Mom's Corner Parenting

Bagaimana Cara Mengatur Emosi?

Pertanyaan:

Saya Disma, masih hamil 8 bulan. Jadi, saya masih belum tahu bagaimana kondisi saya nanti ketika saya punya anak. Tapi yang saya takutkan adalah emosi saya kurang stabil dalam menanggapi sesuatu, kadang bisa naik turun sewaktu-waktu. Saya pernah coba test online sepertinya saya kena bipolar. Untungnya suami saya paham. Yang saya tanyakan, bagaimana cara memanage emosi ketika mood swing tiba-tiba menghampiri, pada saat menghadapi anak kita ya, Bu?

Jawaban Ahli:

Hallo Parents. Selamat menyambut kehadiran si kecil ya!!

Tentang me-manage emosi yang turun-naik; sebenarnya Ibu Disma sudah berada di level pertama yg diperlukan, yaitu menyadari bahwa kondisi emosi Ibu Disma kadang naik kadang turun di waktu tertentu.

Nah, langkah selanjutnya yang perlu coba dilatih adalah mencoba menyadari ketika kondisi emosi kita sedang naik atau sedang turun. Dan ketika itu terjadi, coba untuk dikelola, sebelum keluar jadi perilaku yang kemudian kita sesali (terlebih kepada anak, nanti).

Ingat-ingat lagi bahwa kata-kata kasar, perlakuan atau pengalaman tak menyenangkan yang diterima anak bisa berefek pada pembentukan konsep dirinya, misalnya rasa tak dicintai hari ini, bisa jadi gangguan kecemasan di masa dewasa.

Banyak luka-luka masa kecil, yang bisa menjadi masalah yang tak kita duga di masa depan nanti. Nah, sebelum hal-hal buruk tersebut terjadi, kita harus sebisa mungkin mengelola emosi kita.

Misalnya, ketika emosi naik, coba tarik napas dalam-dalam sebelum marah. Rasakan seolah udara yang masuk mendinginkan dada, mendinginkan emosi. Cari hal-hal sederhana yang bisa membuat kita lebih tenang. Jika dirasa sudah lebih tenang, barulah bisa berkomunikasi (ke anak, atau siapapun) dengan lebih baik.

Tentang bipolar; tentu untuk memastikan apakah benar Ibu Disma mengalami bipolar atau tidak, tidak cukup hanya lewat tes online. Ibu Disma perlu berkonsultasi dengan ahli, seperti psikiater. Dari pemeriksaan ahli barulah akan diketahui kondisi sebenarnya dan treatment yang dibutuhkan, sesuai hasil pemeriksaan.

Demikian jawaban dari saya. Semoga membantu, salam hangat untuk Ibu Disma dan keluarga.

Veronica Sri Utami,

Dosen dan penulis buku “We Are Good Mother” dan “Recharge Your Life”

Baca Juga Yuk Artikel Terkait Lainnya:

  1. Satu Cara Sederhana untuk Berhenti Berteriak pada Anak
  2. Toxic Parents: Apa dan Bagaimana Bahayanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *