kesalahan orangtua millenial
Mom's Corner Tips

Orangtua Millenial Rentan Melakukan Tiga Kesalahan Ini

Pola asuh orangtua zaman dahulu dengan orangtua millenial jelas berbeda jauh. Jika orangtua zaman dulu mengandalkan pola asuh turun temurun, orangtua millenial lebih terbuka dalam hal informasi. Orangtua millenial tidak selalu mengikuti aturan pola asuh turun temurun yang bagi mereka tidak jelas apa manfaatnya. Terbukanya informasi membuat para orangtua millenial bisa memilih yang terbaik untuk buah hati mereka.

Ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan di internet, termasuk tentang bagaimana cara menjadi orangtua yang baik. Mulai dari sebelum kehamilan, saat hamil, hingga anak lahir. Tentu ini adalah hal positif dari internet.

Sayangnya, banyaknya informasi yang tersedia di internet tanpa filter dan verifikasi sering kali membuat para orangtua millenial melakukan kesalahan dalam menerapkan pola asuh. Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah sering kali orangtua memaksakan target yang terlalu tinggi. Apabila target tersebut ternyata tidak tercapai, orangtua sangat rentan stress.

Selain kesalahan tersebut, ada tiga kesalahan lain yang sering kali dilakukan oleh para orangtua Millenial. Apa saja? Yuk kenali, supaya kita tidak salah langkah.

1. “Googling minded”

Akses informasi yang semakin mudah di era digital ini sering membuat orangtua millenial terlena. Mereka merasa mesin pencari Google bisa memecahkan segala pertanyaan termasuk seputar pola asuh dan kesehatan anak. Memang benar, banyak artikel di internet yang juga ditulis oleh ahli, akan tetapi alangkah baiknya konsultasikan dengan ahlinya secara langsung untuk mengatasi masalah perkembangan anak. Dengan begitu, orangtua bisa mendapatkan analisis yang lebih detail. Apalagi untuk diagnosa penyakit-penyakit, butuh pemeriksaan langsung yang tidak sekedar informasi tentang gejalanya.

2. Merasa Tahu Segalanya

Banyak orangtua yang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya sumber informasi bagi buah hatinya. Orangtua millenial pun berusaha menjawab semua pertanyaan anaknya meskipun kadang ia tidak tahu, karena takut dianggap tidak pintar oleh anak.

Hal tersebut tidak bisa dibenarkan. Menjadi orangtua yang baik bukan berarti tahu segalanya. Anak memang sering kali bertanya tentang hal-hal yang di luar perkiraan. Jika memang Anda tidak bisa menjawabnya. Jangan pernah menjawab asal. Anda bisa mengatakan kepada anak untuk menjawabnya di lain waktu sembari anda mencari jawabannya . Yang pasti, berikanlah jawaban yang paling tepat sesuai sudut pandang anak.

Salah satu bahaya jika orangtua merasa tahu segalanya adalah ia akan enggan belajar. Padahal, segala ilmu mengalami perubahan konteks dan aplikasi sesuai zaman. Jika Anda terus saja merasa tahu segalanya, Anda justru tidak akan mendapatkan apa-apa. Ini juga malah akan merugikan anak.

3. Tidak Siap Kecewa

Kesalahan orangtua milenial lainnya adalah, seringkali punya terlalu banyak rencana untuk anak karena takut anaknya ketinggalan zaman. Sebelumnya, orangtua langsung menetapkan standar-standar tertentu untuk si kecil, termasuk untuk standar akademis yang cukup tinggi. Akan tetapi, realitanya kadang kapasitas dan kemampuan anak tidak sesuai dengan apa yang direncanakan orangtua. Karena harapan terlalu tinggi, orangtua millenial sering tidak siap dengan realita. Hal ini rentan membuat orangtua merasa frustasi.

Agar siap menghadapi segala kemungkinan termasuk yang terburuk, hal terbaik yang bisa orangtua lakukan adalah dengan berbagi pengalaman dengan para orangtua lainnya. Mengikuti kelas-kelas parenting atau komunitas parenting baik online maupun offline bisa jadi alternatif terbaik untuk terus belajar bagaimana menjadi orangtua yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *