Banner Header Promo Oktober

Apakah Satu Anak Saja Cukup?

Browse By

Jika Parents memiliki seorang anak, kemungkinan besar akan ada orang-orang yang memberondong Anda dengan pertanyaan: “Kapan rencana punya anak ke 2?”

Coba “debat” dengan menyatakan anda hanya ingin punya seorang anak dan mereka akan cepat menambahkan argumen,

“Apa nggak kasihan anaknya nanti kesepian? Dia butuh teman.”

Ini sering membuat banyak orang tua berpikir “Apa iya, cinta dari orang tua saja nggak cukup, ya? Anak juga butuh saudara kandung?”

Tetapi mengapa punya anak tunggal di Indonesia masih sering dianggap “tabu”?

Orangtua dari seorang anak tunggal sering diberi tahu bahwa anak mereka akan tumbuh menjadi penyendiri, anti-sosial dan kesepian.

Beberapa bahkan “ditakut-takuti” untuk khawatir tentang apa yang akan terjadi pada anak itu jika orang tuanya menua dan nanti meninggal anaknya akan hidup sendirian tanpa punya saudara untuk berbagi.

Dr Shilpa Aggarwal, Psikiater Anak dan Remaja yang adalah Kepala Psikiatri di Center MPower, Mumbai mengatakan kepada Times of India , “Memiliki seorang anak tunggal datang dengan serangkaian kelebihan dan kekurangan. Tidak ada jawaban yang meyakinkan tentang apakah lebih mudah atau lebih sulit untuk merawat seorang anak tunggal karena tergantung pada berbagai faktor, yaitu preferensi orang tua, kondisi ekonomi keluarga, dukungan keluarga besar, komitmen orang tua lainnya dan banyak hal lain”.

apakah satu anak saja cukup?

Memiliki hanya satu anak lebih mudah bagi sebagian orang tua. Sementara beberapa orang tua lain mungkin berpendapat bahwa itu tidak benar, tetapi memiliki seorang anak tunggal memungkinkan lingkungan terkontrol lebih baik.

Manisha Singh, ibu dari Misha, 6 tahun, telah memutuskan untuk memiliki anak tunggal. “Parenting adalah pekerjaan yang berat dan saya selama empat tahun ini membesarkan anak saya dengan mengorbankan karier saya, saya tidak bisa mengorbankan empat tahun lagi untuk anak ke 2. Lagipula bagi saya, ini adalah situasi yang menyenangkan. Saya dapat menikmati peran sebagai seorang ibu dan menemukan keseimbangan yang tepat antara bekerja, menjadi orangtua, dan ‘me time‘ saya. “

Bagi sebagian orang, beban keuangan merupakan faktor besar dalam menentukan berapa jumlah anak. Keluarga dengan satu anak jelas punya beban finansial yang lebih sedikit.

Bagaimana dengan tingkat kebahagiaan? Beberapa studi yang dilakukan secara global menunjukkan bahwa keluarga dengan tiga anak atau lebih adalah yang paling bahagia.

Tetapi Dr. Aggarwal mengatakan bahwa orangtua perlu berhati-hati menyikapi hasil studi ini. Dalam lingkungan yang serba cepat dan kompetitif seperti saat ini dengan dukungan terbatas dari keluarga terutama di kota-kota besar, sebagian besar pasangan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan bahkan untuk seorang anak tunggal, terutama ketika kedua pasangan bekerja.

Dalam situasi seperti itu, orang tua mungkin merasa lebih mudah untuk mengasuh anak tunggal.

Namun, tidak dapat dipungkiri, memiliki saudara kandung punya banyak sisi positif dalam psikologi anak.

Memiliki saudara kandung membantu dalam mengajarkan beberapa pelajaran penting yang sulit untuk diajarkan saat mengasuh seorang anak seperti berbagi, empati, dan nilai-nilai persaudaraan dalam keluarga.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Columbus Dispatch menunjukkan bahwa mereka yang memiliki saudara kandung, memahami orang lebih baik dan lebih mahir dalam menangani situasi sosial. Anak-anak dengan saudara kandung belajar rasa berbagi, serta belajar bentuk jaringan sosial yang penting ketika anak tumbuh menjadi dewasa.

Jadi, memiliki anak tunggal atau tidak, semuanya tergantung pada bagaimana Parents akan membesarkan mereka. Berapapun jumlah anak, pastikan kita mampu memenuhi kebutuhan fisik, psikologis dan menyiapkan lingkungan yang mendukung untuk mereka hidup dengan baik dan layak.

Baca Juga:

  1. Apa itu Stunting dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
  2. Hal-Hal yang Hanya Dirasakan Ibu yang Bekerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *