh pada anggota keluarga, maka kita perlu mempersiapkan diri mengalami beberapa hal di atas. 

Baca Juga:

  1. Menitipkan Anak Pada Kakek-Nenek, Yay or Nay? 
  2. Pola Asuh Kakek-Nenek Beri Pengaruh Negatif Nih, Apa yang Perlu Dilakukan Ortu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *