Banner Header Tanya Ahli SOP

Hentikan 4 Jenis “Self Talk” Ini Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Browse By

Seberapa sering Anda menyaring pemikiran sehari-hari? Apakah setiap pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terus Anda pikirkan? 

Jika benar demikian, sebaiknya Anda perlu menyaring beberapa pemikiran untuk meningkatkan kesehatan mental. Sebab, otak memiliki kemampuan yang sama dengan seorang editor. Salah satu tugasnya adalah memilih bagaimana menarasikan cerita tentang apa yang kita lalui setiap hari. 

Bagaimana otak kita menafsirkan pertengkaran dengan pasangan, tentang wawancara kerja yang gagal, atau tentang perbedaan pendapat dengan rekan kerja. 

Otaklah yang menentukan apakah peristiwa ini akan memicu emosi negatif dan pikiran yang menghancurkan diri kita sendiri.

Saat Anda merasa cemas atau stres, otak cenderung mengambil jalan pintas demi mempertahankan diri. Salah satu pintasan tersebut adalah filter “harus”. “Harus” adalah keyakinan yang kita miliki tentang bagaimana dunia seharusnya bekerja dan bagaimana kita harus bersikap di dalamnya. 

Tetapi kenyataannya keharusan ini tidak akurat atau rasional. Berikut adalah beberapa “keharusan” yang umumnya muncul dan harus Anda perhatikan dan hentikan ketika Anda mulai merasa cemas. 

  • “Aku HARUS selalu dicintai oleh setiap orang”

Terganggunya kesehatan mental bisa berasal dari ekspektasi tentang keharusan untuk dicintai. Memang sangat manusiawi jika memiliki perasaan ingin diterima, dicintai, dan dipuji. Namun bila terus-menerus memaksakan keadaan untuk mencapai keinginan ini, Anda akan mulai kehilangan jati diri. Sebab, Anda terus berusaha berubah menyesuaikan semua persepsi orang lain. Anda tidak bisa menilai apa yang penting bagi Anda karena fokus pada orang lain, bukan pada diri sendiri.

Kita tidak pernah bisa membuat semua orang bahagia sepanjang waktu. Sebaliknya, cobalah berfokus pada nilai-nilai Anda sendiri. Tindakan apa yang bisa menaikkan nilai pada diri Anda? Bagaimana Anda bisa baik kepada orang lain daripada hanya sekedar mengharap cinta dari mereka?

  • Aku HARUS sukses di semua hal

Mempersiapkan diri agar bisa melakukan segalanya secara sempurna dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Anda mungkin cenderung menunda-nunda ketika harapan untuk diri sendiri tidak memungkinkan. Padahal, kebanyakan orang sukses adalah mereka yang menerima kegagalan berkali-kali dan mencobanya lagi. Maka, untuk melawan “keharusan” ini, kurangi membuat asumsi saat Anda gagal. 

Tidak lolos dalam wawancara kerja bukan berarti Anda tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan. Gagal saat melahirkan secara normal bukan berarti anda ibu yang buruk. Ketika otak Anda secara otomatis didikte dengan kata-kata seperti “selalu” dan “tidak pernah”, maka Anda sedang berada di wilayah yang tidak rasional.

self talk untuk tingkatkan kesehatan mental

  • Aku HARUS menghindari konflik

Menjauhkan diri dari orang yang kita anggap “sulit”, tampaknya bisa menjadi solusi yang paling aman. Tingkat kecemasan menurun, dan kita dapat menghindari kekacauan serta emosi yang tidak menyenangkan. Tapi tindakan menarik diri ini hanya sebagai pelarian sementara. Anda tetap akan mengalami lebih banyak reaktivitas emosional yang merugikan diri sendiri ketika Anda memilih jalan pintas.

Dalam hidup, kita semua akan bertemu banyak orang dan kita akan selalu menghadapi konflik dalam berinteraksi. Akan ada ketidaksepakatan, kesalahpahaman, tekanan dalam komunikasi. Menghadapi konflik secara langsung dengan berusaha memahami pada awalnya tampak mustahil. Tetapi komunikasi adalah hal terpenting yang harus dijalin dengan baik untuk mencapai kehidupan yang lebih tenang dan akhirnya lebih bahagia. Semakin baik Anda menjadi bijaksana dan pandai berbicara di saat sulit dan stres, semakin sedikit “drama” interpersonal yang akan mengganggu Anda dalam jangka panjang.

  • Aku HARUS memiliki kontrol atas semua hal

Merasa memiliki kendali yang kuat atas apa yang terjadi pada Anda bukanlah sifat yang tidak sehat. Faktanya, orang yang memiliki lebih banyak rasa kontrol internal cenderung lebih tangguh selama tantangan hidup. Namun, ketika ekspektasi ini meluas ke semua peristiwa dan situasi, justru bisa menjadi “keharusan” yang berbahaya.

Banyak hal yang terjadi pada Anda dalam hidup adalah karena kebetulan saja. Kita tidak bisa membuat prediksi 100% akurat, tetapi itu tidak berarti kita harus merangkak kembali ke tempat tidur dan bersembunyi dari dunia. Sebaliknya, pertimbangkan bagaimana Anda masih bisa menikmati hidup dan menjadi tangguh meskipun menghadapi berbagai ketidakpastian. 

Ekspektasi berlebihan akan sesuatu hal hingga “mengharuskan” menggapai hal tertentu bisa mengganggu kesehatan mental. Untuk itu lakukan kontrol dan filter pemikiran Anda mulai sekarang yuk! 

Baca Juga:

  1. 10 Hal Emosional yang Mampu Membuat Ibu “Auto Mewek”
  2. Apakah Anda Ibu yang Pemarah? Mungkin ini Alasannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *