Gaslighting : Memanipulasi Hubungan untuk Menang

03 Agustus 2021

Suatu hubungan seharusnya bukan didasarkan pada situasi menang-kalah, melainkan didasarkan pada situasi yang sama-sama menang. Artinya, saat kita menjalin hubungan dengan pasangan, dengan teman atau dengan anggota keluarga, hubungan tersebut membawa kita semua menuju kebahagiaan — dan bukan salah satu pihak saja yang merasa bahagia. Sayangnya, tanpa disadari sikap manipulasi salah satu pihak seringkali membuat pihak lainnya merasa kalah, kemudian mulai meragukan diri sendiri dan pada akhirnya merasa tidak bahagia menjalani suatu hubungan. Inilah yang kemudian dikenal sebagai kondisi “gaslighting”

Apa itu Gastlighting?

Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang terjadi dalam suatu hubungan abusive (kasar). Ini merupakan jenis pelecehan emosional yang berbahaya dan terkadang terselubung, dimana pihak yang kasar (abusive) membuat pihak lainnya mulai meragukan diri sendiri. Pada akhirnya, korban dari gaslighting, mulai bertanya-tanya apakah mereka kehilangan kewarasan atau tidak.

Gaslighting adalah teknik yang merusak seluruh persepsi Anda tentang kenyataan. Saat seseorang menyalahkan Anda, Anda sering menebak-nebak diri sendiri dan mulai merasa bingung apakah ada yang salah dengan Anda. Taktik seperti ini seringkali membuat seseorang bingung dan mempertanyakan kesehatan mental secara keseluruhan.

Pada Hubungan Seperti Apa Gaslighting Bisa Terjadi?

Gaslighting biasanya terjadi dalam hubungan pernikahan dan kencan, namun tidak menutup kemungkinan juga mampu muncul dalam hubungan persahabatan atau antara anggota keluarga. Pelaku gaslighting menggunakan jenis pelecehan emosional untuk memanipulasi pasangan, anggota keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja.

Bentuk Pelecehan Emosional yang Digunakan Pelaku Gaslighting

1. Berbohong pada Anda
Pelaku gaslighting sering kali berbohong pada Anda secara terang-terangan dan tak pernah mundur atau mengubah cerita mereka — bahkan saat Anda memberikan bukti kebohongan mereka. Mereka mungkin mengatakan sesuatu seperti “ah… kamu mengada-ada. Itu tidak pernah terjadi kok.”

Berbohong adalah landasan perilaku destruktif mereka. Bahkan saat Anda tahu mereka berbohong, mereka akan sangat meyakinkan. Kondisi ini membuat Anda pada akhirnya mulai mempertanyakan dan meragukan diri sendiri.

2. Mendiskreditkan Diri Sendiri
Pelaku gaslighting seringkali menyebarkan desas-desus atau gosip tentang diri Anda kepada orang lain. Mereka sering berpura-pura mengkhawatirkan Anda sambil secara halus memberi tahu orang lain bahwa Anda tampak tidak stabil secara emosional. Sayangnya, taktik ini bisa sangat efektif dan banyak orang berpihak pada pelaku tanpa mengetahui cerita lengkapnya.

Pelaku gaslighting juga memberitahu pada Anda bahwa orang lain menganggap Anda tidak stabil secara emosional, padahal orang lain tidak pernah menganggap demikian sebelumnya. Namun, pelaku gaslighting melakukan berbagai cara agar semua orang mempercayai mereka.

Baca Juga:

1. Apakah Saya Seorang People Please?

2. Toxic Friendship : Karena tak Semua Persahabatan Indah bagai Kepompong

3. Mengganggu Anda
Saat Anda menanyakan sesuatu mungkin untuk mengkonfirmasi suatu hal pada pelaku gaslighting, mereka dapat mengganggu Anda dengan mengubah topik pembicaraan. Misalnya, mulai mengajukan pertanyaan alih-alih menanggapi masalah yang ada. Kondisi ini tidak hanya mengganggu jalan pikiran Anda, tapi juga menyebabkan Anda mempertanyakan perlunya menekan suatu masalah ketika mereka tidak merasa perlu merespon.

4. Membuat Anda Meremehkan Emosi
Meremehkan emosi Anda memungkinkan pemantik gas untuk menguasai Anda. Mereka mungkin membuat pernyataan seperti: “Tenang,” “Kamu bereaksi berlebihan,” atau “Mengapa kamu begitu sensitif?”
Semua pernyataan ini meminimalkan perasaan Anda atau apa yang Anda pikirkan dan mendorong Anda untuk meragukan diri sendiri.

Saat Anda berurusan dengan seseorang yang tidak pernah mengakui pikiran, perasaan, atau keyakinan Anda, Anda mungkin mulai mempertanyakannya sendiri. Terlebih lagi, Anda mungkin tidak pernah merasa divalidasi atau dipahami.

5. Menyalahkan Anda
Inilah taktik umum lainnya dari pelaku gaslighting. Setiap diskusi yang Anda lakukan entah bagaimana dipelintir seolah-olah Anda yang harus disalahkan atas sesuatu yang terjadi.

Bahkan ketika Anda mencoba mendiskusikan bagaimana perilaku mereka membuat Anda merasa, mereka dapat memutarbalikkan percakapan sehingga Anda akhirnya percaya bahwa Anda adalah penyebab perilaku buruk mereka–Mereka mengklaim bahwa jika saja Anda berperilaku berbeda, mereka tidak akan memperlakukan Anda seperti yang mereka lakukan.

6. Menggunakan Kata-Kata Welas Asih Sebagai Senjata
Terkadang saat Anda ingin berdiskusi dengan seorang gaslighter, mereka akan menggunakan kata-kata yang baik dan penuh kasih untuk mencoba memuluskan situasi. Mereka mungkin mengatakan sesuatu seperti, “Kamu tahu betapa aku mencintaimu. Aku tidak akan pernah menyakitimu dengan sengaja.”

Kata-kata ini adalah apa yang ingin Anda dengar, tetapi tidak autentik, terutama jika perilaku yang sama ddiulang. Sebab, tujuan utamanya hanyalah ingin membuat Anda melepaskan mereka

Ketika Anda berurusan dengan seseorang yang menggunakan gaslighting sebagai alat manipulasi, perhatikan baik-baik apa yang mereka lakukan, bukan kata-kata yang mereka pilih. Apakah orang ini benar-benar bertindak dengan cara yang penuh kasih atau mereka hanya mengatakan hal-hal yang penuh kasih?

7. Menulis Ulang Cerita
Seorang gaslighter mungkin terus-menerus menceritakan kembali cerita dengan cara yang menguntungkan mereka.Misalnya, jika pasangan Anda mendorong Anda ke dinding dan Anda mendiskusikannya nanti, mereka mungkin memutarbalikkan cerita dan mengatakan Anda tersandung dan mereka mencoba untuk menstabilkan Anda, itulah yang menyebabkan Anda jatuh ke dinding.

Apakah Anda sedang Berhubungan dengan Pelaku Gaslighting? Berikut tandanya:

• Meragukan perasaan Anda
• Mulai mempertanyakan penilaian dan persepsi Anda
• Merasa rentan dan tidak aman
• Merasa sendirian dan tidak berdaya
• Bertanya-tanya apakah yang mereka katakan tentang Anda itu benar?
• Kecewa dengan diri sendiri dan menjadi diri sendiri
• Menghabiskan banyak waktu untuk meminta maaf

Ingatlah bahwa Anda tidak bisa disalahkan atas semua situasi yang terjadi di dalam suatu hubungan. Tentu, ada banyak faktor yang mendukung sehingga suatu pertengkaran atau perselisihan bisa terjadi, dan bukan hanya Anda saja yang bertanggung jawab atas semua ini.

Jika Anda merasa mengalami gaslighting, ketahuilah bahwa emosi dan apa yang Anda alami adalah nyata. Dan bahwa bentuk perilaku kasar dari orang lain seperti gaslighting bukanlah jenis komunikasi yang sehat.

Temukan solusi terkait toxic relationship dengan bergabung sebagai member premium School Of Parenting. Klik di sini untuk memulai perjalananmu!

Bagaimana Menurut Anda?
+1
10
+1
2
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket