Usia 6 Tahun Boleh Kok Masuk SD, Asal…

17 Februari 2019

Usia 6 Tahun Boleh Kok Masuk SD, Asal…

Awal tahun 2019 bisa menjadi awal tahun yang cukup sibuk bagi orang tua, khususnya bagi Anda yang sedang mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar (SD). Berbagai macam sumber informasi tentang sekolah dasar pun sudah ada di tangan dan tinggal memilih sekolah mana yang sesuai dengan anak.

Namun, ternyata tugas orang tua untuk mempersiapkan anak masuk SD tidak berhenti di sini. Pasalnya masih ada beberapa aturan yang wajib diketahui oleh orang tua sebelum memasukkan anak ke sekolah dasar.

Aturan yang saat ini masih membuat orang tua was-was adalah aturan terkait batas usia minimal anak masuk SD. Banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa batas usia minimal anak masuk SD adalah usia 7 tahun. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan aturan baru tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.

Dilansir dari Tribunnews, salah satu aturan tersebut menyebutkan bahwa batas usia minimal siswa SD kelas 1 adalah usia 6 tahun atau 5 tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Namun demikian, batas usia 6 tahun ini hanya untuk anak-anak dengan kecerdasan istimewa dan anak-anak dengan kesiapan psikis. Hal ini dibuktikan dengan surat rekomendasi dari Psikolog profesional atau bisa ditentukan oleh dewan guru sekolah.

Jadi, jika Anda memiliki anak usia 6 tahun, dan berencana ingin memasukkannya ke sekolah dasar, maka boleh-boleh saja. Asalkan anak memang sudah siap secara psikis dan memiliki kecerdasan istimewa. Itulah mengapa beberapa sekolah dasar melakukan observasi pada calon peserta didiknya, semata-mata agar calon siswa memang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Lalu, aturan apa lagi sih yang masih membuat orang tua was-was dalam rangka mempersiapkan anak masuk SD?

Aturan lain yang masih membuat orang tua was-was adalah aturan terkait tes Calistung (baca, tulis, dan berhitung) yang digunakan sebagai syarat masuk SD. Aturan ini nyatanya memang menjadi hal yang paling dikhawatirkan setelah aturan tentang batas usia minimal anak. Pasalnya beberapa anak memang belum mahir Calistung karena di tingkat TK masih belum diajarkan secara maksimal.

Menghadapi persoalan ini, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir lagi. Hal ini karena aturan baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyebutkan bahwa, tes Calistung sudah tidak diwajibkan lagi bagi calon siswa kelas 1 SD. Aturan ini pun telah ditetapkan pemerintah melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.

Nah, jika tes Calistung tidak wajib lalu, syarat apa lagi yang harus dipenuhi bagi calon siswa kelas 1 SD?

Syarat atau aturan lain yang harus dipenuhi bagi calon siswa SD kelas 1 adalah terkait sistem zonasi dan prioritas pendaftaran awal. Pada sistem zonasi, calon siswa yang berdomisili dekat dengan Sekolah akan mendapat prioritas utama dibandingkan calon siswa yang tinggal lebih jauh dari sekolah.

Dengan kata lain, jika tempat tinggal anak dekat dengan sekolah, maka anak Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima sebagai siswa di sekolahan yang telah dipilih. Namun, tetap dengan catatan bahwa batas usia minimal sudah dipenuhi.

Sedangkan untuk “prioritas pendaftaran awal”, anak akan mendapatkan kesempatan lebih besar diterima sebagai siswa di SD tertentu jika melakukan pendaftaran lebih awal dibanding calon siswa lainnya.

Dengan syarat bahwa batas usia minimal dan sistem zonasi sudah dipenuhi. Artinya, jika anak Anda berusia 7 tahun atau 6 tahun (dengan kecerdasan istimewa), berdomisili dekat dengan sekolah dan melakukan pendaftaran awal, maka anak memiliki kesempatan lebih besar diterima menjadi siswa SD yang telah dipilih.

Jika semua aturan ini disederhanakan, maka anak harus menempuh beberapa ketentuan agar diterima sebagai siswa di SD tertentu. Aturan-aturan tersebut, yaitu:

  1. Batas usia minimal harus sesuai dengan aturan pemerintah, yaitu 7 tahun atau 6 tahun (dengan kecerdasan istimewa dan kesiapan psikis).
  2. Tempat tinggal anak harus berdekatan dengan sekolah (sistem zonasi).
  3. Melakukan pendaftaran lebih awal dari calon peserta didik lainnya.

Semua aturan ini sebenarnya sudah melalui berbagai macam pertimbangan, sehingga sebagai orang tua tidak perlu memaksakan aturan tertentu sampai-sampai harus berbohong pada pihak sekolah agar anak diterima di sekolah tersebut. Orang tua memang perlu bijak dalam memahami setiap aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, pemerintah menetapkan aturan terkait batas minimal usia anak karena memikirkan kesiapan mental anak bersekolah pada usia tertentu.

Aturan terkait sistem zonasi memang dipilih karena alasan yang sebenarnya cukup menguntungkan bagi orang tua.

Misalnya dengan bersekolah di tempat yang dekat, maka anak tidak perlu lagi khawatir akan terlambat. Konsentrasi belajar anak juga tidak akan terganggu karena anak tidak merasa was-was harus terjebak macet di jalan setiap hari,selain orang tua pun akan dipermudah karena bisa menjemput anak tepat waktu.

Artikel terkait:

  1. Kontroversi SKTM untuk Daftar Sekolah Negeri
  2. Mau Memilih Sekolah? Cek Dulu Daftar Ini!
Bagaimana Menurut Anda?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
Share with love