Banner Header Promo Oktober

KETIKA ORANG TUA SERING BERBOHONG PADA ANAK

Browse By

Orangtua selalu menyuruh anak-anak untuk berkata jujur dan tidak berbohong kepada orangtuanya. Namun, orangtua justru berperilaku sebaliknya. Tak jarang, orangtua merasa perlu membohongi anak pada saat-saat tertentu. Misalnya, ketika anak menangis karena tidak mau ditinggal kerja, biasanya Ibu cuma bilang, “Ibu mau keluar sebentar ya, nak. Kamu main dulu sebentar sama Mbak.” Padahal, perginya ibu tersebut tidak sebentar, tetapi 8 jam. Itu adalah contoh yang paling umum. Mungkin, sebagian besar orangtua menganggap berbohong itu wajar untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi, yang namanya berbohong tentu ada dampak negatifnya.

  • Anak tidak lagi percaya pada ortu

Terlalu sering membohongi anak akan membuat anak tidak mempercayai Anda. Ada semacam label dalam kepalanya yang menyebutkan bahwa orangtuanya tidak bisa dipercaya. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi bukan?

  • Memunculkan persepsi yang salah

Terkadang, saat anak tak mau makan, orangtua sering mengancam mereka dengan suatu kebohongan. Misalnya, “Nanti kalau makannya gak dihabiskan, Pak Satpam datang ke sini, lo. Nanti dimarahin Pak Satpam”. Anak mungkin akan mau makan. Namun, efek jangka panjangnya adalah anak mengenal sosok satpam sebagai orang jahat yang menakutkan. Kesalahan persepsi ini pun tak baik untuk perkembangannya.

Akibat sering berbohong pada anak

  • Anak akan meniru

Anak adalah seorang peniru yang andal. Ketika anak tahu bahwa orangtuanya berbohong, besar kemungkinannya ia pun akan melakukan hal serupa. Jika Anda tidak ingin anak Anda berbohong, semuanya harus dimulai dari diri Anda.

  • Anak Belajar Bahwa Berbohong Bisa Menghindarkan Masalah

Sebagian besar orangtua merasa perlu untuk berbohong, terutama pada saat-saat terdesak. Berbohong bisa memperkecil kemungkinan munculnya masalah. Anak pun bisa memahami hal serupa. Ia akan berpikir bahwa berbohong lebih menyenangkan daripada berkata jujur. Apalagi, saat anak-anak melakukan kesalahan. Ia akan memilih berbohong agar terhindar dari masalah.

Jika Anda ingin anak tumbuh menjadi seseorang yang jujur, Andalah yang harus memulainya. Berhenti membohongi anak. Ketika anak sedang batuk dan Anda tidak mengijinkannya makan es krim, beri tahu alasan sebenarnya. Katakan sejujurnya pada anak bahwa es krim akan membuat sakitnya semakin parah. Anak pasti mau mencoba untuk mengerti. Di sisi lain, anak juga butuh penolakan sebagai modal untuk menjadikannya anak yang tangguh di kemudian hari.

Anda mungkin akan berpikir bahwa berbohong untuk hal-hal kecil tidak akan memberikan dampak yang berarti pada buah hati Anda. Anak pun belum paham bahwa ia sedang dibohongi. Namun, sebenarnya dari situlah anak belajar. Lambat laun, dia akan mengerti bahwa orangtuanya sedang berbohong. Untuk itu, berhentilah berbohong. Sekecil apa pun kebohongan yang Anda buat akan selalu memberikan dampak yang kurang baik untuk anak-anak.

 

Baca juga:

  1. Menghadapi Anak yang Sering Berbohong
  2. Bolehkah Berbohong Pada Anak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *