Banner Header Komunitas SOP

Kapan Anak Mulai Belajar Memegang Pensil?

Browse By

Semua orangtua pasti setuju bahwa ada banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum anak masuk dunia sekolah. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki anak sebelum memasuki dunia sekolah adalah memegang pensil.

Meski kemampuan menulisnya belum bagus, setidaknya sebelum masuk SD, anak-anak sudah harus bisa memegang pensil dengan benar. Sekalipun terlihat sangat sederhana bagi orang dewasa, kemampuan memegang pensil ini sebenarnya tidak gampang dan perlu dilatih. Anak-anak tidak akan langsung bisa memegang pensil dengan tiga jari (tripod) .

Kemampuan motorik halusnya harus dikembangkan dengan baik supaya bisa memegang pensil dengan benar.

Tahapan Perkembangan Anak dalam Memegang Pensil

Dalam memegang pensil, kemampuan anak berkembang dari waktu ke waktu. Pada saat pertama kali diperkenalkan dengan pensil atau crayon, anak-anak mungkin akan memegangnya seperti memegang tongkat (digenggam). Seiring dengan semakin berjalannya waktu, kemampuan memegang pensil pun bisa lebih baik, yaitu hanya dengan 3 jari. Berikut ini adalah tahapan perkembangan anak dalam memegang pensil.

  • Primitive Grasp/ Palmer Grasp (Anak Usia 1 – 3 tahun)

Pada usia ini, anak-anak baru beradaptasi dengan alat tulis. Ketika Anda memberinya sebuah pensil, mereka akan memegangnya dengan seluruh jari, seperti mengenggam stick (tongkat) ketika mencoret-coret.

  • Transition Grasp / Quadruped (Anak Usia 3,5 – 4 tahun)

Pada periode ini, anak-anak mulai memegang pensil dengan 4 jari. Mereka pun mulai bisa menggunakan pensil untuk membuat pola-pola sederhana, garis, dan mewarnai sekalipun belum rapi.

  • Mature Grasp ( Anak Usia 4.5 – 6 tahun)

Pada usia ini, anak-anak sudah bisa memegang pensil dengan 3 jari. Pada pola ini, anak menggunakan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah sebagai satu kesatuan. Cara memegang pensilnya mungkin belum sempurna, tetapi sudah hampir mendekati sempurna.

  • Dynamic Grasp (Anak usia 6 – 7 tahun)

Pada usia ini, anak-anak sudah mulai memasuki dunia sekolah (SD). Idealnya, mereka sudah bisa memegang alat tulis dengan benar, yaitu menggunakan 3 jari dengan cara yang benar. Setelah anak-anak bisa memegang pensil dengan benar, mereka pun bisa menggerakkan pensil secara akurat dan efisien.

Itulah beberapa tahapan pola memegang pensil yang harus dilalui anak. Untuk mendukung kemampuannya, orangtua harus memberikan stimulasi yang tepat. Jangan memaksa anak untuk langsung sempurna dalam memegang pensil. Ia tetap harus beradaptasi dengan pensil atau alat tulis lainnya. Jika Anda terus memaksa dan memarahinya, anak-anak justru akan merasa tidak nyaman. Hasilnya, mereka pun malah enggan untuk belajar menggunakan pensil atau menulis.

Bagaimana Mengajarkan Anak Memegang Pensil?

Mungkin Anda memiliki banyak cara unik mengajarkan anak memegang pensil. Tapi, bagi Anda yang belum mengerti bagaimana cara sederhana mengajarkan anak memegang pensil, maka berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan Pensil yang Tepat

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilihkan anak pensil yang tepat. Artinya, pensil yang digunakan oleh anak pertama kali untuk belajar tidak perlu terlalu panjang. Sesuaikan panjang pensil dengan cakupan tangan anak, sehingga tidak ada ruang kosong di luar genggaman anak yang akan mempersulit anak memegang pensil.

Anda bisa saja membeli pensil dengan panjang yang sesuai dengan cakupan tangan anak, atau gunakan saja pensil bekas pakai yang sudah pendek.

Tak hanya itu, sebaiknya gunakan pensil grip, (sejenis pegangan pensil) yang tersedia di toko-toko alat tulis untuk membantu anak memegang pensil. Pensil grip ini berfungsi agar jari-jari anak tidak licin saat memegang pensil, sehingga anak bisa memegang pensil dengan baik.

Pensil grip biasanya tersedia dalam berbagai macam ukuran dan bentuk. Sebaiknya, gunakan pensil grip yang sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga anak nyaman saat memegang dan menggunakan pensil.

  • Lakukan Stimulasi Cara Memegang Pensil

Sebelum anak benar-benar bisa memegang pensil, Anda bisa menstimulasi anak untuk melakukan aktivitas yang meningkatkan kemampuan motorik anak. Aktivitas ini gunanya untuk menstimulasi kemampuan memegang pensil dan menulis anak. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan misalnya, mengajak anak menjumputi kancing atau biji-bijian. Lakukan aktivitas tersebut secara konsisten dan terus menerus.

  • Cek dan Pembetulan

Setelah mengajarkan dan menstimulasi anak memegang pensil, lakukan cek dan pembetulan. Periksa apakah cara memegang pensil sudah dilakukan anak dengan benar. Apabila berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengajarkan anak memegang pensil, namun anak belum bisa melakukannya dengan baik, periksa kembali hal apa saja yang mengganggunya. Mungkin karena pensil yang terlalu panjang, terlalu licin dan sebagainya. Jika Anda belum bisa menemukan penyebab anak kesulitan memegang pensil, maka segera hubungi guru kelas anak, atau ahli terapis anak.

Tidak mudah memang mengajarkan anak memegang pensil, namun beberapa langkah di atas bisa dijadikan sebagai referensi mengajarkan anak memegang pensil dengan mudah. Hal yang terpenting adalah lakukan dengan sabar dan konsisten. Hindari memarahi anak apabila anak memang belum mampu memegang pensil dengan benar. Beberapa anak membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memahami proses pembelajaran yang baru.

Baca juga:

  1. Kenapa Anak Tidak Mau Menulis?
  2. Membaca Minimal 15 Menit/Hari untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *