Banner Header Komunitas SOP

Demi Kurangi Lipatan di Perut Pasca Melahirkan

Browse By

Hai Ibu-Ibu, apa kabar dengan lipatan di perut pasca melahirkan? Berkurang atau justru bertambah nih? Apa kabar juga dengan lipatan yang ada di dagu? Duh, semakin malas saja ya bercermin. Ya, malas karena sudah minder dengan bentuk tubuh pasca melahirkan. Anda juga mulai tidak percaya diri keluar rumah untuk jalan-jalan dengan suami dan buah hati. Jangan sampai bentuk tubuh pasca melahirkan menghalangi kebahagiaan Anda ya.

Untuk itu, yuk lakukan langkah nyata kurangi lipatan-lipatan lemak pada area tertentu di tubuh pasca melahirkan. Tapi kira-kira kapan nih waktu yang tepat untuk olahraga pasca melahirkan?

Kapan Waktu yang Tepat?

Waktu yang tepat untuk memulai olahraga adalah sekitar 6 minggu setelah melakukan pemeriksaan awal pasca melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan lebih dari waktu tersebut. Semua tergantung pada kondisi kesehatan Ibu pasca melahirkan. Akan lebih baik jika olahraga dilakukan saat fisik seorang Ibu kuat. Jika Anda ragu, sebaiknya konsultasikan rencana ini dengan dokter.

Olahraga Apa yang Cukup Aman Bagi Ibu Pasca Melahirkan?

Olahraga yang cukup aman bagi Ibu pasca melahirkan adalah olahraga yang tidak terlalu berat. Misalnya, mulailah dengan peregangan selama 15 menit. Peregangan ini berfungsi untuk mengembalikan fleksibilitas persendian dan tendon Anda. beberapa bagian tubuh yang seharusnya mengalami peregangan adalah bagian punggung dan pinggang.

Nah, olahraga lainnya yang cukup aman dilakukan pasca melahirkan adalah berjalan kaki. Sebaiknya lakukan secara bertahap dan perlahan. Jangan memaksakan diri apabila Anda masih cukup lemas. Anda bisa berjalan kaki di taman dekat rumah bersama dengan bayi Anda menggunakan stroller. Lakukan aktivitas berjalan kaki ini selama 20-30 menit setiap hari.

Setelah Anda merasa siap melakukan olahraga yang lebih berat, Anda bisa mencoba melakukan olahraga untuk melatih otot dasar panggul dan otot perut dengan gerakan kegel. Kencangkan otot dasar panggul dan perut selama 10 detik tanpa menahan napas. Lalu, lemaskan lagi otot-otot dasar panggul dan perut selama 10 detik. Ulangi aktivitas ini sebanyak 10 kali tiap hari.

Melatih otot panggul sangat penting untuk mengurangi risiko inkontinensia urin (kebocoran urin) pasca melahirkan. Banyak Ibu-ibu yang tidak bisa menahan urin setelah melahirkan. Khususnya saat tertawa, bersin atau batuk. Nah, senam kegel ini bisa menjadi solusi tepat mengatasi masalah tersebut.

Olahraga Apa yang Perlu Dihindari Pasca Melahirkan?

Tidak semua olahraga aman bagi Ibu pasca melahirkan. Sebaiknya hindari olahraga sit up, jalan cepat, bersepeda, lari, bermain tenis atau olahraga aerobik lainnya jika otot-otot panggul Anda belum benar-benar pulih pasca melahirkan. Jangan lupa untuk menghindari berenang hingga perdarahan pasca melahirkan benar-benar berhenti. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari infeksi dan terlepasnya jahitan pasca melahirkan.

Amankah Olahraga Ketika Masa Menyusui?

Penelitian menyebutkan bahwa. Olahraga dengan intensitas tinggi pasca melahirkan akan mempengaruhi kualitas ASI, yaitu bercampurnya asam laktat pada ASI yang dihasilkan. Kondisi ini akan membuat rasa ASI menjadi asam dan mungkin tidak disukai bayi. Namun demikian kondisi ini jarang terjadi.

Nah, jika Anda merasa khawatir dengan kualitas ASI yang dihasilkan maka, Anda bisa memompa ASI dan memberikan ASI tersebut melalui botol susu bayi. Usahakan untuk tidak menyusui bayi setelah 1-2 jam pasca olahraga. Hal lain juga bisa Anda coba yaitu, mulailah olahraga dengan intensitas tinggi setelah 1 tahun pertama melahirkan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan memberikan MPASI terlebih dahulu pada anak sebelum berolahraga. Sehingga olahraga pada masa menyusui tetap aman dilakukan asalkan dengan langkah yang tepat.

Bisakah Berat Badan Ibu Turun Pasca Melahirkan?

Berat badan Ibu biasanya akan turun sebanyak 8-9 kg pasca melahirkan dalam waktu 1 bulan. Hal ini karena seorang Ibu akan terlalu sibuk mengurus buah hatinya, sehingga tanpa disadari berat badan akan turun dengan sendirinya.

Tak hanya itu, menurut dr. Inge Permadhi, MS, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, pada umumnya Ibu yang menyusui akan menghasilkan ASI sebanyak 750 cc tiap harinya. Kondisi ini juga setara dengan penurunan berat badan Ibu sekitar 200-500 kalori per harinya. Artinya, Ibu pasca melahirkan bisa menurunkan berat badan sekitar 0,5 kg dalam seminggu.

Tapi, jangan jadikan hal ini sebagai alasan Anda malas berolahraga ya. Olahraga pasca melahirkan bukan hanya digunakan untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti semula, namun yang terpenting digunakan agar kondisi kesehatan juga lebih sehat dan fit pasca melahirkan.

Kapan Berat Badan Ibu Turun Pasca Melahirkan?

Tidak ada waktu yang pasti kapan berat badan Ibu akan mengalami penurunan pasca melahirkan. Semua tergantung pada seberapa meningkatnya berat badan saat hamil, program latihan dan asupan nutrisi pasca melahirkan. Kebanyakan Ibu-Ibu akan kembali ke berat badan normal seperti sebelum kehamilan sekitar 9 bulan hingga 1 tahun setelah melahirkan.

Mengembalikan bentuk tubuh seperti semula bagi para Ibu pasca melahirkan memang dianggap sebagai hal yang penting. Namun, Anda juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan pasca melahirkan. Jangan sampai akibat keinginan memiliki bentuk tubuh seperti semula, Anda justru melakukan olahraga berat hingga mengganggu kesehatan.

Ingat bahwa kesehatan Anda lah yang paling penting. Lakukan olahraga pasca melahirkan dengan aman dan secara bertahap. Dengan demikian Anda bisa memperoleh manfaat kesehatan sembari mengembalikan bentuk tubuh, sehingga terhindar dari body shaming pasca melahirkan.

Baca Juga Artikel Lainnya:

  1. Siapkan Amunisi! Hadapi Body Shaming Pasca Melahirkan
  2. Cegah Payudara Kendor Setelah Menyusui dengan Cara Ini
  3. Perjuangan Ibu Setelah 48 Jam Melahirkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *