Single parent
Mom's Corner Parenting Tips

PANDUAN “SURVIVAL” BAGI SINGLE PARENT

Tak perlu menghabiskan waktu untuk menyalahkan diri sendiri atau meratapi nasib, ya Parents. Tidak ada yang buruk dengan menjadi single parent (orangtua tunggal). Kita tahu, tak ada satu orang pun yang benar-benar menginginkan untuk menjadi orangtua tunggal. Jadi, daripada sibuk menyalahkan diri sendiri atau meratapi nasib, lebih baik memperbaiki diri agar kita bisa survive dan menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi orangtua tunggal terbaik untuk anak-anak?

Memperbaiki diri demi menjadi orangtua tunggal terbaik untuk anak-anak adalah hal wajib yang harus Anda lakukan. Setidaknya, Anda harus mempunyai 5 hal berikut ini agar bisa menjadi single parent terbaik untuk anak-anak.

  •       Mencari Pengasuh Andal

Hal ini perlu sekali Anda miliki, terutama untuk Anda yang memiliki anak yang masih balita. Dengan menjadi single parent, selain harus mengasuh anak, Anda juga harus menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini pasti membuat Anda tidak bisa selalu ada di rumah. Mempercayai pengasuh untuk menjaga anak adalah hal yang tepat. Lebih bagus lagi jika yang menjadi pengasuh adalah keluarga atau kerabat dekat kita.

  •       Menerapkan Pola Asuh Co-Parenting

Jika perpisahan terjadi karena perceraian, Anda bisa mengajak mantan pasangan untuk ikut serta dalam proses pengasuhan anak. Model pola asuh co-parenting bisa Anda coba. Berbagi peran antara mantan suami dan istri meski sudah dalam keadaan bercerai. Dengan begitu, anak tetap bisa merasakan kasih sayang dari kedua orangtuanya secara utuh.

  •       Lebih Tenang dan Fokus

Dalam segala kerumitan yang ada, orangtua tunggal wajib untuk tetap tenang dan fokus. Jalani hidup dengan tenang. Selesaikan masalah satu per satu. Ketenangan ini akan berdampak pada anak, begitupun kegelisahan Anda. Dengan bersikap lebih tenang dan fokus, anak-anak pun akan merasa lebih nyaman. Sebaliknya, jika Anda bersikap gelisah dan stress, anak akan berpikir bahwa ia adalah beban bagi orangtuanya.

  •       Berdaya Juang

Modal utama yang harus dimiliki oleh orangtua tunggal dalam membesarkan anak adalah tetap semangat dan tidak putus asa. Sebab, seorang single parent harus menjalankan dua peran sekaligus. Di satu sisi, dia harus menjadi orangtua yang selalu ada untuk anak. Di sisi lain, dia harus bekerja untuk mencukupi semua kebutuhan rumah tangga. Sesekali, Anda mungkin akan merasakan kelelahan fisik dan mental, hal itu adalah sesuatu yang manusiawi. Istirahatlah, jangan memaksakan diri . Tapi ingat, Anda harus cepat pulih untuk kembali menjalani kehidupan dengan optimis dan positif.

  •       Keinginan untuk Memperbaiki Diri

Jangan hanya stuck pada hari ini atau justru hari kemarin. Menjadi seorang single parent juga dituntut untuk terus memperbaiki diri. Jangan bosan untuk mengupdate dan mengupgrade kualitas diri supaya tidak kalah dengan orang lain.

Itu dia lima hal yang wajib Anda lakukan sebagai seorang single parents. Perjuangan Anda mungkin tidak mudah. Oleh karena itu, tersenyumlah jika Anda sudah bisa bertahan dan menyelesaikan setiap masalah selama ini. Teruslah belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, demi anak anda, dan tentu saja demi diri anda sendiri. Anda hebat!

Single parent

One Reply to “PANDUAN “SURVIVAL” BAGI SINGLE PARENT

  1. Bagaimana menerapkan pola asuh jika suami saya sdh meninggal? Karena selama ini, kurang lebih 5 tahun saya dgn bantuan Keluarga saya yang mengurusi anak saya yang masih Balita, kadang saya merasa sulit, Karena aturan dalam mendidik anak saya tidak berjalan dgn baik Karena Ada dispensasi dari Keluarga saya terhadap aturan yg telah saya tanamkan utk mendidik anak saya, sehingga saya merasa saya tidak berhasil dalam mendidik anak, Karena sering apa yg saya katakan tidak boleh tapi diperbolehkan Oleh Keluarga saya. Misalkan saya mengajarkan untuk setiap Selesai bermain mainannya Harus di rapikan, Namun dari Keluarga saya selalu menganggap Kalau hal tersebut adalah seperti memperberat atau suatu yg membebani anak, mohon petunjuk bapak /ibu. Terima kasih ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *