Banner Header Komunitas SOP

Bagaimana Cara Menstimulasi Kemampuan Memegang Pensil dan Menulis Anak?

Browse By

Kemampuan memegang pensil termasuk ke dalam kemampuan motorik halus. Kemampuan ini harus distimulasi sedemikian rupa supaya berkembang dengan sempurna. Saat anak-anak masuk sekolah dasar, ia harus sudah mampu memegang pensil dengan tiga jari serta menulis dengan baik. Kemampuan tersebut tentu tidak datang tiba-tiba, melainkan ada tahapan-tahapannya. Pola memegang pensil pada anak berkembang sesuai dengan usianya. Stimulasi yang tepat bisa mempercepat proses anak dalam belajar menulis.

Stimulasi yang Keliru dalam Belajar Menulis

  1.       Mewarnai gambar tanpa harus keluar garis tepi.
  2.       Menghubungkan garis-garis hingga mencapai bentuk tertentu
  3.       Menggambar sederhana.

Parents pernah menstimulasi anak dengan tiga hal di atas?  Ketiga latihan tersebut sering diharapkan bisa mendukung kemampuan menulis anak.

Akan tetapi, ketiga latihan di atas justru bisa menghambat anak dalam menulis. Mengapa demikian? Ketiga latihan di atas hanya berfokus pada konten dan kerapian. Anak-anak tidak belajar bagaimana mekanisme kontrol pensil, cara memegang pensil, dan kecepatan menulis.

Stimulasi yang tepat tentunya tidak hanya berfokus pada kemampuan anak menggambar atau mewarnai bidang datar tertentu. Stimulasi dasar yang tidak boleh dilupakan adalah mengasah kemampuan motorik halusnya. Bagaimana caranya?

1.      Bermain Botol Semprotan atau Pistol Air

Pada dasarnya, balita sangat suka bermain air. Bermain botol semprotan atau pistol air bisa menguatkan otot-otot jari anak. Hal ini baik untuk mendukung kemampuan menulisnya.

stimulasi pegang pensil

2.      Menggunakan Pinset untuk Mengambil Benda-Benda Kecil

Latihan ini juga bisa mengembangkan motorik halus anak. Ajak ia memindahkan benda kecil, misalnya bola-bola wol kecil, dari atas meja ke dalam gelas menggunakan pinset. Instrusikan juga warna bola apa yang harus anak masukkan ke dalam gelas. Selain melatih motoriknya, permainan ini juga bisa melatih kemampuannya mengenali dan mengingat warna.

3.      Menuangkan air dari teko ke dalam gelas

Ini memang bukan aktivitas yang berlebihan. Akan tetapi, aktivitas ini sangat berguna untuk melatih otot jarinya. Ketika anak menuangkan air ke dalam gelas, tangan mungil anak berusaha menjaga keseimbangan antara memegang teko dan gelas agar air tidak tumpah. Gunakan teko dan gelas anti pecah saat melakukan aktivitas ini ya, Parents.

4.      Bermain Play Dough

Mainan ini juga bisa mengasah kemampuan motorik halusnya. Saat anak berusaha membuat bentuk-bentuk tertentu, jari-jari tangannya akan aktif membuat bentuk adonan yang mereka inginkan.

5.      Eksplorasi dan Banyak Berkreasi

Masih ada banyak sekali mainan asyik yang bisa dimainkan bersama anak. Sebagai orangtua, kita harus lebih kreatif dalam bereksplorasi dan berkreasi. Ajak anak-anak memainkan permainan yang menyenangkan yang melibatkan kegiatan aktif yang dilakukan menggunakan tangan. Saat motorik halusnya sudah semakin terampil, anak-anak akan mudah melakukan gerakan menulis.

Ketika anak-anak sudah mulai bisa memegang pensil dengan benar, saatnya melakukan banyak latihan menulis sederhana. Sering-seringlah mengajak balita berumur 4 tahun untuk membuat berbagai bentuk tulisan, bisa bentuk bola, kubus, atau mewarnai. Belajarlah melalui permainan-permainan anak yang menyenangkan. Jangan memaksa anak untuk belajar. Biarkan proses belajarnya berjalan alami.

Setelah anak-anak berusia 6 atau 7 tahun (memasuki usia SD), ajarkan anak tingkatan menulis yang lebih susah, yaitu menulis dengan baik dan mudah dibaca. Agar tulisan anak mudah dibaca, ajarkan beberapa hal berikut.

  1.       Tulisan berada di garis.
  2.       Ukuran huruf sama.
  3.       Jarak antar huruf seimbang.
  4.       Ada jarak antar kata.
  5.       Huruf tidak saling bertabrakan.

Jika anak-anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan menulis, tak perlu panik berlebihan. Terus stimulasi kemampuan motorik halus dan menulisnya. Rajin-rajinlah mengajak anak menulis huruf dan angka setidaknya 15 menit setiap harinya. Jika anak masih belum menunjukkan adanya kemauan untuk menulis dan belajar saat usianya 6-7 tahun, ada baiknya konsultasikan dengan psikolog anak atau orang yang lebih ahli.

 

Baca Juga:

  1. Kenapa Anak Tidak Mau Menulis?
  2. Kapan Anak Mulai Belajar Memegang pensil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *