Beda Pendapat dengan Guru Anak? Wajar, Tapi..

Browse By

Banyak sekali alasan mengapa ada kasus orangtua murid terkesan “kurang suka” dengan guru anak di sekolah. Bisa jadi karena disiplin yang diterapkan pada anak, cara mengajar yang tidak sesuai dengan harapan orangtua, perubahan perilaku anak saat di rumah, hingga karena perbedaan kepribadian yang menyebabkan “bentrok” antara orangtua murid dan guru yang ada di kelas.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Haruskah Anda bertengkar dengan guru kelas anak? Tentu saja tidak,Parents. Sebagai orangtua seharusnya tetap menjaga hubungan baik dengan guru anak meskipun Anda berbeda pendapat dengannya. Nah, bagaimana caranya?

Cara Jaga Hubungan Baik dengan Guru Anak:

√ Tahan Amarah Anda

Marah-marah dengan guru anak apalagi dilakukan di depan anak sungguh bukan hal yang bijak. Meskipun Anda kurang setuju dengan sikap atau cara mengajar guru, sebaiknya jangan berikan kesan negatif tentang guru di depan anak.

Misalnya Anda membicarakan hal negatif tentang guru di depan anak. Menurut Nikita Crook, seorang psikoterapis anak dan remaja asal Vancouver Barat, dengan membicarakan hal negatif tentang guru di depan anak, maka akan membuat anak kebingungan. Anak akan masuk dalam situasi kurang menghormati guru.

Itulah mengapa, sebaiknya Anda harus tetap menahan amarah di depan anak agar hubungan Anda dengan guru tetap baik. Pun, hubungan antara guru dengan anak Anda di sekolah juga tetap terjaga baik.

√ Bicarakan Masalah Anda

Alih-alih hanya memendam atau membicarakan guru anak di belakangnya, sebaiknya atur waktu untuk bertemu dengan guru anak tersebut. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan beberapa hal yang mungkin kurang cocok dengan Anda,sebagai orangtua.

Semisal anda merasa masalah cara pengajaran guru terlalu monoton atau masalah cara guru mendisiplinkan anak yang kurang sesuai dengan pola asuh Anda di rumah,cobalah untuk mendiskusikan dengannya.

Jeff Kugler, mantan kepala sekolah dan direktur eksekutif pusat sekolah urban di Ontario mengatakan bahwa, para guru dan staff sekolah akan selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan semua kekhawatiran Anda. Jadi, tidak perlu terlalu takut atau ragu mendiskusikan beberapa pandangan Anda tentang guru kelas Anak. Siapa tahu, dengan mendiskusikan bersama para guru dan staff sekolah, semua masalah yang selama ini mengganjal di hati bisa terselesaikan dengan baik. Akhirnya, baik Anda, guru bahkan anak memiliki hubungan yang tetap terjalin dengan baik.

Kugler bahkan menyarankan para orangtua untuk memulai diskusi dengan sesuatu yang positif. Misalnya betapa senangnya Anda bahwa anak sekarang sudah lebih pandai membaca. Kemudian ajukan beberapa pertanyaan tebakan yang terbuka, seperti apa saja hal yang diperhatikan guru tentang anak saat berada di kelas.

Jika Anda terlalu khawatir dengan munculnya emosi saat berdiskusi, maka sebaiknya tulis saja beberapa poin penting yang ingin Anda sampaikan pada guru. Catatan ini berfungsi untuk mengingatkan Anda mengenai beberapa poin yang ingin Anda sampaikan.

√ Lakukan Observasi

Jika Anda merasa tidak yakin dengan perubahan perilaku anak, atau masalah lainnya terkait anak, sebaiknya lakukan observasi sebelum menyalahkan segala sesuatunya pada guru kelas. Anda bisa meminta izin memperhatikan anak di saat jadwal pelajarannya jika memang diperlukan. Kompromikan terlebih dahulu masalah ini dengan pihak sekolah. Sehingga observasi yang akan Anda lakukan berjalan dengan lancar.

√ Berdiskusi dengan Kepala Sekolah

Jika Anda merasa kekhawatiran Anda tidak didengar oleh guru atau staf sekolah lainnya, maka segera ambil langkah selanjutnya untuk berdiskusi dengan kepala sekolah. Kepala sekolah akan membantu Anda berdiskusi dengan guru yang bersangkutan. Kepala sekolah bahkan mungkin bisa saja menyarankan anak Anda untuk pindah ke kelas lain, agar mendapat guru yang lebih sesuai dengan anak. Dan, keputusan ini bukanlah tanpa alasan kuat.

Setelah Anda melakukan berbagai macam upaya untuk menjaga hubungan baik dengan guru kelas anak, maka yang perlu Anda ingat adalah orangtua dan pendidik harus melakukan apa saja agar murid-murid selalu termotivasi untuk belajar di sekolah. Meskipun ada saja konflik atau perselisihan antara guru dan orangtua murid, jika bisa ditangani dengan baik, maka akan sangat membantu dalam menyelesaikannya.

Tugas orangtua adalah untuk membantu anak dalam menghadapi situasi sulit saat berada di sekolah, baik dengan guru maupun sesama murid. Dan, bukannya menghindarkan anak dari setiap situasi sulit tersebut. Kondisi ini akan membantu anak dalam menghadapi tantangan saat dewasa kelak.

Tak hanya itu, sebagai orangtua bijak, sudah seharusnya Anda tetap menjaga hubungan baik dengan guru kelas anak dan pihak sekolah. Sebaiknya hindari berkonflik dengan guru atau pihak sekolah. Hal ini tentu akan membantu anak untuk tetap tenang saat belajar di sekolah.

Baca juga:

  1. Menghindari Konflik Sesama Orangtua Murid
  2. Berteman dengan Sesama Orangtua, Pentingkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *