× DAFTAR GRATIS Masuk
Artikel Kelas Online Tanya Ahli Workshop Online Mitra Sekolah Belanja Pintar Tentang Kontak
KETIKA ORANG TUA SERING BERBOHONG PADA ANAK

06 Desember 2019

Orangtua selalu menyuruh anak-anak untuk berkata jujur dan tidak berbohong kepada orangtuanya. Namun, orangtua justru berperilaku sebaliknya. Tak jarang, orangtua merasa perlu membohongi anak pada saat-saat tertentu. Misalnya, ketika anak menangis karena tidak mau ditinggal kerja, biasanya Ibu cuma bilang, “Ibu mau keluar sebentar ya, nak. Kamu main dulu sebentar sama Mbak.” Padahal, perginya ibu tersebut tidak sebentar, tetapi 8 jam. Itu adalah contoh yang paling umum. Mungkin, sebagian besar orangtua menganggap berbohong itu wajar untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi, yang namanya berbohong tentu ada dampak negatifnya.

  • Anak tidak lagi percaya pada ortu

Terlalu sering membohongi anak akan membuat anak tidak mempercayai Anda. Ada semacam label dalam kepalanya yang menyebutkan bahwa orangtuanya tidak bisa dipercaya. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi bukan?

  • Memunculkan persepsi yang salah

Terkadang, saat anak tak mau makan, orangtua sering mengancam mereka dengan suatu kebohongan. Misalnya, “Nanti kalau makannya gak dihabiskan, Pak Satpam datang ke sini, lo. Nanti dimarahin Pak Satpam”. Anak mungkin akan mau makan. Namun, efek jangka panjangnya adalah anak mengenal sosok satpam sebagai orang jahat yang menakutkan. Kesalahan persepsi ini pun tak baik untuk perkembangannya.

Contact Us School of Parenting