Banner Header Komunitas SOP

Suami Masuk Ruang Persalinan, Boleh Tidak Sih?

Browse By

Membantu dan memberikan dukungan saat istri menjalani proses persalinan memang sudah tanggung jawab suami. Wajar rasanya jika suami ingin terlibat dalam proses persalinan dari awal hingga si kecil terlahir ke dunia.

Nah, karena ingin terlibat dalam proses persalinan ini, banyak suami yang ingin masuk ruang persalinan. Kira-kira boleh tidak sih hal ini dilakukan?

Sebenarnya tidak semua RS mengizinkan suami atau calon Ayah masuk ke ruang persalinan. Banyak alasan yang membuat pihak RS melarang orang selain tim medis masuk ke ruang persalinan,larangan yang sama berlaku untuk para suami. Alasan yang paling umum, adalah mencegah suami mengalami pengalaman traumatis yang justru bisa membuat istri menjadi lebih tegang dalam menjalani persalinan.

Dilansir dari kompas.com, dokter kandungan dan kebidanan, Michael Odent mengatakan bahwa mendampingi dan ikut terlibat dalam persalinan istri bukan berarti harus menemani istri masuk ruang bersalin atau ruang operasi. Menurut Odent, banyak suami yang tidak mampu mentoleransi darah, air mata istri atau kotoran yang melekat pada bayi yang baru saja lahir. Kondisi inilah yang justru memicu ketegangan bagi istri dan bisa jadi proses persalinan menjadi lebih sulit.

Lalu apa saja sih alasan dokter maupun pihak RS tidak mengizinkan suami ikut masuk ruang persalinan?

Alasan Suami Dilarang Masuk Ruang Persalinan

  • Menghindarkan Istri dari Stres

Siapa bilang istri menjadi lebih tenang saat suami ikut masuk ke ruang persalinan? Beberapa istri justru semakin stres bahkan lebih panik dengan adanya suami di dalam ruang persalinan. Pasalnya tidak semua suami memiliki mental yang kuat saat harus melihat darah, mendengarkan istri menangis sambil menjerit dan tidak cukup kuat melihat keadaan bayi yang baru saja lahir.

Meskipun suami berusaha memasang wajah tenang, namun tetap saja ia akan merasa sangat cemas dan khawatir melihat istri berjuang menjalani persalinan. Nah, stres yang dirasakan oleh suami ini bisa saja menular pada istri. Akibatnya, istri yang awalnya cukup tenang menghadapi persalinan berubah menjadi stres dan khawatir karena melihat suami yang juga merasakan hal yang sama. Inilah alasan utama suami dilarang masuk ruang bersalin.

  • Mencegah Pengalaman Traumatis

Banyak dokter dan pihak RS di luar sana yang mencegah suami masuk ke ruang bersalin untuk menghindarkan ia dari pengalaman traumatis saat menemani istri menjalani persalinan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan loh. Pasalnya, banyak suami yang terluka secara mental saat melihat istri kesakitan saat menjalani persalinan. Dalam hal ini, suami bisa saja merasa tidak berguna, karena satu-satunya hal yang bisa ia lakukan di dalam ruang bersalin hanyalah memegang tangan istri. Suami bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaan khawatirnya setelah persalinan karena terus dituntut untuk kuat menjaga istri dan bayi yang baru saja lahir.

Kondisi stres dan tertekan ini bisa mengakibatkan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) pada suami. PTSD sendiri dikenal sebagai kelainan mental yang timbul setelah seseorang mengalami pengalaman traumatis.

  • Menjaga Ruang Persalinan Tetap Steril

Alasan lain mengapa suami dilarang masuk ruang bersalin adalah agar ruang persalinan tetap steril. Pasalnya, bagi suami yang masih awam mengenai ruang operasi, bisa saja tidak sengaja menyentuh alat medis yang sudah steril. Hal ini juga dikhawatirkan oleh dr N.B. Donny A.M.Sp.OG, spesialis kandungan di RS.Hermina Jakarta, dilansir dari kumparan.com.

Berbeda halnya jika suami memang sudah pernah memiliki pengalaman sebelumnya masuk ke ruang bersalin, atau jika suami memiliki profesi di bidang medis, maka ia sudah tahu benar apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam ruang bersalin. Namun demikian faktor lain tetap saja perlu dipertimbangkan sebelum mengizinkan suami masuk ruang bersalin.

  • Menjaga Privasi Pasien Lain

Apabila suami tidak diizinkan masuk ke ruang bersalin, maka sebaiknya tidak perlu terlalu memaksakan kehendak pada pihak RS karena kemungkinan besar hal ini dilakukan untuk menjaga privasi pasien lainnya. Pasalnya, dalam satu ruang operasi, bisa saja terdapat lebih dari 1 pasien yang menjalani operasi.

Di beberapa RS besar memang disediakan ruang khusus bagi suami yang ingin menemani istri dalam proses persalinan. Namun, di beberapa RS lainnya kemungkinan masih ada yang belum menyediakan ruang khusus tersebut. Inilah alasan mengapa suami dilarang masuk ruang bersalin.

suami masuk ruang persalinan, boleh tidak?

Apakah Istri Menginginkan Suami Menemaninya saat Proses Persalinan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya beragam. Beberapa istri merasa ingin ditemani suami saat menjalani proses persalinan. Namun banyak juga istri yang justru tidak mengharapkan ditemani suami saat menjalani proses persalinan. Banyak istri yang justru mengharapkan kehadiran Ibunya saat proses persalinan karena menganggap sosok Ibu lebih berpengalaman dan tahu apa yang harus dilakukan di dalam ruang persalinan.

Apa Saja sih Manfaat Bagi Istri yang Ditemani Suami di dalam Ruang Persalinan?

Meskipun beberapa RS dan dokter melarang suami masuk ke ruang persalinan, namun ternyata banyak manfaat yang bisa diambil oleh istri saat ditemani suami dalam ruang persalinan. Beberapa manfaatnya yaitu:

√ Memberikan Dukungan Fisik dan Mental

Seorang istri yang sedang menjalani proses persalinan tentu membutuhkan dukungan mental. Nah, suami dianggap sangat mampu memberikan dukungan mental dan fisik yang dibutuhkan oleh istri.

√ Mengingatkan Teori Persalinan pada Istri

Beberapa istri mungkin saja lupa tentang teori persalinan yang dipelajari karena terlalu kesakitan dan panik. Kehadiran suami dalam kondisi seperti ini sangat diperlukan oleh istri untuk mengingatkan beberapa teori persalinan yang sudah dipelajari. Misalnya, mengingatkan istri untuk mengatur pernapasan.

√ Membantu Istri Menyampaikan Sesuatu Pada Dokter

Dalam kondisi panik dan kesakitan, sangat mungkin istri sulit berbicara. Tugas suami dalam hal ini adalah membantu menyampaikan sesuatu yang diinginkan istri pada dokter.

Baiknya, Suami Masuk ke Ruang Persalinan Tidak Sih?

Nah, bagi Anda yang masih mempertimbangkan kira-kira suami perlu masuk ruang bersalin atau tidak, maka pastikan beberapa hal berikut sebelum mengambil keputusan:

  1. Sudahkah suami “bermental baja” untuk melihat proses persalinan?
  2. Apakah pihak RS dan dokter mengizinkan?
  3. Seberapa siap suami memberikan dukungan penuh pada Anda di ruang persalinan?
  4. Apakah Anda menginginkan suami masuk ke ruang persalinan?

Alangkah baiknya jika Anda mempertimbangkan segala hal sebelum meminta suami masuk ke ruang persalinan. Pikirkan kembali dampaknya bagi persalinan Anda nantinya. Jangan sampai, hanya karena suami yang khawatir melihat persalinan, justru membuat proses bersalin Anda malah tegang dan stres. Akibatnya,alih-alih dukungan dan kelancaran, proses melahirkan malah terhambat,loh.

Baca juga:

  1. Perjuangan Ibu setelah 48 Jam Melahirkan
  2. Kata Siapa Operasi Caesar Gampang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *