× DAFTAR GRATIS Masuk
Artikel Kelas Online Tanya Ahli Workshop Online Mitra Sekolah Belanja Pintar Tentang Kontak
Mengenal Pola Asuh Co-Parenting

22 September 2020

Tak ada seorang pun yang ingin hubungan pernikahannya berujung pada perceraian. Akan tetapi, jika memang hal itu harus terjadi, tak perlu saling menyalahkan atau menuduh orangtua egois. Sebagai pasangan sekaligus orangtua, mereka yang bercerai pasti sudah tahu konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil. Jadi, hal yang sebaiknya dilakukan setelah bercerai adalah tetap mengasuh dan membesarkan anak bersama-sama. Ingat, tugas mengasuh dan mendidik anak tidak hanya membutuhkan ibu saja atau ayah saja, tetapi keduanya.

Pernahkah Anda mendengar istilah pola asuh Co-Parenting? Ini adalah metode pengasuhan yang bisa dijalankan oleh para pasangan yang bercerai. Istilah Co-Parenting sendiri digagas oleh komunitas orangtua yang berpisah di Italia, yaitu Association of Separated Parents. Definisi dari Co-Parenting adalah sebuah usaha pengasuhan yang dilakukan bersama-sama meskipun dalam kondisi berpisah atau bercerai untuk saling berkomitmen dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka.

Menjalankan Co-Parenting tidak semudah yang dibayangkan. Harus dibangun dengan komitmen yang tinggi untuk semata-mata mengutamakan kepentingan anak di atas segalanya. Untuk para orangtua dengan kondisi keluarga seperti ini, lakukan Co-Parenting agar perkembangan anak bisa berjalan dengan baik dan tidak menemui kendala terkait psikologi anak pasca perceraian orangtua.

Contact Us School of Parenting