Banner Header Tanya Ahli SOP

Aku Menyesal, Bercerai Tidak Membuatku Bahagia

Browse By

“Aku tersesat, aku hilang arah, aku menyesal, ternyata perceraian yang selama ini aku inginkan tidak benar-benar membuatku bahagia. Aku merasa hidupku menjadi tidak karuan, orang-orang bahkan tidak mendukungku dan justru menyalahkanku karena perceraian ini. Sebagian lainnya bahkan menyalahkanku karena dulu memilih mantan suami sebagai pendamping hidupku. Aku bingung, yang mana yang harus aku ikuti. Jalan mana yang sebenarnya bisa membuatku bahagia?”

Terjebak di dalam luka, kesedihan dan penyesalan memang bukan hal yang menyenangkan. Terlebih jika perasaan tersebut muncul akibat perceraian. Banyak pasangan yang memilih bercerai karena merasa tidak cocok satu sama lain, ada juga yang memilih karena munculnya orang ketiga, bahkan ada pula yang memilih bercerai hanya karena emosi sesaat. Apapun alasannya, perceraian mungkin menjadi satu-satunya solusi bagi pasangan yang sering mengalami konflik di dalam rumah tangga.

Tapi bagaimana jika Anda justru menyesal setelah bercerai? Atau merasa tidak bahagia setelah menandatangani surat cerai? Tentunya hal ini menjadi masalah baru lagi dalam kehidupan Anda.

Penyesalan memang kerap datang terlambat. Akhirnya saat penyesalan telah datang, tak jarang Anda tidak bisa berbuat apapun kecuali meratapi nasib. Sama halnya dengan penyesalan akibat perceraian. Mungkin pada awalnya Anda menggebu-gebu meminta bercerai dengan mantan pasangan. Namun, setelah proses yang panjang, justru Anda lah orang pertama yang menyesali jalan tersebut.

Menyesal setelah bercerai memang bisa dialami siapa saja, dan nyatanya bukan hanya Anda yang mengalaminya. Berdasarkan sebuah studi di Inggris terhadap 2000 pria dan wanita menemukan fakta bahwa 50% pasangan yang bercerai mengaku merasa menyesal telah mengambil langkah perceraian terhadap pernikahannya. Sebagian besar dari mereka bertanya-tanya “Apakah keputusan bercerai sudah tepat?”

Penelitian yang dilakukan pada pria dan wanita yang sudah menjalin hubungan selama lebih dari 5 tahun ini menemukan fakta bahwa 1 dari 5 orang langsung merasa menyesal setelah bercerai dengan pasangannya. Sementara 19% lainnya merasakan penyesalan setelah 1 minggu pasca perceraian.

Lalu, apa sih yang menyebabkan seseorang merasa menyesal setelah bercerai?
  • Timbulnya Masalah Keuangan

Ya, salah satu penyesalan yang cukup sering dialami pasca perceraian adalah karena timbulnya masalah keuangan. Bayangkan saja jika dulunya biaya kehidupan Anda sebagian atau sepenuhnya ditanggung oleh mantan suami. Lalu, sekarang setelah bercerai semua biaya kehidupan Anda akan ditanggung sendiri. Kenyataan inilah yang baru Anda sadari justru setelah bercerai. Anda mungkin akan merasa bahwa “Andai saja dulu tidak bercerai, mungkin aku tidak akan susah seperti ini”.

Tak hanya itu, bagaimana bagi Anda yang dulu tidak bekerja, sehingga hanya mengandalkan mantan suami untuk mencukupi kebutuhan hidup? Maka sekarang saatnya Anda harus mencari pekerjaan di umur yang sudah tidak muda lagi. Tentunya hal ini akan semakin sulit.  

  • Masalah Pada Anak-Anak

Anak mana sih yang menginginkan kedua orang tuanya bercerai? Sebaik apapun Anda menjelaskan pada anak tentang perceraian, akan tiba masa dimana anak-anak memang membutuhkan kedua sosok orang tua yang tinggal bersama seperti sedia kala. Anda pun akan mulai berpikir bahwa ternyata anak-anak memang tidak bahagia hidup seperti ini.

Masalah lainnya mungkin akan muncul, misalnya rumah yang dulu Anda tinggali bersama pasangan harus dijual karena pembagian harta pasca perceraian. Akhirnya Anda dan anak-anak akan pindah ke tempat lain atau kota lain. Anak-anak bahkan akan pindah sekolah karena dekat dengan tempat tinggal baru Anda. Akhirnya anak-anak akan kehilangan teman-teman lama di sekolah. Nah, hal ini akan membuat masalah baru bagi anak-anak. Anda pun mulai menyesali keputusan perceraian.

  • Munculnya Masalah pada Hubungan Selanjutnya

Penyesalan demi penyesalan, kesedihan dan masalah lainnya pasca perceraian mungkin akan memaksa Anda justru mencari pelampiasan. Ya, pelampiasan agar Anda tidak terus menerus menyesali perceraian dan berharap sembuh dari luka. Artinya Anda akan fokus pada pelarian bukan pada penyembuhan. Salah satu caranya dengan mencari pendamping baru. Namun, apa dikata sebenarnya hati Anda belum siap menerima cinta dan perhatian dari orang lain. Jika hal ini terjadi, bisa jadi Anda justru akan membawa masalah dari pernikahan sebelumnya pada hubungan baru saat ini.

  • Munculnya Perasaan Rindu

Nah, alasan ini yang cukup bahaya jika dirasakan oleh pasangan yang sudah bercerai, yaitu kemunculan rasa rindu pada mantan pasangan. Ya, ada kalanya, jarak justru bisa membuat hati Anda merasa dekat dengan mantan. Bagaimana tidak, selama ini kehidupan Anda telah dipenuhi oleh cerita suka duka bersama mantan. Bukan hal yang mudah untuk melupakannya begitu saja bukan?

  • Perasaan Iri

Siapa sih yang tidak memiliki perasaan iri? Perasaan iri bisa muncul bahkan pada mantan pasangan kita. Melihat betapa suksesnya dia setelah bercerai, dan melihat betapa bahagianya dia justru setelah bercerai bisa jadi penyebab penyesalan terbesar Anda. terlebih jika Anda mengetahui bahwa mantan pasangan sudah menjalin hubungan dengan orang lain, sedangkan Anda justru sibuk dengan bagaimana mencukupi kebutuhan hidup sendiri.

Penyesalan memang bisa terjadi kapanpun, baik sebelum maupun setelah perceraian. Untuk itu sebaiknya pikirkanlah dengan bijak sebelum mengambil keputusan bercerai. Bercerai sebaiknya bukan keputusan yang diambil dalam waktu semalam. Banyak hal yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan besar ini.

Setidaknya pikirkanlah dampak psikologis pada anak-anak setelah perceraian. Bagi Anda yang memiliki anak usia balita, perlu dipikirkan lagi, apakah bercerai saat anak usia balita lebih mudah? Namun, jika Anda belum memiliki anak, maka pikirkanlah apakah bercerai bisa membuat Anda bahagia atau justru membawa masalah lain bagi kehidupan Anda setelahnya.

Baca Juga :

  1. Bercerai Saat Anak Usia Balita, Benarkah Lebih Mudah?
  2. Menjadi Single Parents Tidak Selalu Buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *