Banner Header Promo Oktober

Memberi Tahu Anak Bahwa Ia Diadopsi: Melukai atau Melegakan?

Browse By

“Keluarga tidak hanya tentang gen dan keturunan. Keluarga adalah sebuah hubungan yang dibangun dengan cinta dan kasih sayang.”

Memiliki buah hati yang lahir dari rahim kita sendiri adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Satu hal yang akan selalu wanita syukuri. Sayangnya, tidak semua perempuan berkesempatan melahirkan bayinya sendiri. Ada saat di mana orangtua memilih mengadopsi anak untuk mewujudkan sebuah keluarga. Salahkah?

Mengadopsi anak adalah sebuah keputusan besar. Sebelum memutuskan hal tersebut, orangtua angkat tentu telah melewati banyak pertimbangan. Mengadopsi anak tidak hanya semata-mata untuk kepentingan orangtua angkat, tetapi juga demi kebaikan anak. Orangtua angkat bertanggung jawab untuk memastikan anak angkat tumbuh dengan baik dan bahagia.

Dari sekian hal yang menjadi pertimbangan, ada satu hal yang selalu membuat orangtua angkat gelisah, yaitu bagaimana nanti jika si anak tahu bahwa ia adalah anak angkat? Bagaimana jika ia terluka? Bagaimana cara menjelaskan bahwa ia adalah anak angkat tanpa harus melukai hatinya?

Seperti halnya orangtua, tidak ada satu pun anak yang ingin menjadi anak angkat. Setiap anak ingin tumbuh bersama orangtuanya. Memberi tahu bahwa dirinya adalah anak angkat perlu cara khusus. Jangan sampai anak salah paham dan terluka karena kenyataan tersebut.

Kesalahan yang selama ini dilakukan orangtua angkat adalah menutup rapat kenyataan bahwa ia adalah anak adopsi. Rahasia tersebut justru dapat memicu kesalahpahaman. Niat orangtua hanya ingin agar anak tetap merasa aman dan nyaman. Akan tetapi, hal tersebut bisa dipahami berbeda oleh anak angkat. Lalu, seperti apa cara terbaik menjelaskan bahwa ia adalah anak angkat?

1. Jelaskan tentang Adopsi Sedini Mungkin

Tidak ada yang salah dengan hubungan anak bersama orangtua angkatnya. Selama anak dan orangtua saling menyayangi, mereka layak disebut keluarga. Jika orangtua menyembunyikan identitas asal usul anaknya, anak akan berpikir bahwa adopsi adalah sesuatu yang buruk. Ini dapat meruntuhkan kepercayaannya.

Sebaliknya, orangtua asuh disarankan untuk menjelaskan tentang adopsi sedini mungkn. Pada usia 0 – 18 bulan, anak tengah mengalami perkembangan kepercayaan yang memunculkan rasa optimis dan kepercayaan ini. Pada tahap ini, orangtua bisa menjelaskan tentang adopsi dengan kalimat-kalimat sederhana. Misalnya, “Bunda memang tidak melahirkan kamu, tetapi kamu tetap menjadi anak Bunda yang akan selalu Bunda sayangi.”

Anak mungkin belum mengerti arti kata yang Anda ucapkan. Akan tetapi, kata-kata tersebut akan terekam dalam memorinya.

Menginjak periode berikutnya, usia 18 bulan – 3 tahun, harga diri anak mulai tumbuh. Seringlah membacakan cerita yang mengangkat tema tentang anak adopsi. Selanjutnya, saat anak menginjak usia 3 – 5 tahun, anak mungkin akan mengeksplorasi lingkungannya dengan banyak pertanyaan. Jawablah pertanyaan mereka dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti.

Jika banyak orang bertanya usia berapa seharusnya anak diberitahu bahwa ia adalah anak adopsi, jawabannya adalah usia 0 – 5 tahun.

2. Pastikan Anak Mendengar Penjelasan dari Orangtua Langsung

Jika periode di atas sudah lewat, setidaknya Anda harus memberitahunya sebelum orang lain menggunjingkannya. Sekuat apa pun Anda mencoba untuk merahasiakannya, Anda tentu tidak bisa mengendalikan suara-suara dari lingkungan sekitar. Mungkin saja ada tetangga yang tidak sengaja mengejek anak Anda ketika bermain. Sebelum itu semua terjadi, sebaiknya Anda segera menjelaskannya.

Mengapa harus sesegera mungkin? Karena hal tersebut akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri. Anak mungkin juga kehilangan kepercayaan kepada orangtua. Bahkan, efek terburuknya adalah anak akan depresi.

3. Temukan Waktu dan Kalimat yang Tepat

Setelah melihat penjelasan ini, segeralah temukan waktu yang tepat. Perhatikan kondisi psikologis anak. Temukan kalimat penjelasan yang tepat agar anak tidak salah paham. Lalu, pastikan orangtua dan anak dalam kondisi emosi yang tenang supaya terhindar dari kemarahan.

Setelah itu, bersiap-siaplah dengan kemungkinan pertanyaan yang dilontarkan oleh anak. Misalnya:

“Apakah orangtua kandungku tidak mau merawatku?”

“Apakah ayah dan ibu (angkat) akan tetap menyayangiku?”

“Apakah aku berharga untuk ayah dan ibu (angkat)?”

Mungkin ada pertanyaan tak terduga lainnya yang akan muncul. Anda harus bersikap bijak ketika menjawab semua pertanyaannya. Sebisa mungkin, jawablah dengan hal-hal positif. Bersikaplah setenang mungkin.

Respon anak mungkin berbeda-beda. Ada anak yang menerima dan mengungkapkan kesedihannya, ada juga anak yang defensif, tidak terima, dan menyangkal hal tersebut. Apa pun kemungkinannya, orangtua angkat harus bisa menjadi sosok yang menenangkan anak.

memberi tahu bahwa ia adalah anak adopsi

4. Berilah Dukungan Moral

Sekeras apa pun Anda menjaga anak Anda, dunia luar memang bisa saja lebih kejam. Anak adopsi, dalam pengertian sosial, mempunyai label yang kurang baik. Anak mungkin akan mendapatkan tantangan yang luar biasa. Ada sisi yang mana anak penasaran dengan orangtua kandungnya atau kondisi lainnya. Sebagai orangtuanya, tugas Anda adalah meyakinkan bahwa tidak ada yang berubah meski ia adalah anak adopsi.

Jelaskan kepada anak bahwa tidak ada yang salah dengan anak adopsi. Ia akan tetap menjadi anak Anda sama seperti anak-anak kandung yang lain. Ia pun akan tetap mendapatkan kasih sayang yang sama.

5. Bekerja Sama dengan Orang Sekitar

Wajar jika suatu ketika anak ingin tahu siapa ibu kandungnya. Jangan terluka dan marah dengan hal-hal semacam ini. Bila memungkinkan, bangunlah komunikasi yang baik dengan orangtua kandungnya. Anda juga bisa melakukan kunjungan rutin ke rumah orangtua kandungnya.

Apabila Anda terus memberikan kasih sayang yang berlimpah, anak tidak akan merasa rendah diri akan statusnya. Sebaliknya, ia akan terus melihat Anda sebagai orangtuanya yang sesungguhnya.

Sebagai orangtua angkat, terkadang Anda cukup khawatir jika sewaktu-waktu anak memilih untuk tinggal bersama orangtua kandungnya. Dalam hal ini, solusinya kembali lagi pada diri Anda. Jika anak merasa cukup dengan kasih sayang orangtua angkatnya, kemungkinan anak ingin kembali ke orangtua kandungnya sangat kecil.

Jadi, jangan ragu untuk membicarakan tentang status anak adopsi, karena sebenarnya itu adalah hak anak untuk tahu tentang asal usulnya. Yakinlah bahwa bukan hanya DNA yang membuat kita menjadi orang tua, namun cinta dan kasih sayanglah yang paling utama.

Artikel Pilihan:

Apakah Satu Anak Saja Cukup?

Ketika Mengadopsi Anak Adalah Pilihan

Saat Keluarga Jauh..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *