Bagaimana Jika Anak Takut Keramaian?

Browse By

Pertanyaan Parents:

Selamat siang, saya Anissa. Saya punya anak lakilaki berumur 2 tahun 6 bulan, anak saya tidak suka dengan suasana ramai. Bahkan waktu ada perlombaan 17-an dia tidak mau mendekat. Bermain di playground pun tidak mau. Bagaimana cara saya supaya anak saya berani masuk ke suasana yang ramai orang baru?

Anak saya juga punya sifat yg perfeksionis, ketika makanan/minumannya terjatuh, harus diambilnya/dibersihkannya. Dan anak saya punya sifat mengulang suatu kondisi, misalkan pintu mobil sudah dibukakan. Dia tidak mau, harus pintu mobil ditutup kembali baru dibuka lagi. Begitu juga dengan barang, barangnya harus di taruh kembali baru dia ambil sendiri.

Jawaban Ahli

Dear Ibu Anissa, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan anak menolak berada di kondisi keramaian. Misalnya saja anak, dengan temperamen slow to warm up ataupun difficult, akan merasa kurang nyaman dan butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru. Selain faktor temperamen anak, anak dengan isu sensori (terlebih over-responsive terhadap sensori tertentu) juga seringkali mengalami kesulitan berada dalam suasana keramaian.

Dalam hal ini bisa saja anak merasa terganggu dengan suara hiruk pikuk ditengah keramaian (oversensitif secara auditori), ataupun merasa cemas melihat banyaknya orang yang gerakan-gerakannya tidak terprediksi oleh anak, dll.

Dalam kasus ini, informasi dan observasi yang mendetail perlu dilakukan untuk memastikan apakah perilaku menolak keramaian dan sifat perfectionist dan mengulang perilaku masih tergolong wajar ataukah perlu mendapatkan intervensi khusus.

Saya menyarankan agar ibu konsultasi secara langsung dengan dokter anak pakar tumbuh kembang anak atau dengan psikolog klinis anak, sehingga dapat dipastikan dengan lebih tepat apakah yang menyebabkan anak ibu menolak berada di keramaian bahkan di playground, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin agar tidak menghambat perkembangan anak selanjutnya.

Hal yang sementara dapat ibu lakukan adalah :
1. Menerima kondisi anak secara sepenuhnya dan tidak memaksa secara berlebihan untuk berada di keramaian.
2. Ajaklah anak ikut dalam kegiatan kelompok, mulailah yang jumlah orangnya sedikit terlebih dahulu, apabila sudah nyaman, dapat ditingkatkan.
3. Saat anak merasa tidak nyaman, berikan benda yang dapat mengurangi kecemasan atau menenangkannya ataupun apabila anak nyaman dipeluk, ibu dapat memelukkan setiap anak merasa tidak nyaman.
3. Sebelum pergi ke tempat atau suasana yang membuat anak tidak nyaman, infokan terlebih dahulu pada anak. Paparkan pada anak apa saja yang akan dihadapinya di sana, misalnya saat mau pergi ke playground ibu dapat menjabarkan mengenai kondisi dan hal-hal yang akan ada di playground (apabila memungkinkan sebutkan hal-hal yang sekiranya akan menarik bagi anak) Tekankan pula bahwa ibu tidak akan memaksanya, apabila anak merasa tidak nyaman, jelaskan bahwa anak dapat menggandeng atau memeluk ibu sampai merasa nyaman, dan kalaupun benar-benar tidak nyaman sekali, maka ibu akan mengajaknya pulang.

Dengan demikian, anak akan merasa aman dan memiliki kontrol akan lingkungannya, sehingga diharapkan anak mulai mau mencoba untuk bertahan berada dikeramaian.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Paskalia Marlina Lumban Batu, M. Psi

Founder & Child Psychologist

Lembaga Psikologi Adamar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *