Banner Header Komunitas SOP

Ini Beruntungnya Bersekolah di Indonesia!

Browse By

Selama ini pernahkah Anda mencari tahu atau sekedar bertanya di dalam hati, “Apa sih sisi positifnya jadi murid di Indonesia?” atau “Apa sih untungnya bersekolah dan menempuh pendidikan di Indonesia?”

Pertanyaan tersebut terasa menggelitik sebagian besar orang, bahkan bagi Anda yang mulai berpikir kira-kira apa sih sisi positif bersekolah di Indonesia? Sedangkan banyak pendapat yang menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia sudah ketinggalan dari negeri lain, atau pendidikan di Indonesia kurang relevan dengan perkembangan zaman, atau pendidikan Indonesia yang masih belum merata dari Sabang sampai Merauke.

Pernyataan tersebut barangkali memang benar jika kita berbicara tentang sistem pendidikan di Indonesia. Atau jika kita berbicara tentang nilai akademik anak-anak di Indonesia dibandingkan anak-anak di negara lain. Harus diakui bahwa Indonesia masih perlu banyak membangun sistem pendidikan, sehingga bisa disejajarkan dengan negara-negara lainnya.

Namun, tahukah Anda ada hal lain yang justru lebih penting dari sekedar nilai atau prestasi akademik anak-anak?

Ya, ternyata masih ada banyak hal yang bisa kita banggakan dari Indonesia. Masih ada banyak hal yang nyatanya membuat kita merasa bersyukur pernah bersekolah di Indonesia, bahkan bersyukur menyekolahkan anak-anak kita di Indonesia.

Beruntungnya Bersekolah di Indonesia

Nah, jika Anda masih penasaran tentang apa yang membuat anak-anak seharusnya merasa beruntung bersekolah di Indonesia, maka Anda harus tahu satu informasi yang cukup membanggakan yang dilansir dari thejakartapost.com.

  • Tingkat Kebahagiaan

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga amal pendidikan Varkey Foundation yang berbasis di Inggris, dari 20.000 pemuda berusia 15-21 tahun di 20 negara, ditemukan bahwa pemuda (anak-anak) Indonesia menempati peringkat tertinggi sebagai anak-anak yang memiliki ambisi, tingginya tingkat emosional yang baik, dan kepercayaan.  Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa anak-anak Indonesia menempati peringkat teratas dengan skor 90%, diikuti oleh negara Nigeria sebesar 78% dan India sebesar 72%.

Menurut penelitian tersebut juga ditemukan bahwa, sebesar 40% anak-anak Indonesia secara keseluruhan termasuk anak-anak dengan tingkat emosional yang baik dengan beberapa perilaku yang menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia tidak terlalu memikirkan masalah mereka, tidak merasa cemas, tidak merasa terganggu, masih merasa dicintai dan tidak merasa kesepian. Baru kemudian disusul anak-anak dari China dan Jerman sebesar 36%, Nigeria 34% dan anak-anak Israel sebesar 28%.

Penelitian juga menunjukkan, lebih dari 22% anak-anak Indonesia mengaku memiliki waktu tidur yang cukup, waktu belajar secara teratur, dan memiliki waktu untuk beristirahat dan waktu untuk merefleksikan diri dengan baik. Untuk hal ini, anak-anak Indonesia menempati peringkat ketiga setelah Nigeria yang menjadi peringkat pertama.

Jadi, jika bisa disimpulkan, anak-anak Indonesia ternyata masuk dalam urutan tinggi dibandingkan anak-anak negara lain jika kita membicarakan masalah kebahagiaan.

Disamping terus mendukung anak-anak menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas. Bukankah salah satu kebahagiaan orangtua adalah saat anak-anaknya juga bahagia?

  • Jam Sekolah Wajar

Jika menilik penelitian yang dilansir dari thejakartapost.com, jam pelajaran anak-anak di Indonesia nyatanya tak sampai membuat mereka merasa depresi atau tertekan.

Masih banyak sekolahan yang menetapkan jam sekolah dengan sistem half day. Artinya, masih banyak waktu yang bisa digunakan oleh anak-anak untuk beristirahat, bermain bersama teman, dan yang paling penting adalah menikmati masa kecil mereka yang hanya sebentar.

keuntungan sekolah di indonesia

  • Komite Sekolah Sebagai Partner

Sebagai orangtua yang juga pernah bersekolah di Indonesia atau sekarang sedang menyekolahkan anak di Indonesia seharusnya cukup merasa bersyukur karena nyatanya hampir semua sekolah membentuk komite sekolah, yang memiliki fungsi atau peran penting dalam mengawasi sistem pendidikan anak.

Komite sekolah ini terdiri dari orangtua murid, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi tenaga pendidikan, wakil alumni dan wakil peserta didik. Semua anggota komite sekolah tersebut bahu-membahu mengawasi jalannya pendidikan di sekolah.

  • Dedikasi Guru

Jika Anda masih ragu, apakah pendidikan Indonesia benar-benar bisa diharapkan? Maka Anda perlu menilik kembali betapa tulusnya peran guru-guru dan tenaga pendidik untuk mencerdaskan anak-anak sejak dini.

Ketulusan tersebut tercermin dari pendapatan guru yang rata-rata masih belum tinggi, hingga profesi guru disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.

  • Biaya Terjangkau

Pendidikan di Indonesia memang masih perlu banyak peningkatan, namun Anda bisa merasa cukup beruntung menyekolahkan anak di Indonesia, karena nyatanya dana pendidikan di Indonesia relatif terjangkau, program pemerintah seperti Dana BOS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pun cukup membantu untuk pendidikan Indonesia.

Bahkan banyak orangtua yang masih bisa memberikan les tambahan bagi anak-anaknya pada mata pelajaran tertentu. Tentu saja dengan biaya yang relatif terjangkau dan tidak setinggi dengan biaya sekolah formal anak.

Jika semua hal tersebut dirangkum, maka pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah tumbuh dan mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, yaitu dengan beberapa hal positif pendidikan di Indonesia, seperti:

  1. Tingkat kebahagiaan anak-anak Indonesia yang tinggi
  2. Waktu belajar di sekolah yang sesuai dengan anak dan tidak menekan kejiwaan anak
  3. Terbentuknya komite sekolah yang selalu mengawasi dan mendampingi jalannya pendidikan di sekolah
  4. Guru-guru dan tenaga pendidik yang tulus memberikan ilmu dan berusaha mencerdaskan anak-anak tanpa memandang pendapatan yang diperoleh
  5. Dana pendidikan sekolah formal dan Informal yang relatif terjangkau.

Harus Diperhatikan!

Meskipun pendidikan di Indonesia sudah berkembang ke arah yang lebih baik, tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara maju di luar sana. Tugas kita sebagai orangtua, guru, pemerhati pendidikan dan tentu saja pemerintah harus berupaya sekuat tenaga meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik setiap saat.

Tugas mulia ini bukan hanya diemban oleh salah satu atau beberapa golongan, namun harus diemban bersama agar tercipta pendidikan nasional Indonesia yang lebih baik, lebih maju dan tentunya lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya. Ingat, masa depan generasi penerus bangsa ada di tangan kita semua.

Baca juga:

  1. Usia 6 Tahun Boleh Kok Masuk SD, Asal…
  2. Kontroversi SKTM untuk Daftar Sekolah Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *