Banner Header Tanya Ahli SOP

Ketika Mengadopsi Anak Adalah Pilihan

Browse By

Ada banyak sekali alasan mengapa orangtua harus mengadopsi anak. Alasan yang paling sering dipakai adalah “untuk pemancing” supaya bisa mendapatkan anak kandung. Di sisi lain, ada juga suami-istri yang meski sudah punya anak, ia tetap ingin adopsi. Alasannya adalah karena kebetulan semua anak kandungnya berjenis kelamin perempuan, sementara orangtua ingin anak laki-laki.

Apa pun alasan Anda untuk mengadopsi anak, tujuannya haruslah baik, baik untuk orangtua dan baik juga untuk anak. Tujuan mengadopsi jangan hanya untuk kepentingan orangtua semata. Anak adopsi harus diperlakukan sama dengan anak kandung.

Supaya Anda semakin mantap dalam mengadopsi anak, pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini.

1. Lakukan Konseling

Kita tentu tahu bahwa menjadi orangtua bukanlah pekerjaan yang mudah, meskipun hanya orangtua angkat. Untuk itu, ada baiknya Anda mengikuti sesi konseling dengan psikolog. Ajak pasangan Anda untuk melakukan konseling juga. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa benar-benar siap dalam mengasuh anak.

2. Jangan Mengharap Balas Budi

Anda harus tahu bahwa mengadopsi anak bukan berarti menyelamatkan anak dari susahnya hidup di panti asuhan. Anda mengadopsi anak karena memang menyanyangi mereka. Anda ingin mengasuh anak angkat layaknya mengasuh anak kandung. Oleh karena itu, jangan pernah mengharapkan balas budi.

Jika Anda berlaku baik kepada anak angkat sebaik dengan anak sendiri, si anak pasti akan benar-benar menyayangi Anda. Seperti anak kandung, anak angkat pun akan berusaha untuk membahagiakan Anda.

3. Bicarakan dengan Keluarga Besar

Anda dan pasangan mungkin sudah selesai dengan keputusan bahwa Anda siap mengadopsi anak. Akan tetapi, mungkin saja keluarga besar tidak demikian. Anda juga perlu diskusi dengan orangtua dan mertua. Pastikan mereka setuju. Bagaimanapun, mereka nantinya juga akan menjadi kakek-nenek anak angkat kita.

4. Ikuti Kelas Mengasuh Bayi

Jika Anda berniat untuk mengadopsi bayi, sebaiknya ikutilah kelas mengasuh bayi, terutama untuk Anda yang belum pernah memiliki pengalaman dalam mengasuh bayi. Bayi berbeda dengan anak balita. Ia sangat kecil, ringkih, dan belum bisa berkomunikasi sehingga butuh perhatian khusus dari orangtua. Apalagi jika masih membutuhkan ASI. Orangtua angkat harus siap dengan pilihan mencari donor ASI atau memilih memberikan susu formula.

5. Siapkan Mental

Di Indonesia, mengadopsi anak belum dianggap sebagai hal yang lumrah. Mungkin saja nanti ada tetangga-tetangga Anda yang nyinyir dengan kehidupan keluarga karena memiliki anak adopsi. Satu dari sekian banyak kata-kata usil dari tetangga mungkin bisa menyakiti hati Anda dan anak angkat.

Untuk itu, siapkan mental dari sekarang. Jangan hiraukan omongan orang lain yang hanya akan membuat Anda sakit hati. Yang paling penting adalah Anda tetap bisa menjalankan peran sebagai orangtua yang baik dan menjadi keluarga yang bahagia.

Proses dan Syarat Mengadopsi Anak

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “darah lebih kental dari air” yang berarti ikatan darah lebih kuat dari hubungan biasa. Akan tetapi, Anda harus tahu bahwa cinta bisa datang dari mana saja. Merawat anak angkat dari kecil sangat mungkin menumbuhkan cinta yang besar, cinta yang tak kalah besar dari mencintai anak kandung.

Jika Anda sudah mantap ingin mengadopsi anak, maka ikuti tahapan dan prosesnya berikut.

1. Pilih Yayasan atau Panti Asuhan yang Legal

Jika Anda ingin mengadopsi anak dari panti asuhan, pastikan Anda memilih panti asuhan yang sah dan terdaftar di Departemen Sosial. Jangan mengadopsi anak yang tidak jelas asal usulnya karena bisa saja pihak yayasan memperoleh anak dengan cara-cara yang tidak sah.

2. Ikuti Proses Adopsi Anak sesuai Pengadilan

Pahami alasan mengadopsi anak karena pengadilan hanya akan mengabulkan permohonan adopsi jika tujuan adopsi untuk kepentingan anak. Jika alasan mengadopsi anak hanya sebagai “pemancing”, pengadilan tidak akan mengabulkannya.

3. Anak Angkat Berhak Mengetahui Asal Usulnya

Jangan pernah menyembunyikan status anak. Anak perlu tahu bagaimana asal usulnya. Orangtua pun wajib menjelaskannya. Jangan khawatir orangtua kandung akan mengambil kembali anaknya, karena anak yang telah diadopsi secara sah melalui pengadilan, tak bisa lagi diambil oleh orangtua kandungnya.

Lain halnya jika si anak sendiri yang meminta kembali ke orangtua kandungnya. Orangtua angkat harus merelakannya. Hal ini memang sangat jarang terjadi. Akan tetapi, jika memang anak adopsi ingin kembali ke orangtua kandungnya, Anda harus mengizinkannya. Ingat kembali bahwa tujuan Anda mengadopsi anak adalah semata-mata karena kepentingan anak.

Jika Anda menyayangi anak angkat seperti anak sendiri,maka anda tahu bahwa ia berhak bahagia mekipun itu berarti meninggalkan anda. Namun, Anda telah merawatnya dari kecil. Yakinlah, anak pasti juga memiliki cinta yang besar untuk Anda.

Bagaimana Hubungan Anak Angkat dengan Keluarga Kandungnya?

Jika Anda mengadopsi anak dari keluarga atau kerabat dekat, sangat mungkin anak akan berinteraksi dengan ayah atau ibu kandungnya. Seberapa besar rasa cemburu yang muncul dalam hati Anda, jangan pernah mencoba memutus tali persaudaraan mereka.

Jika Anda beragama Islam dan anak angkat berjenis kelamin perempuan, Wali nikah sahnya tetap ayah atau saudara laki-laki kandungnya.

Memang tidak mudah membiarkan anak angkat untuk tetap dekat dengan keluarga kandungnya. Akan tetapi, anggaplah ini sebagai sesuatu yang baik untuk Anda dan juga anak angkat.

Artikel rekomendasi lainnya:

  1. Kapan Mengenalkan Konsep Finansial pada Anak?
  2. Tahapan Mengenal Angka dan Berhitung pada Anak Usia Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *