Belajar Bahasa Inggris Bukan Hanya Belajar Kosakata

Browse By

Di era global saat ini kemampuan Bahasa Inggris makin menjadi bahasa kedua yang wajib dikuasai oleh generasi mendatang. Namun cara mengajarkan Bahasa Inggris untuk anak sampai saat ini masih sering menjadi perdebatan diantara para orang tua dan guru.

Menurut pakar pendidikan, Maria Montessori, orang dewasa sering kurang menghargai anak anak dalam dalam proses belajar mengajar, dalam hal orang dewasa sering memaksakan informasi yang diketahuinya kepada anak. Anak anak perlu diberikan pilihan serta didengar pendapatnya. Hal ini yang mendorong antusiasme dan keingintahuan anak lebih dalam sehingga mereka juga akan tumbuh menjadi pembelajar seumur hidup.  (Montessori method – learning theories)

think-e, sebagai rumah belajar Bahasa Inggris untuk anak dari usia 2,5 tahun, mengadopsi sistem students-centered ini dalam proses belajar mengajar di kelas.

Dalam pengajaran Bahasa Inggris di think-e, selain kami menyesuaikan dengan psikologi perkembangan anak di mana anak anak sampai dengan usia 6 tahun masih perlu banyak bergerak dalam belajar serta masih membutuhkan sesuatu yang visual untuk dapat dimengerti; kami juga mendorong siswa di think-e untuk belajar menyampaikan pendapat, bertanya dan menceritakan pengalaman.

Untuk itu di think-e, kami mengajarkan siswa untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, bukan dalam bentuk menghapal kosa kata atau phrasa, tetapi mendorong mereka untuk dapat memberikan pendapat mengenai suatu hal.

Tujuan pembelajaran di think-e bukan untuk mengerti sebanyak banyaknya kosa kata dalam Bahasa Inggris atau menuliskan kata dalam Bahasa Inggris tanpa kesalahan ejaan.

Namun, tujuan kami dalam mengajarkan Bahasa Inggris di think-e adalah untuk membuat siwa percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya, menceritakan pengalamannya dan mempertanyakan hal hal di sekitarnya dalam Bahasa Inggris.

Di dalam kelas kelas think-e, siswa akan mempelajari berbagai macam topik yang disesuaikan dengan usia. Di akhir topik, siswa akan diminta mempresentasikan hal yang telah dipelajarinya.

Dengan kelas yang dirancang tanpa meja kursi, memungkinkan siswa dan guru untuk berinteraksi tanpa jarak. Pun pengaturan ini memudahkan guru untuk melakukan aktifitas bermain dan bergerak bersama siswa untuk pendalaman topik. Ditambah dengan maksimal 7 siswa per kelas akan membuat diskusi lebih efektif dan pemantauan perkembangan siswa lebih intensif.

think-e menawarkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang berbeda dari lembaga serupa yang memungkinkan siswa menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua dalam mengekspresikan dirinya.

Silakan kunjungi kami di : www.think-e.id atau di rumah belajar kami :

Jl. Erlangga Raya no. 32, Semarang – (024) 8417222

Jl. Ganesha Mukti no. 345, Kekancan Mukti Semarang – (024) 6720106

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *